Napoli gagal lolos ke babak 16 besar meski sudah bermain bagus melawan Chelsea. Kekalahan Napoli mempertegas Liga Champions memang bukan keahlian Antonio Conte.
29 Jan 2026 08:13 WIB · Olahraga
AFP
NAPOLI, KAMIS — Selalu saja ada penghalang bagi Antonio Conte untuk mengukir kejayaan di Liga Champions Eropa. Pelatih Napoli itu lagi-lagi merasakan pahitnya kegagalan saat tersingkir oleh Chelsea dalam laga pamungkas fase liga. Napoli yang tampil heroik meski tidak diperkuat sejumlah pemain bintang kalah 2-3.
Pada jeda turun minum, Napoli masih berpeluang melaju ke 16 besar berkat keunggulan 2-1. Juara bertahan Liga Italia itu unggul setelah tertinggal lebih dulu lewat gol penalti Enzo Fernandez pada menit ke-19. Insting bertahan hidup membawa ”Si Keledai” meningkatkan tempo serangan hingga sukses membalas melalui gol Antonio Vergara dan Rasmus Hojlund pada pertengahan babak pertama.
”Ini mengecewakan, terutama mengingat hasil pekan lalu di Kopenhagen. Malam ini, Chelsea lebih baik di sepertiga akhir lapangan, tetapi para pemain kami secara keseluruhan bermain bagus. Saya ingin tetap bertahan di kompetisi ini,” kata Conte seusai laga yang berlangsung di Stadion Diego Armando Maradona, Napoli, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB.
Keunggulan itu sempat membawa Napoli merangsek ke zona playoff. Di sisi lain, Chelsea terlempar dari posisi delapan besar ke peringkat 10. Jika tidak ada perubahan, Chelsea terpaksa harus memperebutkan tiket 16 besar melalui jalur playoff. Skenario itu sangat dihindari tim-tim Inggris karena akan memboroskan waktu mereka pada Februari.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/29/9337650261facca6f7c3e208eda02cc8-wires_photo_4_.jpg)
Sebisa mungkin, Chelsea berharap bisa melaju ke 16 besar tanpa jalur playoff, tetapi lolos secara otomatis dengan finis pada peringkat delapan besar fase liga. Oleh sebab itu, Pelatih Chelsea Liam Rosenior melakukan sejumlah penyesuaian pada babak kedua. Satu hal krusial yang dia lakukan ialah memasukkan Cole Palmer menggantikan Pedro Neto yang kurang berkembang pada babak pertama.
Memainkan Palmer merupakan perjudian karena sang pemain belum sepenuhnya bugar seusai dibekap cedera nyaris sepanjang musim ini. Dengan kreativitas serta visi bermainnya, Palmer memberikan umpan matang kepada Joao Pedro yang berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-61.
Kombinasi Pedro, Palmer, dan Enzo membuka jalan bagi Chelsea ke 16 besar. Pedro kembali mencetak gol dengan cara yang identik, yaitu tendangan jarak jauh akurat delapan menit jelang waktu normal berakhir. Gol Joao Pedro menggoyahkan semangat juang Napoli yang berambisi kembali unggul.
Rosenior mengakui, keputusan mencadangkan Palmer sebagian dikarenakan masalah kebugaran. Sementara itu, sebagian lagi untuk memastikan dia memberikan dampak pada pertandingan di akhir laga.
"Tidak mungkin Cole bisa menjadi starter dan bermain selama 60, 70, 80 menit. Saya tahu Napoli memiliki masalah cedera dan merasa kami akan menjadi lebih kuat seiring berjalannya pertandingan. Kami perlu menjaganya dan cara dia mengatasi dirinya sendiri dalam dua minggu terakhir sangat luar biasa. Kami berharap bisa melihatnya dalam kondisi sepenuhnya fit,” kata Rosenior dikutip dari BBC Sport.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/29/9ceb0ff1d11a78eca8d9b00b0c2cd73c-Italy_Soccer_Champions_League_2_.jpg)
Kemenangan penting di markas Napoli membawa Chelsea naik dari peringkat delapan ke posisi enam fase liga. Ini berarti Chelsea tidak perlu menjalani laga kandang dan tandang pada fase playoff. Kondisi ini amat menguntungkan Chelsea karena jadwal Februari mereka tidak padat meski masih bersaing di empat kompetisi musim ini.
Di saat para pemain Chelsea bersukacita merayakan keberhasilan, Antonio Conte hanya tersenyum kecut mendapati kenyataan timnya gagal mempertahankan keunggulan untuk menjaga harapan lolos ke 16 besar. Air muka Conte memancarkan kekecewaan mendalam.
Tidak dapat disangkal Conte sangat penasaran dengan Liga Champions. Meski terkenal piawai membawa tim memenangi liga domestik, pamor Conte di Liga Champions tidak semulus itu.
Prestasi terbaiknya di kompetisi antarklub Eropa itu hanya sampai pada perempat final bersama Juventus pada musim 2012-2013. Selebihnya, Conte acap gagal membawa timnya melaju lebih jauh. Ia bahkan sempat gagal membawa Inter Milan lolos dari fase grup pada edisi 2019-2020 dan 2020-2021.
Meski demikian, kali ini harus diakui Conte dan Napoli telah berusaha melawan sebaik-baiknya. Si Keledai tampil heroik dengan mampu mengimbangi skuad mewah Chelsea di saat Conte dipusingkan persoalan cedera dua pemain andalannya, Kevin de Bruyne dan Billy Gilmour. Tanpa keduanya, Napoli tetap mampu menyulitkan Chelsea yang tampil menekan sepanjang laga dengan garis pertahanan tinggi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/29/5d227057bf7c460ea9861a8eddd71434-Italy_Soccer_Champions_League.jpg)
Terus ditekan Chelsea bahkan sejak memulai serangan dari bawah, para pemain Napoli tetap tenang dan kuat dalam mempertahankan bola. Umumnya suatu tim memilih bermain direct ke depan saat melawan tim dengan garis pertahanan tinggi. Napoli sebaliknya, mereka tidak terpengaruh dengan tekanan Chelsea dan tetap memainkan bola-bola pendek dari kaki ke kaki.
Napoli berulang kali menimbulkan masalah dengan umpan-umpan kepada bek sayap Giovanni Di Lorenzo di sisi kanan dan Mathias Olivera di sisi kiri. Chelsea mengimbanginya dengan fokus mempertebal pertahanan. Para pemain Chelsea berupaya menang jumlah di area kotak penalti untuk menghalau umpan-umpan silang berbahaya Napoli.
”Ada beberapa hal positif yang bisa diambil dari pertandingan ini. Tetapi, semua orang jelas kecewa karena kami tidak lolos kualifikasi,” kata Hojlund.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra