Kemampuan pemain bermain multiposisi amat penting untuk bersaing di Piala Gothia 2025. Skuad LKG BRI Indonesia dilatih guna bisa bermain baik di dua posisi berbeda.
17 Jun 2025 19:13 WIB · Olahraga
BOGOR, KOMPAS — Bersaing di Piala Gothia 2025 yang berlangsung di Gotheburg, Swedia, menuntut setiap tim mampu memanfaatkan keterbatasan 18 pemain yang tersedia, terutama 16 pemain outfield alias nonkiper. Kondisi itu membuat tim LKG BRI Indonesia mengasah posisi alternatif para pemain agar mereka bisa menempati dua posisi yang benar-benar asing bagi mereka.
Latihan untuk mencoba pemain di posisi baru hadir pada sesi latihan hari kedua pemusatan latihan LKG BRI Indonesia, Selasa (17/6/2025), di Bromelia Sport Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Perubahan ekstrem dilakukan dengan mengubah posisi pemain menyerang menjadi bertahan, begitu juga sebaliknya.
Seluruh pemain dilatih simulasi laga 4 x 15 menit dengan mengemban tugas dan posisi berbeda. Pemain-pemain menyerang, seperti M Fadlan, M Fauzan Al Hadar, dan Rayina Pamungkas, diberi tugas untuk menjadi bek. Fauzan dan Rayina sempat mengalami gugup untuk menjalani peran defensif dan berjuang untuk memperebutkan bola dari lawan.
Sulit (main bertahan). Ditambah lagi lapangan licin.
Hal itu tentu berbeda dengan yang mereka jalani di klub masing-masing pada Liga Kompas U-14 Powered by BRI 2024-2025. Fauza bermain sebagai penyerang sayap di Villa 2000, sedangkan Rayina adalah penyerang sayap Babek Soccer School. Koleksi 15 gol dari Rayina merupakan kunci Babek menjadi kampiun Liga Kompas musim ini.
Dalam menempati posisi bertahan, Fauzan dan Rayina beberapa kali mendapat teriakan untuk lebih berani melakukan duel perebutan bola dari Asep Padian dan Yani Muhammad Yamin, yang merupakan anggota Tim 11.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/17/32ab03b813b52030ba1d83c72ef11a34-IMG_3806.jpeg)
Adapun Tim 11 adalah staf analis di Liga Kompas U-14 dan pemandu bakat untuk pembentukan skuad ”Laskar Kera Sakti”, sebutan LKG BRI Indonesia yang merujuk lokasi kompetisi Liga Kompas U-14 2024-2025 di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten.
Selama Liga Kompas U-14 musim ini, Fauzan dan Rayina amat minim menjalankan tugas bertahan di timnya masing-masing. Mereka merupakan pemain yang hanya fokus menjalankan skema ofensif tim.
Fauzan, misalnya, hanya mencatatkan empat tekel sukses dari sembilan percobaan, lalu tiga kali sapuan, hanya dua kali memenangi duel satu lawan satu bertahan, serta tidak satu pun melakukan intersep.
Di sisi lain, Rayina, yang menjadi pencetak gol terbanyak Liga Kompas U-14 2024-2025, sekadar mampu lakukan enam tekel sukses dari 14 teken yang dilakukan, mencatatkan dua sapuan, dua intersep, dan cuma tiga kali melakukan duel satu lawan satu dalam situasi tanpa bola.
”Sulit (main bertahan). Ditambah lagi lapangan licin,” ucap Rayina tentang kesannya bermain sebagai pemain belakang.
Asep menyebut, para pemain LKG BRI Indonesia harus meningkatkan kinerja kolektif mereka. Pemain depan tidak bisa hanya berharap rekan setimnya dalam situasi tanpa bola dan bertahan. Penyerang, tambahnya, juga harus mampu menjadi pemain bertahan pertama untuk menekan lawan sejak dini.
”Jika di klub masing-masing Fauzan dan Rayina kadarnya 80 persen menyerang dan hanya 20 persen bertahan, maka persentase bertahan itu harus ditingkatkan. Mereka tidak dilatih untuk menjadi bek, tetapi harus memahami peran defensif untuk merebut kembali bola dari lawan,” ujar Asep di sela pemusatan latihan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/17/9f6824ae6c480aba56d8cf7e8678134c-5470a8fb_c264_4d9b_887f_97b78ee239c6.jpeg)
Dari latihan rutin dan lima uji coba yang telah berjalan sejak April, Laskar Kera Sakti memiliki potensi krisis penyerang tengah ketika bertarung di Piala Gothia 2025. Hanya M Akbar Ramadhan yang mampu bermain stabil di posisi penyerang tengah.
Ketergantungan kepada satu pemain akan sangat berbahaya di Piala Gothia. Pasalnya, LKG BRI Indonesia berpeluang tampil dua laga setiap hari. Selain itu, karakter lawan-lawan juga yang dihadapi bermacam-macam di turnamen yang disebut ”piala dunia remaja” itu.
Di babak penyisihan, LKG BRI Indonesia akan bersaing dengan dua wakil tuan rumah, Ojersjo IF 1 dan AFC Eskilstuna, serta duta Inggris, Prep Schools District, pada Grup 29 Boys 15. Laskar Kera Sakti, yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia di kategori itu, akan bersaing dengan 249 tim dari 30 negara.
Untuk menjadi alternatif pemain depan, LKG BRI Indonesia mencoba bek sayap kiri Babek SS, Dimas Anggara, untuk menjadi penyerang tengah yang cepat dan klinis. Lalu, bek tengah asal Persigawa, Puma Nandhito, juga dicoba sebagai poacher. Tinggi badan Puma menjadi modal penting saat LKG BRI Indonesia membutuhkan strategi serangan dengan umpan-umpan silang di udara.
Pemilihan keduanya bukan tanpa alasan. Dimas dan Puma memiliki insting gol yang cukup baik selama Liga Kompas U-14 2024-2025. Dimas mampu mencetak enam gol dan Puma mencetak dua gol.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/16/2eca3f0508ec7d6b6b302acd8d1f0ccd-IMG_3736.jpeg)
”Kami harus memanfaatkan potensi-potensi pemain yang cukup baik dalam menyerang. Peran mereka akan sangat berguna untuk melakukan rotasi dan mencari alternatif dari berbagai situasi pertandingan di Piala Gothia,” kata Asep.
Sementara itu, pos di jantung permainan juga dilakukan otak-atik. Lutfi Helmi Hanafi, yang umumnya ditempati sebagai gelandang bertahan dan penyerang di Oneway SS, dipatenkan untuk menempati peran gelandang serang.
Kemampuannya untuk memahami ruang di lini tengah serta menyajikan umpan progresif akurat menjadi bekal penting untuk menjadi motor serangan Laskar Kera Sakti. Dari catatan kompetisi Liga Kompas U-14 musim ini, Lutfi adalah pemain dengan kuantitas operan sukses terbanyak, yaitu 293 operan.
Sebagai pematangan dari hasil latihan intensif selama dua hari awal pemusatan latihan jelang Piala Gothia 2025, LKG BRI Indonesia akan menghadapi tim akademi Dewa United, Rabu (18/6/2025) pagi. Lokasi uji tanding itu di Pusat Latihan Dewa United, Megamendung, Kabupaten Bogor.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul