BULU TANGKIS

Lolos ke Semifinal, Amri/Nita Raih Medali Kejuaraan Dunia

Amri/Nita melanjutkan langkah dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis dengan lolos ke semifinal. Tantangan berikutnya datang dari ganda campuran nomor satu dunia.

21 Agt 2026 15:53 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

NEW DELHI, JUMAT — Tanpa pernah menjuarai ajang besar, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menembus persaingan tingkat tinggi di Kejuaraan Dunia. Dengan mencapai semifinal, ganda campuran ranking ke-20 dunia itu berhak mendapatkan medali.

Medali perunggu sudah berada di tangan Amri/Nita ketika mengalahkan pasangan Taiwan, Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang, di Stadion Indira Gandhi, New Delhi, India, Jumat (21/8/2026). Mereka menang dengan skor 21-18 21-9.

Sehari sebelum berhadapan dengan unggulan ke-11 tersebut, Amri/Nita menyingkirkan pasangan Taiwan lain yang berstatus unggulan kesembilan dan merupakan juara All England. Mereka juga menang dua gim atas Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan.

Nita Violina Marwah bertahan dari serangan lawan pada perempat final ganda campuran Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Jumat (21/8/2026). Amri Syanawi/Nita lolos ke semifinal.

Sejak berpasangan pada Agustus 2024, ini menjadi perjalanan terjauh Amri/Nita dalam kejuaraan besar. Sebelumnya, Amri/Nita baru bisa mencapai perempat final pada turnamen Super 750 ke atas, yaitu di All England Super 1000, Maret 2026. Adapun pada turnamen level menengah, Amri/Nita hanya pernah menjadi semifinalis di Thailand Terbuka dan Korea Terbuka Super 500 pada 2025.

Mereka menjadi bagian dari ganda campuran pelatnas utama yang berulang kali mengalami pergantian pasangan. Amri pernah berpasangan dengan Winny Oktavina Kandow dan Indah Cahya Sari Jamil. Sementara Nita lama bermain bersama Adnan Maulana sebelum berduet dengan Amri. Namun, dengan siapa pun berpasangan, baik Amri maupun Nita selalu kesulitan menembus persaingan elite ganda campuran.

Quote

Banyak lika-liku dalam persiapan kami ke sini, tidak cukup banyak waktu, tetapi kami terus berusaha. Target memang dapat medali, tetapi kami tidak menyangka bisa melewati situasi yang bisa dibilang cukup sulit ini.

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah meluapkan kegembiraan usai memenangi perempat final ganda campuran Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Jumat (21/8/2026). Amri/Nita mengalahkan Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang (Taiwan).

Tiket Kejuaraan Dunia pun baru diperoleh saat Amri berusia 27 tahun dan Nita 25 tahun. Di tengah minimnya prestasi ganda campuran dan masalah yang menerpa sektor ganda campuran, dengan adanya pergantian pelatih dan pelanggaran integritas atlet, Amri/Nita memanfaatkan kesempatan bermain di Kejuaraan Dunia semaksimal mungkin hingga mendapat medali.

”Banyak lika-liku dalam persiapan kami ke sini, tidak cukup banyak waktu, tetapi kami terus berusaha. Target memang dapat medali, tetapi kami tidak menyangka bisa melewati situasi yang bisa dibilang cukup sulit ini,” kata Amri.

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah bermain melawan Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang (Taiwan) dalam perempat final ganda campuran Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Jumat (21/8/2026). Amri/Nita lolos ke semifinal.

Mereka harus mengalahkan ganda campuran nomor satu dunia, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China), jika ingin mengubah medali perunggu ke perak atau emas. Tantangan akan sangat berat karena Amri/Nita selalu kalah dalam empat pertemuan sebelumnya dan hanya bisa merebut satu gim. Salah satu kekalahan terjadi pada pertemuan terakhir, pada babak kedua Kejuaraan Asia di Ningbo, China, April. Amri/Nita kalah 10-21, 15-21.

”Target yang diberikan kepada kami bisa tercapai, tetapi belum selesai. Kami masih belum puas, akan kasih yang terbaik buat besok biar bisa lebih lagi warna medalinya,” lanjut Amri.

Dari tiga wakil Indonesia yang tampil pada perempat final sesi siang, hanya Amri/Nita yang menang. Ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum dihentikan lawan masing-masing dalam dua gim. Febriana/Meilysa kalah dari unggulan ketiga, Baek Ha-na/Lee So-hee (Korea Selatan) 11-21, 11-21, adapun Rachel/Febi dikalahkan Li Yi Jing/Luo Xu Min (China/8) 13-21, 14-21.

Indonesia's Febriana Dwipuji Kusuma, right, and Meilysa Trias Puspita Sari play against South Korea's Baek Ha-na and Lee So-hee during a quarterfinal match of the Badminton World Championships in New Delhi, India, Friday, Aug. 21, 2026. (AP Photo/Manish Swarup)

”Hari ini memang tidak mudah, kami sudah menyiapkan beberapa pola dan sudah coba menerapkannya tadi. Namun, mereka sudah begitu siap dan alot sekali, ditambah kami pun kurang sabar dan akhirnya melakukan kesalahan,” kata Febriana.

Tanpa wakil ganda putri dan tunggal putri yang tersisa, tim ”Merah Putih” masih bisa berharap pada pemain tunggal dan ganda putra untuk mengikuti langkah Amri/Nita. Pada perempat final, Jumat malam, Alwi Farhan akan berhadapan dengan Chou Tien Chen (Taiwan), sementara Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melawan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan yang juga mewakili Taiwan.

Alwi tertinggal 1-2 dari Chou, tetapi memiliki bekal kemenangan dari pertemuan terakhir yang terjadi pada babak kedua All England. Fajar/Fikri juga unggul atas Lee/Yang dari pertandingan yang berlangsung pada semifinal Korea Terbuka 2025.

South Korea's Lee So-hee ,left, and teammate Baek Ha-na play against Indonesia's Febriana Dwipuji Kusuma and Meilysa Trias Puspita Sari during a quarter final match of the Badminton World Championships in New Delhi, India, Friday, Aug. 21, 2026. (AP Photo/Manish Swarup)

Sementara pengunduran diri pemain sebelum bertanding karena cedera/sakit terjadi kembali. Ganda campuran Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, memberikan kemenangan tanpa tanding dalam perempat final pada Thom Gicquel/Delphine Delrue (Perancis) karena cedera lutut yang dialami Puavaranukroh. Dengan alasan sama, tunggal putri Jepang, Nozomi Okuhara, juga mundur sebelum melawan Pornpawee Chochuwong (Thailand).

Sehari sebelumnya, persaingan sesama ganda putra Malaysia batal terjadi di babak ketiga karena Tee Kai Wun sakit. Aaron Chia/Soh Wooi Yik pun menang walkover (WO) atas Man Wei Chong/Tee.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata