Liverpool akan menggenggam predikat juara paruh musim Liga Inggris ketujuh di era Premier League. Capaian itu bukan jaminan ”Si Merah” meraih titel liga.
25 Des 2024 14:42 WIB · Olahraga
LIVERPOOL, RABU — Kemenangan atas Leicester City pada gim boxing day, Jumat (27/12/2024) pukul 03.00 WIB, di Stadion Anfield bakal mengukuhkan Liverpool sebagai kampiun paruh musim Liga Inggris 2024-2025. Kans ”Si Merah” mengangkat trofi juara Inggris amat besar dengan probabilitas mengakhiri musim di posisi puncak sebesar 86 persen.
Leicester, merujuk performa dua gim terakhir, jelas bukan lawan yang seimbang untuk Liverpool. Pertarungan berat sebelah yang tentu memihak tim tuan rumah bakal terjadi di tengah embusan angin musim dingin yang bakal menyelimuti Anfield.
Liverpool sudah keluar dari rentetan hasil imbang pada dua gim di Liga Inggris setelah membenamkan Tottenham Hotspur, 6-3, Minggu (22/12/2024). Koleksi kemenangan ke-12 pada musim ini itu kian mengokohkan Si Merah di puncak klasemen dengan keunggulan empat poin dan tabungan satu laga atas Chelsea di posisi kedua.
Di sisi lain, Leicester mulai tenggelam dalam tren kekalahan bersama manajer anyar Ruud van Nistelrooy. Mereka menelan hasil minor beruntun dari Newcastle United dan Wolverhampton Wanderers dengan catatan kemasukan tujuh gol dan tanpa mencetak gol.
Dengan tren negatif yang dialami tim tamu, Liverpool tak akan kesulitan untuk mencetak lebih dari dua gol. Menariknya, Liverpool mencatatkan koleksi 37 gol di Liga Inggris musim ini yang setara dengan jumlah kebobolan Leicester yang telah 37 kali membiarkan lawan menggetarkan jala gawang mereka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/23/f8b5843ce4854e1ac7346b10be117f35-000_36RA9UA_1_.jpg)
Liverpool adalah tim dengan produktivitas terbaik di Liga Inggris dengan catatan 2,31 gol per gim. Adapun Leicester merupakan tim dengan pertahanan terburuk berkat kebobolan 2,06 gol per gim.
Meskipun baru akan menjalani gim ke-17 ketika para pesaing papan atas menjalani laga ke-18 di boxing day, tiga poin kontra Leicester akan memastikan Si Merah sebagai pemuncak klasemen pada paruh musim 2024-2025.
Dengan tambahan tripoin, maka Liverpool bakal mengemas 42 poin yang tidak akan bisa dikejar oleh Chelsea, setidaknya hingga pertengahan musim di pekan ke-19. Adapun pekan terakhir putaran pertama edisi 2024-2025 akan berlangsung pada 29 Desember 2024 hingga 1 Januari 2025 mendatang.
Cody Gakpo, penyerang Liverpool, menuturkan, semua pemain tidak sabar untuk menyambut laga boxing day musim ini. Pemain Liverpool, tambahnya, bersemangat untuk melanjutkan tren kemenangan serta memberikan kado Natal istimewa untuk pendukung di Anfield.
”Kami bersemangat untuk kembali bertanding dan mengejar kemenangan, itu tujuan kami. Kami tahu tujuan kami di semua kompetisi musim ini dan itu artinya kami butuh memenangi setiap laga,” tutur Gakpo dilansir laman klub, Selasa (24/12/2024).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/25/2cf2a39583b0e3a47f6efc94f7b0215c-wires_photo_3_.jpg)
Berdasarkan penilaian Opta terhadap persaingan juara Liga Inggris musim ini, Liverpool memiliki probabilitas juara sebesar 86 persen. Mereka berselisih lebar dengan tiga pesaing, yaitu Arsenal (10,3 persen), Chelsea (3,1 persen), dan Manchester City (0,6 persen).
Dalam dua pekan terakhir, persentase peluang kampiun Si Merah meningkat signifikan. Mereka dijagokan juara dengan 81,1 persen pada pekan ke-16, lalu naik sedikit menjadi 82 persen di pekan ke-17.
Oleh karena itu, kata bek dan kapten Liverpool, Virgil van Dijk, timnya berkonsentrasi penuh untuk menjalani dua gim pamungkas pada 2024 untuk menjaga posisi puncak dari para pesaing. Pemain asal Belanda itu mengakui tidak mudah untuk mempertahankan peringkat pertama setelah pergantian tahun.
”Kami ingin tetap di pucuk klasemen hingga bulan Mei nanti, tetapi kami sudah menyaksikan betapa sulitnya mempertahankan posisi ini. Kami memiliki keunggulan karena telah bermain bersama dalam waktu lama sehingga pengalaman dan kualitas adalah modal kami bersaing,” tutur Van Dijk kepada BBC Radio Merseyside.
Pernyataan Van Dijk pun penuh dasar. Ia menyadari tim pemegang predikat juara paruh musim tidak memiliki jaminan sama sekali untuk menjadi juara pada musim panas tahun depan.
Liverpool telah mengalami itu enam kali pada era Liga Primer. Mereka memimpin klasemen menjelang perayaan Tahun Baru pada edisi 1996-1997, 2008-2009, 2013-2014, 2018-2019, 2019-2020, dan 2020-2021. Dalam periode itu, Liverpool hanya bisa mengangkat trofi juara pada pengujung musim 2019-2020.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/25/d75d4ec3fc341edb350c697ca83b7d20-wires_photo_4_.jpg)
Dalam 32 musim yang telah berlangsung di Liga Primer Inggris, hanya 11 musim yang dimenangi oleh tim kampiun paruh musim. Chelsea merupakan tim dengan catatan 100 persen yang menyempurnakan predikat juara paruh musim dengan meraih titel juara sesungguhnya pada akhir musim. Hal itu dilakukan Chelsea tiga musim pada 2004-2005, 2005-2006, dan 2016-2017.
Bahkan, penguasa Liga Inggris dalam empat musim terakhir, yaitu City, hanya mampu satu edisi menjaga posisi puncak sejak pertengahan musim hingga akhir edisi kompetisi. Hal itu dicatatkan City pada edisi 2021-2022.
”Kami berkompetisi untuk posisi puncak, jadi kami harus tetap konsisten. Kami hanya fokus pada gim di depan kami tanpa memikirkan hal lain,” ucap Van Dijk.
Sementara itu, Van Nistelrooy masih mencari solusi dari cedera kiper Mads Hermansen. Penjaga gawang asal Denmark itu diganti akibat cedera pada paruh babak melawan Newcastle, 14 Desember lalu. Tanpa Hermansen, ”Si Rubah” kemasukan enam gol pada dua gim terakhir.
”Kondisinya telah meningkat, tetapi kami tidak ingin terburu-buru memainkannya. Kami akan menurunkan Mads (Hermansen) ketika sudah 100 persen fit. Jadi, kami akan melakukan penilaian tentang kondisi tim sebelum menentukan keputusan untuk gim melawan Liverpool,” ucap Van Nistelrooy pada agenda Natal bersama media dilansir laman klub.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .