Perahu motor yang mengangkut delapan orang terbalik dihantam ombak saat mesinnya mati di sekitar muara di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
25 Des 2024 16:19 WIB · Kriminalitas
PADANG, KOMPAS — Seorang penumpang meninggal dunia dan tiga lainnya hilang saat perahu motor longboat terbalik saat hendak merayakan Natal di Kecamatan Siberut Barat Daya, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Tim pencarian dan pertolongan masih mencari tiga korban yang hilang.
Peristiwa itu terjadi di Muara Masi, Desa Sagulubbeg, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rabu (25/12/2024 sekitar pukul 08.00 WIB. Longboat tersebut mengangkut delapan orang, termasuk operator perahu.
”Lima orang sudah ditemukan, satu di antaranya meninggal dunia. Tiga orang lagi sedang dalam pencarian,” kata Rusmayudi (42), warga Desa Sagulubbeg, ketika dihubungi dari Padang, Rabu siang.
Yudi menjelaskan, longboat itu berlayar dari Pelabuhan Peipei, Desa Pasakiat Taileleu, Siberut Barat Daya, menuju Dusun Masi, Desa Sagulubbeg, sekitar pukul 06.00 WIB. Tiba di Muara Masi, mesin perahu mati karena terkena karang.
”Saat mati mesin itu, (perahu) kena ombak besar sampai terbalik,” ujar Yudi. Para penumpang pun berupaya menyelamatkan diri ke pantai. Lima orang tiba di pantai, tetapi satu orang di antaranya meninggal dunia karena tenggelam.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/25/ccc1d172f31c7850dd3aa6e18fd69d7f-WhatsApp_Image_2024_12_25_at_15.39.06.jpeg)
Menurut Yudi, tiga penumpang yang belum ditemukan adalah Berdanus dan dua putrinya yang seusia siswa taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). Penumpang yang meninggal dunia adalah putri sulung Berdanus bernama Bernita yang seusia sekolah menengah atas (SMA).
Sementara itu, istri Berdanus yang bernama Pita dan kakak laki-laki Pita yang bernama Suhery selamat dalam insiden ini. Begitu pula dengan operator perahu yang bernama Ujang dan warga lain yang bernama Luther.
”Satu keluarga tersebut berangkat dari Peipei hendak libur Natal di tempat kakeknya (ayah Pita) di Sagulubbeg. Mareka berlabuh di Muara Masi,” kata Yudi, yang juga guru di SD 08 Sagulubbeg.
Secara terpisah, Kepala Kantor SAR Kelas B Kepulauan Mentawai Rudi mengatakan, timnya sedang mencari tiga korban yang hilang. ”Tim kami masih di lapangan melakukan pencarian,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/25/fe5fb624013d52900408c2eec3764927-WhatsApp_Image_2024_12_25_at_15.40.47.jpeg)
Menurut Rudi, longboat tersebut terbalik akibat terempas ombak besar. Cuaca buruk masih terjadi di lokasi dengan gelombang setinggi 2,5 meter dan angin kencang. ”Kendala kami cuaca buruk, tetapi kami berupaya semaksimal mungkin,” katanya.
Terkait dengan cuaca maritim, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur memberikan peringatan dini terkait dengan prakiraan cuaca maritim untuk wilayah perairan Sumbar dan Bengkulu pada 25 Desember 2024 pukul 19.00 WIB hingga 26 Desember 2024 pukul 07.00 WIB.
BMKG meminta warga mewaspadai potensi gelombang laut yang mencapai 1,7 meter di perairan utara Pulau Siberut, gelombang 2 meter di perairan Bengkulu-Enggano, gelombang 2,6 meter di perairan Samudra Hindia bagian barat Bengkulu.
Selain itu, warga diminta mewaspadai angin kencang, yakni lebih dari 20 knot, di perairan Bengkulu-Enggano dan Samudra Hindia bagian barat Mentawai-Bengkulu.
Penulis:
Yola SastraEditor:
Mukhamad KurniawanPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .