Siapakah ”lingkar dalam” di Istana Kepresidenan dan Istana Wapres? Kapan mereka mulai masuk ke Istana dan apa yang dikerjakan?
09 Nov 2024 09:59 WIB · Politik & Hukum
Oleh Suhartono . - [email protected]
Sejak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029, Minggu (20/10/2024), ”lingkaran dalam” atau orang-orang yang sangat dekat dan dipercaya oleh Prabowo Subianto ataupun Gibran Rakabuming Raka secara resmi mulai masuk ke lingkungan Istana Kepresidenan di jalan Medan Merdeka Utara dan Istana Wapres di jalan Medan Merdeka Selatan.
Di Istana Kepresidenan, salah satu ”lingkaran dalam” Prabowo di luar Didit Prabowo, anak tunggal Presiden Prabowo dari mantan istrinya, Titik Soeharto, adalah Mayor Teddy Indra Wijaya. Dia dikenal selalu dekat dengan Prabowo di mana-mana, baik saat sebelum pemilihan Presiden dan Wapres 2024 lalu hingga sekarang, saat Prabowo menjadi Presiden RI.
Tercatat sebagai perwira tingkat menengah yang pernah menjadi Asisten Ajudan Presiden Joko Widodo pada 2019-2020 hingga ajudan Prabowo, sosok Teddy kerap berada paling dekat di sekitar Prabowo.
Kini, pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 14 April 1989 dan berdarah Jawa-Minahasa itu secara resmi diberi kepercayaan sebagai Sekretaris Kabinet. Jabatan ini sekarang setara golongan eselon IIa dan bukan lagi setingkat menteri. Namun, meski bukan setingkat menteri, Teddy merupakan sosok yang paling leluasa mendekati Presiden Prabowo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/20/1bbe658c-6ac2-44d7-a3e9-d46a44ef5d52_jpg.jpg)
Di samping Mayor Teddy, ”lingkaran dalam” berikutnya di Istana adalah Prasetyo Hadi. Pria yang menjabat Menteri Sekretaris Negara itu disebut-sebut juga orang yang sangat dekat dengan Prabowo, Ketua Umum Partai Gerindra yang juga pernah menjadi Menteri Pertahanan.
Lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang dan Sarjana Bidang Konservasi Sumber Daya Hutan Universitas Gadjah Mada tersebut dikenal juga sebagai salah satu orang kepercayaan Prabowo. Ia sering diminta pendapatnya oleh Prabowo. Oleh sebab itu, pilihan sejak awal Prabowo adalah menjadikan Prasetyo sebagai Menteri Sekretaris Negara.
Kedekatannya secara politik dengan Prabowo, terlihat saat Prasetyo mendampingi Prabowo dan Gibran berkunjung ke kediaman Presiden Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Minggu, 13 Oktober 2024.
Sebagai salah satu Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan DPP Partai Gerindra, yang juga anggota DPR RI 2020-2024, Prasetyo kerap bersama Prabowo di acara-acara Gerindra ataupun Kementerian Pertahanan.
Kedekatannya secara politik dengan Prabowo terlihat saat Prasetyo mendampingi Prabowo dan Gibran berkunjung ke kediaman Presiden Ke-7 Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Minggu, 13 Oktober 2024. Dalam kunjungan itu, Prasetyo duduk di sebelah Jokowi berhadapan dengan Gibran, Prabowo, dan Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco.
Prasetyo tentu tidak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh Wakil Mensesneg Bambang Eko Suhariyanto, pensiunan TNI yang malang melintang di bidang hukum dan rencana strategis pertahanan dan keamanan hingga mendapatkan sejumlah penghargaan dari lingkungan TNI. Bambang Eko sebelumnya dipercaya Prabowo sebagai staf ahli Menhan bidang sosial.
Juri Ardiantoro, yang pernah menjadi Deputi V Kantor Staf Presiden di era Presiden Jokowi, juga dipercaya membantu Prasetyo sebagai Wamen Setneg. Ia juga pernah menjadi Komisioner dan Ketua KPU RI pada 2012 hingga 2017.
Sebelum Pilpres 2024 lalu, Juri dipercaya Presiden Jokowi menjadi staf khususnya. Meski kurang dekat dengan Prabowo, ia dikenal sebagai Wakil Ketua Tim Kemenangan Prabowo-Gibran saat Pilpres 2024 lalu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/06/eaa1b3e0-cd18-4bd6-8a81-0c271ef976a1_jpg.jpg)
Dua orang dekat Prabowo lainnya dari Kemhan yang bakal masuk ke ”lingkaran dalam” di Istana adalah Mayjen TNI Ariyo Windutomo dan Mayjen TNI Kosasih SE. Berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1332/X/2024 tertanggal 31 Oktober 2024, Ariyo bakal menjadi Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres). Adapun Kosasih ditunjuk menjadi Kepala Sekretariat Militer Presiden (Kasetmilpres).
Mayjen Ariyo sebelumnya Kepala Biro Umum Kemhan, yang terakhir dipercaya Prabowo menjadi Kepala Satuan Pengawas Universitas Pertahanan. Sementara Kosasih sebelumnya staf ahli Prabowo di Kemhan. Keduanya, disebut-sebut sukses setelah ditunjuk Prabowo menyiapkan acara Retreat Kabinet Merah Putih di Akmil Magelang, dua bulan sebelum hari-H.
Dari lampiran Surat Keputusan Panglima TNI, pelantikan Mayjen Ariyo dan Mayjen Kosasih masih menunggu keputusan presiden sehingga Kasetpres Heru Budi Hartono dan Plt Brigjen Heri Purwanto masih menjabat. Adapun Kasetmil Mayjen TNI Rudy Saladin, mantan ajudan Presiden Jokowi, telah menjadi Panglima Kodam Brawijaya. Sementara Plt Kasetmilpres masih dijabat Brigjen TNI Heri Purwanto.
Berbarengan dengan masuknya Ariyo dan Kosasih, Kepala Bagian Rumah Tangga dan Pengamanan Biro Umum Setjen Kemhan Kolonel Dedi Saprudin juga ikut masuk. Ia akan menjadi Kepala Biro Pengelolaan Istana Deputi Bidang Administasi dan Pengelolaan Istana Setpres, yang kini masih dijabat oleh Darmastuti.
”Lingkar Dalam” di Istana lainnya adalah Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres). Hingga kini jabatan itu masih kosong setelah Mayjen TNI Achiruddin, yang menjadi Danpaspampres hampir tiga tahun terakhir mengawal Presiden Jokowi, ditugaskan menjadi Panglima Kodam VI Mulawarman, tiga pekan lalu.
”Disebut-sebut Presiden Prabowo akan menunjuk Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Jon Afriandi, yang kini Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus), untuk menggantikan Achiruddin,” ungkap seorang staf di Kementerian Sekretariat Negara.
Adapun Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha yang sebelumnya disebut-sebut santer bakal menjadi Danpaspampres ternyata urung dan kini ditunjuk menjadi Komandan Sesko TNI.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/11/04/Prabowo-Andika_1636025773.jpeg)
Presiden Prabowo dan Wapres Gibran juga dilengkapi dengan Kepala Komunikasi Kepresidenan, penasihat khusus Presiden, utusan khusus, dan staf khusus. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan yang sudah dibentuk dan dipilih menjelang berakhirnya jabatan Presiden Jokowi adalah Hasan Nasbi, yang juga dekat dengan Presiden Prabowo.
Selain Kantor Komunikasi Kepresidenan, Prabowo-Gibran juga akan dibantu oleh Penasihat Khusus Presiden, Utusan Khusus Presiden, Staf Khusus Presiden, dan Staf Khusus Wakil Presiden. Keberadaan mereka dilandasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 137 Tahun 2024 tentang Penasihat Khusus Presiden, Utusan Khusus Presiden, Staf Khusus Presiden, dan Staf Khusus Wakil Presiden tertanggal 18 Oktober 2024.
Saat ini sudah ada tujuh penasihat khusus, tujuh utusan khusus Presiden, juga seorang staf khusus untuk Presiden Prabowo. Namun, disebutkan sumber Kompas di Istana, mereka tidak termasuk ”lingkar dalam” atau orang dekat Presiden Prabowo.
Mereka lebih sebatas memberikan masukan, pertimbangan, dan saran kepada Presiden dalam bidang-bidang tertentu karena mereka memiliki keahlian khusus.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/10/29/b2d6d92f29028d59001d5f2b81fd4cf9-Menhan2.jpg)
Di kalangan dekat Prabowo, lama dikenal adanya ”Mr SS dan Mr G” yang disebut-sebut ”lingkaran dalam” Prabowo, tetapi kini berada di luar Istana. Siapakah ”Mr SS dan Mr G” itu?
Dari cerita sumber Kompas di Istana, ”Mr SS” yang dimaksud adalah Sjafrie Sjamsuddin yang kini ditunjuk menggantikan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. Sementara ”Mr G”, yaitu teman seangkatan Prabowo di Akademi Militer, Magelang, yakni Glenny Kairupan.
Namun, orang dekat Prabowo asal Kawanua ini belum mendapat jabatan seperti lainnya, kecuali menjadi Ketua Persatuan Becak Listrik Indonesia (PHBI), sebuah organisasi yang mewadahi becak listrik yang menjadi gagasan Prabowo. Apakah nantinya Glenny akan menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI yang hingga kini masih kosong?
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/23/26b6726c-5d78-4ef5-8b3f-3faec964e15a_jpeg.jpg)
Orang terdekat Prabowo lainnya, tetapi berada di luar Istana, adalah Sufmi Dasco yang ditugaskan Prabowo sebagai Wakil Ketua DPR dan Wakil Ketua Bidang Organisasi Gerindra. DPR dinilai sangat penting bagi Presiden Prabowo, terutama saat akan mengegolkan setiap kebijakan dan program pemerintahan Prabowo-Gibran.
”Jadi, Pak Dasco jaga di DPR,” kata seorang staf di Istana yang membantu Partai Gerindra.
Bahkan, saat sebelum Prabowo dilantik sebagai Presiden pun, Dasco sangat memiliki peranan utama. Misalnya, saat perburuan calon menteri Kabinet Merah Putih, Dasco tak hanya mencari dan mengusulkan, tetapi juga menghubungi para calon jajaran Kabinet Merah Putih.
Dasco bahkan juga menjadi ”jembatan” antara Presiden Jokowi dan Prabowo, terutama saat perombakan kabinet menjelang akhir pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.
Mensesneg Pratikno saat dikonfirmasi soal peranan Dasco sebagai ”jembatan” perombakan kabinet di akhir pemerintahan Jokowi beberapa waktu lalu membenarkan, ”Detailnya tanya Pak Dasco, ya.”
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/08/15293c0f-3879-4ac1-bb14-883b4c3d183a_jpg.jpg)
Peran penting dan utama Dasco terlihat saat Presiden Prabowo mengumumkan kabinet di ruang kredensial Istana Merdeka, Jakarta, 20 Oktober malam. Di samping kanan atau sisi barat Presiden Prabowo berdiri Wakil Ketua DPR tersebut.
Sementara itu, di samping kiri (timur) berdiri Wapres Gibran. Meskipun keberadaannya di saat pengumuman kabinet pemerintahan menimbulkan tanda tanya, publik mengetahui betapa pentingnya peran Dasco.
”Lingkar dalam” utama bagi Presiden Prabowo tak lain adalah adik kandungnya sendiri, Hashim Djojohadikusumo. Meskipun tak di Istana, Presiden Prabowo menunjuk adiknya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim. Dalam waktu dekat, Hashim ditunjuk menjadi ketua delegasi dan utusan khusus dalam konferensi ke-29 Conference of the Parties (COP29) di Baku, Azerbaijan.
Sebelumnya, Hashim juga ikut menentukan saat transisi pemerintahan dari Presiden Jokowi ke Prabowo, terutama dalam perombakan kabinet. Juga saat penyusunan Kabinet Merah Putih, Hashim disebut yang mendiskusikan terakhir nama-nama calon kabinet sebelum diputuskan oleh Presiden Prabowo.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/13/54a39b8c-5555-4090-8e7c-d78f45fedc10_jpg.jpg)
Dari pantauan, meski belum masuk ke lingkungan kantor Setwapres di jalan Veteran II atau di kantor atau Istana Wapres di Jalan Medan Merdeka Selatan, tim persiapan Wapres Gibran sudah bekerja di lantai Wisma Negara.
Kompas yang pernah naik ke Lantai 5 Wisma Negara melihat aktivitas kantor kecil sekretariat dengan tulisan di atas kertas putih: Setwapres. Tulisan tersebut berada di salah satu dinding gedung lantai V Wisma Negara di Kompleks Istana Kepresidenan saat Presiden Jokowi tinggal dua hari di Istana.
Mereka yang bekerja inilah yang kini dikenal dengan ”lingkaran dalam” atau orang-orang dalam Wapres Gibran. Dari penelusuran Kompas, ada sembilan orang yang sebelumnya menjadi sekretaris pribadi Presiden Jokowi kini menjadi sekretaris pribadi Wapres Gibran.
Selain Devid Agus Yunanto yang menggantikan peran Anggit Nugroho sejak sebelum Pilpres 2024 lalu, juga ada M Haris Perdana yang menjadi Wakil Sekretaris pribadi Wapres. Keduanya dibantu oleh Ikhsan Budiarso, Elfirede Yola, Tia Narang, dan Ibnu Ranumarsaid, sebagai asisten Sespri Wapres.
Tak hanya itu. Devid cs juga dibantu oleh enam pembantu asisten Sespri, yaitu Immanuel, Rino, Rey Citra Kesuma, I Made Budi Prasatya, I Gede Respa Pranayoga, dan Riri Nurhidayat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/02/eddc736a-e026-4f95-be6e-65b4263bc1c2_jpg.jpg)
Mohammad Qodari yang sejak semula disebutkan akan menjadi Kepala Sekretariat Wapres kini justru diangkat Presiden Prabowo sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan di KSP.
”Saya tidak tahu akan jadi apa, Kasetwapres atau apa, kita lihat saja,” ujarnya saat dihubungi Kompas, Minggu (20/10/2024) petang, dari Kompleks Istana.
Tak berapa lama, Qodari benar-benar dipanggil Presiden Prabowo dan diumumkan sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan. ”Jabatan itu suatu misteri dan gaib, Mas. Saya menerima saja,” tuturnya saat disapa lagi sebelum memasuki Istana Merdeka dan diumumkan sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan.
Berikutnya, Aminuddin Ma’ruf, mantan staf khusus presiden milenial yang disebut-sebut juga mendampingi Wapres Gibran, ternyata diangkat oleh Presiden Prabowo sebagai Wakil Menteri BUMN.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/09/72e3f139-ee78-4a60-8fc2-955851a581bf_jpeg.jpg)
Hingga kini, Kasetwapres yang tengah menjabat sejak Wapres Ma’ruf Amin, Ahmad Erani Yustika, tengah cuti dan akan segera diganti. Beberapa nama disebut akan menggantikannya.
Selain Kasetpres Heru Budi Hartono, juga Deputi Protokol Pers dan Media Setpres Yusuf Permana dan Pejabat Gubernur Jawa Barat yang juga menjadi Staf Ahli Mensesneg Pratikno, Bey T Machmudin. ”Saya terserah pimpinan,” ujar Heru saat dikonfirmasi Kompas, pekan lalu di kantornya.
Adapun Yusuf menyatakan siap-siap saja di mana pun jika ditempatkan. Demikian pula Bey menjawab, ”Saya sekarang lagi kerja, Mas, sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat.”
Namun, dari informasi yang diterima Kompas, Jumat (8/11/2024), nama Yusuf Permana menguat sebagai calon kuat Kasetwapres.
Hingga kini, soal staf khusus Wapres yang memang sudah diizinkan melalui Perpres Nomor 137 Tahun 2024, Gibran masih memfinalisasinya. Ada sejumlah calon yang ada di sakunya dan segera dipanggil satu per satu.
Jadi, Wapres Gibran sebenarnya saat ini masih dibantu penuh oleh sembilan Sespri yang dialihkan dari Sespri Presiden Jokowi, selain juga ditopang sebagian jajaran Setwapres.
Penulis:
Suhartono .Editor:
Cyprianus Anto SaptowalyonoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .