Pendekatan transfer Liverpool, di bawah Slot, amat berbeda dengan tim-tim juara bertahan Liga Inggris sebelumnya. Termasuk jika dibandingkan Liverpool di era Klopp.
22 Jul 2025 08:12 WIB · Olahraga
Biasanya, sehabis meraih trofi, tim-tim juara bertahan Liga Inggris cenderung lebih pasif dalam jendela transfer musim panas. Namun, hal serupa tidak berlaku untuk Liverpool. Jelang musim kedua Pelatih Arne Slot, seusai juara liga, mereka justru jorjoran dalam pembelian pemain.
Liverpool begitu agresif dalam bursa transfer. Setelah memecahkan rekor klub dengan pembelian gelandang Florian Wirtz, mereka terus berbelanja. Penyerang Eintracht Frankfurt, Hugo Ekitike, akan segera bergabung dengan mahar total 79 juta poundsterling (Rp 1,73 triliun).
Menurut data Sky Sports, jika Ekitike resmi pindah, Liverpool semakin mengukuhkan status sebagai tim terboros di Liga Inggris. Mereka sudah mengeluarkan sekitar 295 juta poundsterling dalam jendela kali ini. Jumlah itu termasuk potensi pembayaran tambahan, tergantung pencapaian pemain.
Sebagai konteks, Liverpool tidak pernah mengeluarkan lebih dari 200 juta poundsterling dalam semusim selama kepemimpinan pelatih legendaris Juergen Klopp (2015-2024). Pengeluaran tim-tim pesaing, seperti Arsenal dan Manchester City, bahkan belum menyentuh 150 juta poundsterling.
Sebelum Ekitike, Liverpool sudah mendatangkan empat pemain. Mereka adalah Wirtz, Milos Kerkez, Jeremie Frimpong, dan Armin Pecsi. Semuanya sudah diboyong sebelum laga pertama pramusim dimulai. Adapun Liverpool baru menjual empat pemain dengan total nilai 66 juta poundsterling.
Catatan transfer membuat kekuatan finansial Liverpool terlihat semakin perkasa. ”Si Merah” mencatat defisit pengeluaran tertinggi, 229,5 juta poundsterling. Chelsea yang berada di peringkat kedua hanya mencatat hampir separuhnya (126 juta poundsterling).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/15/aa043e27-cab0-47e5-88d5-afa7f1c5f53d_jpg.jpg)
Ungkapan Klopp, tentang ketimpangan finansial antara Liverpool dan tim-tim kaya, seperti Manchester City, mendadak tidak relevan lagi. ”Tidak ada yang bisa bersaing dengan City dalam urusan itu. Apa yang bisa Liverpool lakukan? Kami tidak bisa seperti itu. Tidak mungkin,” ujarnya pada 2022.
Terlepas dari itu, Liverpool memperlihatkan hal yang tidak biasa dari tim juara bertahan. Selama satu dekade terakhir, tim juara cenderung lebih pasif pada jendela transfer musim panas. Mereka sudah percaya diri dengan skuad yang ada, hanya berupaya memperbaiki sedikit.
City, seusai juara liga di musim 2020-2021, hanya membeli satu pemain pada jendela selanjutnya. Mereka mendatangkan pemain sayap Jack Grealish untuk melengkapi serangan di sisi kiri. Adapun mereka sempat membeli enam pemain setelah kehilangan gelar dari Liverpool di musim 2019-2020.
Liverpool juga sangat pasif setelah meraih gelar liga pertama sejak 1990. Tim asuhan Klopp itu hanya memboyong tiga pemain untuk diproyeksikan ke skuad utama, antara lain Diogo Jota dan Thiago Alcantara. Nilai total pembelian di musim panas tersebut tidak lebih dari 100 juta poundsterling.
Slot agaknya mencoba bijak. Alih-alih mengulang kesalahan Klopp, dia belajar dari sang pendahulu. Sang pelatih tidak ingin Liverpool gagal mempertahankan gelar dan baru bisa juara lagi setelah bertahun-tahun. Slot meyakini, City dan Arsenal akan bangkit dari keterpurukan musim lalu.
”City akan memperkuat skuad lagi (setelah jendela musim dingin). Arsenal juga akan melakukan hal serupa. Jadi, akan bodoh rasanya jika kami tidak berupaya untuk memperkuat skuad juga. Tentu tidak mudah memperkuat tim yang sudah juara liga,” kata Slot pada Mei lalu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/11/363b9531-cdf0-4d46-a4f0-d0bc635cb6be_jpg.jpg)
Liverpool datang ke bursa dengan kesadaran penuh untuk memperkuat skuad. Saat ada pemain yang sesuai kriteria, mereka tidak ragu mengeluarkan uang. Wirtz, contohnya, langsung dibeli dari Bayer Leverkusen dan menjadi pemain termahal sepanjang sejarah Liga Inggris (116 juta poundsterling).
Slot berkata, banyak pemain hebat tersedia di pasaran. Namun, mereka belum tentu ingin pindah. Ada juga faktor persaingan dengan tim-tim besar lain. ”Itu menjadi kesulitan tersendiri. Jika mereka ingin datang, akan sangat bagus. Kami akan mencoba selama ada kemungkinan,” ujarnya.
Patut disadari, skuad Liverpool saat ini bukan dirancang sendiri oleh Slot. Itu adalah warisan dari Klopp. Selain mungkin tidak sesuai keinginan Slot, banyak juga pemain bintang sudah berada di pengujung fase emas, seperti Mohamed Salah (33) dan Virgil van Dijk (34).
Kebutuhan regenerasi diperkuat dengan data dari Transfermarkt. Rerata usia starter Liverpool pada musim lalu adalah 27,2 tahun. Itu tercatat sebagai yang tertua kelima di liga. Tambahan pemain muda, seperti Wirtz (22) dan Ekitike (23), akan menyegarkan skuad Si Merah.
Lantas, mengapa Liverpool bisa mengeluarkan uang sangat banyak tanpa penjualan yang seimbang? Hal tersebut mungkin terjadi karena mereka berhemat di musim pertama Slot. Mereka tercatat sebagai tim kedua dengan pengeluaran terendah di liga (36,4 juta poundsterling).
Liverpool hanya mendatangkan dua pemain. Salah satunya, kiper Giorgi Mamardashvili, bahkan baru bergabung dari Valencia di musim panas kali ini setelah peminjaman semusim. Alhasil, persoalan finansial bukan masalah utama sejauh ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/28/88a6bacc-5dc8-4c3c-80b5-81e69721ea7e_jpg.jpg)
Tentu Liverpool tetap akan menyeimbangkan neraca finansial tim. Mereka sedang dalam tahap negosiasi untuk menjual beberapa pemain, seperti Darwin Nunez dan Luis Diaz. Prinsip jorjoran di awal jendela dilakukan hanya demi tidak kalah cepat dengan tim-tim pesaing.
Ekitike, pembelian termahal ketiga dalam sejarah Liverpool, akan segera diresmikan dalam beberapa hari ke depan. Menariknya, Ekitike kemungkinan besar bukan pemain terakhir yang akan menjadi bagian Stadion Anfield. Liverpool tampak belum selesai berbelanja. (AP/AFP)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto