Loncatan Emas Diva Renatta Setinggi Mimpinya

Peloncat galah Diva Renatta Jayadi tahu batasan bisa ditembus, kekalahan masa lalu bisa dibayar. Loncatan emasnya di SEA Games 2025 pun basuh dahaga 22 tahun.

11 Des 2025 20:25 WIB · Olahraga

KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

Oleh Rebiyyah Salasah dari Bangkok, Thailand

Sekalinya berhasil meraih medali di SEA Games, Diva Renatta Jayadi langsung membawa pulang emas loncat galah putri. Loncatan paling tinggi se-Asia Tenggara sekaligus memecahkan rekor SEA Games, 4,35 meter, itu sudah cukup bagi Diva membalaskan ”dendam” masa silam dan melecut motivasinya untuk menggapai impian lebih besar lagi, yakni Olimpiade.

Tangisan Diva pecah. Kali ini tak tertahankan lagi hingga dia menangis sembari tersujud. Medali emas yang bertahun-tahun pemegang rekor nasional ini nantikan akhirnya ada dalam genggaman pada perlombaan loncat galah putri SEA Games Thailand 2025 di Stadion Supachalasai, Bangkok, pada Kamis (11/12/2025) malam WIB.

Pelatih, rekan sesama pemusatan latihan atletik, dan para pendukung dari Indonesia turut terharu dengan penampilan Diva. Mereka mengibarkan bendera Merah Putih yang akhirnya diberikan kepada Diva untuk dikibarkan.

”Tidak bisa digambarkan sesenang apa, yang jelas senang sekali karena terbayarkan semua perjuangan pas latihan, yang banyak nangis, sampai napas rasanya mau habis, semua terbayarkan di sini,” ujar Diva yang kembali menangis.

Diva sebenarnya sudah memastikan medali emas dengan loncatan setinggi 4,15 meter setelah sempat gagal sekali. Tak ada yang mampu menyamai atau bahkan menandingi loncatannya, termasuk wakil tuan rumah, Khabut Chonthicha, yang gagal dalam tiga kali percobaan 4,15 meter.

Walakin, Diva merasa perlu meloncat lebih tinggi lagi untuk menjajal rekor nasional yang pernah dipecahkannya tahun ini sekaligus memecahkan rekor SEA Games setinggi 4,30 meter. Tanpa kendala, Diva mencapainya. Semangatnya pun kian menyala, apalagi penonton bersorak untuknya.

Peloncat galah putri Indonesia, Diva Renatta Jayadi, meraih medali emas SEA Games Thailand 2025 di Stadion Supachalasai, Bangkok, pada Kamis (11/12/2025) malam WIB. Dengan loncatan 4,35 meter, Diva menjadi peloncat terbaik sekaligus pemecah rekor SEA Games.

Akhirnya, setelah berdiskusi dengan salah satu pelatihnya, Frederick Saputra, Diva memasang ketinggian 4,35 meter. Seperti pada percobaan 4,30 meter, Diva menuntaskannya dengan sempurna. Peloncat galah berusia 23 tahun ini berlari, meloncat, melentingkan badan, dan mendarat tanpa mengenai mistar.

Bahkan, setelah keberhasilan yang membuat tangis pecah itu, Diva sebenarnya masih ingin meloncat setinggi 4,40 meter yang sudah da capai berkali-kali di latihan. Namun, pelatih menyarankannya untuk berhenti. ”Kalau dipaksakan takutnya cedera. Pecah dua rekor saja sudah melelahkan,” kata Frederick.

Seperti itulah Diva. Ia adalah peloncat galah sejati yang ingin terus menembus batas dengan meloncat lebih tinggi. Begitu jugalah keinginannya yang tidak ingin hanya berhenti di SEA Games.

Impian Diva adalah menembus Olimpiade, menjadi peloncat galah pertama Indonesia yang lolos via kualifikasi. Impian ini terus disampaikan Diva, berulang-ulang, terutama ketika berhasil meraih prestasi.

”Aku sangat sangat ingin lolos Olimpiade. Ini langkah awal yang makin bikin aku semangat buat latihan lagi, pecah rekor lagi. Apalagi sekarang rekor nasional masih milik aku dan ditambah rekor SEA Games. Semoga aku bisa segera mencapai ke sana,” ujar anak mantan peloncat galah Indonesia, Nunung Jayadi dan pelari gawang, Dedeh Erawati.

Peloncat galah putri Indonesia, Diva Renatta Jayadi, meraih medali emas SEA Games Thailand 2025 di Stadion Supachalasai, Bangkok, pada Kamis (11/12/2025) malam WIB. Dengan loncatan 4,35 meter, Diva menjadi peloncat terbaik sekaligus pemecah rekor SEA Games.

Tuntaskan rasa penasaran

Diva mempersembahkan medali emas pertama tim atletik Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Istimewanya lagi, medali emas ini membasuh dahaga loncat galah putri yang lebih dari 20 tahun paceklik medali emas.

Terakhir kali Indonesia meraih emas adalah lewat aksi Ni Puti Desi Margawati di SEA Games Hanoi, Vietnam 2003. Pada edisi sebelumnya di Kuala Lumpur, Malaysia 2001, Desi juga meraih medali emas.

Medali emas juga merupakan medali perdana Diva di SEA Games. Ia benar-benar bahagia karena bisa menuntaskan kekalahan pada masa silam yang membuatnya penasaran, gregetan, dan kesal sekaligus karena pulang dengan tangan hampa pada dua kali partisipasi di SEA Games.

Prestasi tertinggi di SEA Games plus rekor yang ia pecahkan ini adalah hadiah yang layak bagi Diva yang juga datang dengan lebih dewasa. Tak hanya datang dengan loncatan yang kian tinggi setelah pecah rekor nasional 4,30 meter pada 30 Maret 2025, Diva juga  mampu menjaga fokus saat berlomba, tidak seperti dua edisi sebelumnya. Ia mengaku tanpa terganggu apa pun, termasuk hasil yang diraih lawan ataupun cuaca yang sedikit berangin.

Saat debut di SEA Games Filipina 2019, Diva hanya mampu finis pada posisi keempat dengan loncatan setinggi 3,80 meter. Diva kalah dari peraih perunggu yang kembali jadi lawannya di Thailand 2025, Khabut Chonthicha, dengan loncatan 4 meter.

Tiga tahun berselang, ketika sudah mampu menembus ketinggian 4 meter, Diva sebenarnya siap melampaui pencapaian sebelumnya. Namun, Diva tak diikutsertakan di Vietnam 2021 yang digelar 2022 karena pandemi Covid-19.

Peloncat galah putri Indonesia, Diva Renatta Jayadi, meraih medali emas SEA Games Thailand 2025 di Stadion Supachalasai, Bangkok, pada Kamis (11/12/2025) malam WIB. Dengan loncatan 4,35 meter, Diva menjadi peloncat terbaik sekaligus pemecah rekor SEA Games.

Kesempatan itu terbuka lagi di SEA Games Kamboja 2023 ketika Diva semakin matang. Kemampuannya pun sudah meningkat. Terlebih, peraih medali emas di Asian Youth Games 2018 ini punya bekal pernah mencatatkan loncatan 4,15 meter di Kejuaraan Thailand Terbuka 2022.

Namun, di Kamboja, medali itu masih belum juga menjadi milik Diva. Loncatan Diva setinggi 4 meter sebenarnya sama dengan Natalie Uy yang akhirnya meraih perunggu. Jika terjadi seri, atlet dengan kegagalan paling sedikit pada ketinggian tersebut dinyatakan sebagai pemenang. Uy mencatatkan kegagalan lebih sedikit.

Setelah dua edisi, Diva akhirnya membawa pulang medali dari SEA Games. Loncatan Diva setinggi impiannya menjadi peloncat galah Indonesia pertama yang menembus Olimpiade. Medali emas dari Thailand 2025 melecut mimpinya.

Selain Diva, Maria Andriani Melabessy mempersembahkan medali untuk Indonesia dari loncat galah. Maria meraih perunggu dengan loncatan 3,90 meter.

Adapun dua medali perak dipersembahkan Lalu Muhammad Zohri pada nomor lari 100 meter putra dan Putra Wahyudi pada 1.500 meter putra. ”Sedikit membayar kegagalan di Kamboja 2023 dan Vietnam 2021, tapi tentu enggak puas. Cuma ini sudah hasil maksimal yang bisa saya berikan,” ujar Zohri.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah dari Bangkok, Thailand
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase