Brentford adalah awal dari parade akhir Arsenal di London demi memburu trofi Liga Inggris. Arsenal mewaspadai kecenderungan penurunan poin jelang musim berakhir.
11 Feb 2026 20:46 WIB · Olahraga
AFP
LONDON, KAMIS — Secara perhitungan matematika, Arsenal hanya membutuhkan 34 poin dari 13 laga tersisa Liga Inggris untuk mengakhiri 21 tahun dahaga trofi kompetisi itu. Kunci ”Si Meriam” untuk meraih gelar justru berada di ”rumah”, yakni London.
Alasannya, enam pertandingan tersisa Arsenal akan dilaksanakan di London. Hal itu dimulai dengan derbi kontra Brentford, Jumat (13/2/2026) pukul 03.00 WIB, di Stadion Komunitas Gtech.
Dengan menyapu bersih laga di London, Arsenal berpeluang besar mengakhiri kutukan ”bridesmaid” alias pendamping pengantin. Hal itu merujuk predikat ”pengantin” untuk tim yang merayakan musim sebagai juara Liga Inggris.
Brentford bukan tim yang dengan mudah memberikan tiga poin bagi sang pemuncak klasemen. Tren positif ”Si Lebah”, julukan Brentford, selama bulan Februari menaikkan kewaspadaan Arsenal.
Memulai bulan kasih sayang dengan mengalahkan tim peringkat ketiga, Aston Villa, kemudian dilanjutkan menumbangkan Newcastle United, adalah bukti Brentford dalam situasi ruang ganti yang mengagumkan. Apalagi, dua laga sengit itu dimenangi di kandang lawan.
Selain itu, dalam empat musim duel kedua di Liga Primer Inggris, Brentford kerap menyulitkan Arsenal. Dua kali mereka menahan Si Meriam di Stadion Emirates, yaitu pada musim 2022-2023 dan 2024-2025. Setelah menghadapi Brentford, Arsenal bakal menjalani lima derbi London tersisa dengan rincian tiga pertandingan tandang dan dua laga kandang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/01/14ba9d303f32fe025844e32a535fdc86-wires_photo_2026_02_01T023942.446.jpg)
Mereka akan bertandang ke markas Tottenham Hotspur dan West Ham United, serta menjalani laga pamungkas musim ini di kandang Crystal Palace. Di Stadion Emirates, Martin Odegaard dan kawan-kawan akan menjamu Chelsea dan Fulham.
Arsenal pun masih akan menghadapi rival langsungnya, Manchester City, di Stadion Etihad pada 18 April mendatang. Serupa musim 2022-2023, pertemuan kedua tim itu berpeluang besar menentukan kampiun pada musim panas ini.
Ketika Andrews tengah berada dalam trek untuk membawa Brentford menuju kompetisi Eropa, pendahulunya, (Thomas) Frank, justru dipecat oleh Spurs per Rabu.
Kondisi itu membuat Manajer Arsenal Mikel Arteta membuang jauh-jauh anggapan timnya paling diunggulkan untuk meraih trofi juara Liga Inggris edisi 2025-2026. Misalnya, Opta menyebut kans Arsenal kampiun Inggris mencapai 90 persen.
Kata Arteta, keunggulan enam poin timnya atas City tidak ada artinya. Pernyataan Arteta menyiratkan trauma yang masih membekas di dalam skuad Arsenal pada musim 2022-2023. Tiga musim lalu, Arsenal tetap finis di peringkat kedua meskipun sempat unggul delapan poin atas City pada periode Januari-Februari 2023.
”(Keunggulan poin) itu tidak berarti apa-apa. Kami masih memiliki banyak pertandingan untuk meraih apa yang kami inginkan. Jadi, kami tidak boleh fokus dengan posisi klasemen saat ini,” tutur Arteta dilansir laman klub pada konferensi pers jelang laga kontra Brentford, Rabu (11/2/2026).
”Untuk saat ini, kami telah melakukan pekerjaan kami dengan baik. Kami akan terus menilai dan berusaha untuk meningkatkan diri sehingga siap menghadapi Brentford,” ucapnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/11/547125b232b41341f235efa1a19bcb71-Screenshot_158_.png)
Sementara Keith Andrews, Manajer Brentford, memuji kohesi timnya yang mampu memenangi dua laga tandang terakhir. Penampilan itu membantu Si Lebah berada di zona tujuh besar klasemen. Kemenangan itu membuka kans mereka tampil di kompetisi antarklub Eropa musim depan.
”Kami memiliki kelompok pemain yang istimewa. Saya merasakan para pemain semakin mengenal satu sama lain, memahami kualitas mereka sebagai seseorang, dan menyadari kemampuan mereka sebagai pemain. Saya senang menyaksikan pertumbuhan kami,” kata Andrews yang menggantikan Thomas Frank di Brentford pada awal musim ini.
Andrews mengungkapkan ambisi timnya untuk memberikan kesulitan bagi Arsenal di kandang. Tujuan Si Lebah adalah melanjutkan tren positif kontra Arsenal.
Demi menjaga konsistensi di puncak klasemen, Arsenal wajib menyapu bersih tiga pertandingan tersisa pada bulan Februari yang dijalani di kandang lawan menghadapi Brentford, Wolverhampton Wanderers, dan Spurs.
Sapu bersih tiga laga itu penting bagi Arsenal untuk menjaga kepercayaan diri dan kondisi mental untuk menjalani adu sprint dengan City pada tiga bulan pamungkas musim ini.
Berkaca pada musim 2022-2023, Arsenal mencatatkan rerata 2,38 poin per laga pada periode Agustus 2022 hingga Februari 2023. Angka itu adalah jumlah poin tertinggi Arsenal sejak musim tak terkalahkan pada 2003-2004.
Namun, Arsenal gagal menjaga momentum meskipun City sempat menelan kekalahan pada Februari 2023. Hasil buruk pada bulan Februari itu memengaruhi mental Arsenal sehingga melepas keunggulan delapan poin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/26/a33227903c4b29bff2c02c1067236c5d-wires_photo_2025_09_26T053632.207.jpg)
Si Meriam hanya mencatatkan 1,93 poin per laga pada periode Maret-Mei 2023 yang menyebabkan mereka harus ikhlas menyaksikan City mengangkat trofi Liga Inggris saat itu. Pada musim ini, Arsenal sudah menjalani 25 laga dengan koleksi rata-rata 2,24 poin per laga. Angka itu merupakan catatan perolehan poin terbesar dalam satu dekade terakhir setelah edisi 2022-2023.
Dalam empat musim terakhir, Arsenal rata-rata mengumpulkan 2,1 poin per laga dari awal musim hingga pengujung Februari. Mereka cenderung mengalami penurunan poin pada tiga musim terakhir karena hanya satu musim mencatatkan lebih dari 2 poin per laga, yaitu 3,1 poin per laga di musim 2023-2024.
Pada musim 2021-2022, 2022-2023, dan 2024-2025, poin rata-rata yang dikumpulkan pada tiga bulan pamungkas musim adalah maksimal 1,93 poin per laga.
Ketika Andrews tengah berada dalam trek untuk membawa Brentford menuju kompetisi Eropa, pendahulunya, Frank, justru dipecat oleh Spurs per Rabu (11/2/2026). Frank gagal memberikan Spurs kemenangan pada delapan laga terakhir sejak pergantian tahun.
Hasil itu menyebabkan Spurs duduk di peringkat ke-16. Mereka hanya unggul lima poin dari zona degradasi.
Padahal, pada pekan ketujuh musim ini, Spurs sempat duduk di peringkat ketiga dan hanya berjarak dua poin dari Arsenal yang memuncaki klasemen. Jarak poin kedua tim mencapai 27 poin ketika Spurs memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Frank. (AFP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar