Lima orang meninggal dan 24 terluka akibat longsor. Jalan nasional penghubung Medan dan 11 kabupaten lumpuh total. Hingga Kamis diperkirakan belum bisa dilalui.
27 Nov 2024 20:43 WIB · Lingkungan
DELI SERDANG, KOMPAS — Di tengah hiruk-pikuk Pemilihan Kepala Daerah 2024, longsor terjadi di Jalan Medan-Berastagi, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (27/11/2024). Lima orang meninggal, 24 orang lainnya dirawat di rumah sakit, dan sejumlah kendaraan tertimbun longsor. Jalan nasional penghubung Medan dengan 11 kabupaten itu lumpuh total.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Komisaris Besar Muji Ediyanto mengatakan, longsor terjadi mulai dari Jembatan Sembahe sampai ke tikungan di PDAM Tirtanadi. Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup jalan tanjakan dan tikungan tajam di punggung bukit sepanjang tiga kilometer itu.
”Personel (polisi) bersama pihak terkait lainnya masih berada di lokasi untuk melakukan pembersihan jalan agar bisa dilalui,” kata Muji.
Jalan itu belum bisa dilalui hingga Rabu malam. Pembersihan jalan sulit dilakukan karena hujan lebat masih terus turun.
Apalagi, jalan yang tertimbun material longsor juga cukup panjang. Jalan itu lumpuh total sejak Rabu pagi hingga malam.
Pengendara dari arah Medan menuju Karo, Samosir, Dairi, hingga ke Aceh diminta untuk melintas melalui jalur alternatif. Pengendara bisa melintas dari Jalan Pematang Siantar-Saribu Dolok di Kabupaten Simalungun. Jalan alternatif lainnya melalui Kota Binjai, Langkat, hingga tembus ke Karo.
”Sampai saat ini situasi arus lalu lintas di Jalan Medan-Berastagi masih ditutup karena jalan masih tertimbun longsor. Personel juga masih mengevakuasi sejumlah kendaraan yang tertimbun longsor,” kata Muji.
Muji menyebutkan, tim gabungan sudah berhasil mengevakuasi lima korban longsor. Selain itu, ada 25 orang korban luka yang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik, Medan. Korban longsor adalah pengendara dan penumpang yang tertimbun longsor saat melintasi jalan Rabu pagi.
Sampai saat ini situasi arus lalu lintas di Jalan Medan-Berastagi masih ditutup karena jalan masih tertimbun longsor.
Muji pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena hujan masih lebat masih melanda Sumut di sejumlah daerah. Warga diminta menunda perjalanan jika hujan lebat turun.
Kepala Subbagian Hukum, Organisasi, dan Humas RSUP H Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, ada lima korban meninggal akibat longsor itu. Empat tiba di rumah sakit dalam keadaan meninggal dan satu meninggal saat penanganan di instalasi gawat darurat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/63224875a7c93fe3271b49f98d5bfba4-IMG_20241127_192550.jpg)
Lima korban meninggal, yaitu Dimas Solin (18), warga Pakpak Bharat; Martin Sinulingga (57), warga Medan; Jesica Hutapea (18) dan Laurensius Sihombing (32), warga Samosir; serta satu orang yang belum diketahui identitasnya.
”Selain itu, ada 24 korban longsor lainnya yang saat ini masih kami rawat,” kata Rosario. Rosario menyebutkan, mereka tetap siaga untuk menangani korban longsor di Jalan Medan-Berastagi tersebut.
Sekretaris Camat Sibolangit Zainal Huta Galung mengatakan, pada Rabu malam, sejumlah alat berat masih bekerja membersihkan jalan dari tumpukan material longsor. ”Perkiraan kami, sampai Kamis besok pun jalan ini belum bisa dilalui. Material longsor masih menumpuk di jalan,” kata Zainal.
Zainal menyebutkan, pembersihan cukup sulit dilakukan karena tumpukan material yang sangat banyak. Lebih dari tiga kilometer jalan di punggung bukit itu hampir merata tertutup material longsor.
Penulis:
Nikson SinagaEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase