LKG BRI Indonesia Mulai Pemusatan Latihan demi Juara di Piala Gothia 2025

Kurang dari satu bulan sebelum berjuang di Piala Gothia 2025, tim LKG BRI Indonesia perkuat pola permainan dan mental bertanding.

16 Jun 2025 20:08 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

BOGOR, KOMPAS — Tim LKG BRI Indonesia, yang terdiri dari 18 pemain pilihan dan terbaik Liga Kompas U-14 2024-2025, dikepung oleh tiga tim Eropa pada babak penyisihan Piala Gothia 2025. Demi tampil apik di Gothenburg, Swedia, ”Laskar Kera Sakti” memulai persiapan intensif melalui pemusatan latihan terpusat di Bromelia Sport Center yang berada di kawasan puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dari 16 Juni hingga 23 Juni.

Berdasarkan hasil undian fase grup, akhir pekan lalu, LKG BRI Indonesia masuk ke dalam Grup 29 kategori Boys 15 pada Piala Gothia 2025. Dua tim tuan rumah, yaitu Ojerso IF 1 dan AFC Eskilstuna, serta tim dari Inggris, Prep Schools District, bakal menjadi penantang LKG BRI Indonesia untuk memperebutkan tiket ke fase gugur.

LKG BRI Indonesia merupakan satu-satunya wakil Indonesia di kategori Boys 15. Pada Piala Gothia edisi ke-50 tahun, Indonesia diwakili oleh lima tim di lima kategori berbeda.

Academy Persib Cimahi akan bertarung di Boys 13, Papua Football Academy di Boys 14, lalu SDN Srengseng 01 akan bermain di Girls 13, serta Special Olympics Indonesia akan tampil untuk memperebutkan gelar juara di kategori Gothia Special Olympics Trophy (GSOT).

Lutfi Helmi, gelandang LKG BRI Indonesia, menguasai bola di tengah kawalan rekannya, Radithya Javas, pada pemusatan latihan jelang Piala Gothia 2025, Senin (16/6/2025), di Bromelia Sport Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selain aspek permainan, pemain juga dibekali sisi mental bertanding.

Khusus untuk skuad LKG BRI Indonesia akan bersaing dengan 248 tim dari 31 negara berbeda demi membawa pulang trofi juara Boys 15. Kategori boys 15 adalah kelompok turnamen yang paling banyak peserta pada Piala Gothia 2015.

Dengan persaingan yang tidak mudah, LKG BRI Indonesia memulai pemusatan latihan intensif selama satu pekan di kawasan puncak. Pematangan taktik, teknik, hingga faktor psikologis pemain menjadi fokus selama menjalani pemusatan latihan selama satu pekan.

Selain itu, iklim sejuk di puncak yang bersuhu 21-26 derajat celsius menjadi kesempatan pemain beradaptasi dengan iklim serupa di Gothenburg. Meskipun sudah memasuki musim panas, Gothenburg bersuhu kisaran 18-24 derajat celsius selama turnamen Piala Gothia berlangsung, 13-19 Juli 2025.

Eddy, asisten pelatih LKG BRI Indonesia, menuturkan, sesi latihan perdana pada pemusatan latihan yang berlangsung, Senin (16/6/2025) sore, bertujuan mematangkan pola-pola menyerang dan bertahan tim. Dalam sesi latihan yang berlangsung hampir dua jam, pemain dibagi ke dalam dua kelompok yang terdiri dari pemain-pemain menyerang dan bertahan.

Gelandang LKG BRI Indonesia, Aldo Julian, berjuang melindungi bola dark tekanan bek, Abdullah Husain, pada sesi pemusatan latihan pada sesi pemusatan latihan jelang Piala Gothia 2025, Senin (16/6/2025), di Bromelia Sport Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selain aspek permainan, pemain juga dibekali sisi mental bertanding.

Pemain yang berposisi sebagai penyerang, gelandang serang, dan penyerang sayap berusaha mengalirkan operan-operan pendek untuk membuka pertahanan yang disusun pemain belakang. Untuk pemain-pemain belakang, mereka ditugaskan untuk aktif melakukan pressing.

Situasi juga dilakukan sebaliknya. Pemain menyerang diminta melakukan pressing tinggi ketika pemain bertahan mencoba membangun serangan. Adapun pemain belakang yang dalam kondisi menguasai bola dituntut untuk mampu mengalirkan bola hingga ke sisi tengah lapangan.

Mempelajari lawan

Selain mempersiapkan kekuatan diri sendiri, Eddy mengungkapkan, dirinya dan pemain juga sudah mulai menghimpun informasi tentang calon lawan setidaknya di fase grup. Menurut Eddy, calon lawan dari Eropa umumnya memiliki keunggulan postur fisik yang harus diwaspadai.

”Saya dan anak-anak juga sudah sama-sama saling mencari informasi untuk mempelajari lawan. Kami yakin memiliki kemampuan untuk bersaing demi lolos ke babak berikutnya,” ujar Eddy yang mendampingi Pelatih Kepala LKG BRI Indonesia Tb Wahyudin Syah.

Pemain LKG BRI Indonesia menjalani sesi latihan pola permainan pada hari pertama pemusatan latihan pada sesi pemusatan latihan jelang Piala Gothia 2025, Senin (16/6/2025), di Bromelia Sport Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selain aspek permainan, pemain juga dibekali sisi mental bertanding.

Pada sesi latihan pertama, sejumlah pemain mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan suhu udara dan kelembaban yang rendah. Beberapa kali mayoritas dari pemain merasakan keletihan yang lebih cepat dibandingkan dengan latihan-latihan yang bisa mereka lakukan selama ini.

”Susah bernapas saat awal-awal latihan. Saya mencoba beradaptasi untuk bermain di wilayah yang dingin. Pemusatan latihan ini penting bagi saya dan teman-teman untuk menyesuaikan diri bermain dengan suhu rendah,” tutur penyerang sayap, Muhammad Akbar Ramadhan.

Memasang target pribadi

Selain mengasah kemampuan kolektif dan individu di lapangan, para pemain juga menjalani sesi bersama Ikatan Psikologi Olahraga (IPO). Pembekalan bersama IPO dimaksudkan untuk mempertebal kemampuan mental para pemain sehingga mereka bisa mencapai level kemampuan mereka di Piala Gothia 2025.

Sesi perdana bersama IPO, Senin siang, dilakukan oleh Sekretaris Jenderal IPO Taru Guritna. Para pemain LKG BRI Indonesia menjalani metode imaginary dan mirroring. Metode imaginary dilakukan dengan meminta pemain menggambar pemain idola dan panutan mereka di posisi masing-masing.

Para pemain LKG BRI Indonesia tengah menggambar sosok pemain idola mereka dalam sesi bersama Ikatan Psikologi Olahraga (IPO) pada hari pertama pemusatan latihan pada sesi pemusatan latihan jelang Piala Gothia 2025, Senin (16/6/2025), di Bromelia Sport Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selain aspek permainan, pemain juga dibekali sisi mental bertanding.

Selanjutnya, pemain diminta untuk menilai tiga aspek yang meliputi fisik, teknik, dan kepribadian dari pesepak bola idola yang menjadi nilai panutan bagi mereka. Sementara itu, metode mirroring adalah kesempatan kepada pemain untuk memberi penilaian sekaligus membandingkan kemampuan mereka saat ini dengan pemain idola mereka.

”Para pemain yang berusia remaja sangat imajinatif sehingga kami memberlakukan metode untuk mereka memotivasi diri dengan hal-hal yang mereka sukai. Dua metode yang kami jalankan ini dimaksudkan agar para pemain menentukan target selama mengikuti pemusatan latihan. Jadi nanti di akhir pemusatan latihan kami bisa menilai komitmen mereka untuk berkembang,” ujar Taru.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan