Aktivitas warga di hampir seluruh wilayah Kota Bekasi lumpuh akibat banjir dari luapan Kali Bekasi.
04 Mar 2025 17:38 WIB · Metro
BEKASI, KOMPAS — Luapan air dari Kali Bekasi membanjiri nyaris seluruh wilayah Kota Bekasi di Jawa Barat. Aktivitas warga tersendat karena permukiman hingga pusat perbelanjaan terendam banjir hingga lebih dari 3 meter. Warga menanti solusi konkret dari pemerintah.
Kali Bekasi meluap karena hujan deras di kawasan hulu (Bogor) dan hujan lokal di Kota Bekasi. Setidaknya 20 titik pada tujuh kecamatan kebanjiran hingga Selasa (4/3/2025) sore.
Pondok Gede Permai dan Villa Jatirasa paling terdampak dengan ketinggian banjir hingga lebih dari 3 meter. Dua perumahan ini persis di bantaran kali dengan pemisah tanggul tembok setinggi lebih dari 2 meter.
Hingga Selasa sore ini proses evakuasi masih berlangsung. Ini terutama bagi warga yang bertahan di lantai dua rumah karena air tak kunjung surut.
”Banjir belum surut. Masih naik sampai lantai dua rumah,” ujar Ketua RT 004 RW 008 Pondok Gede Permai, Tugimin.
Banjir melanda permukiman warga sejak Selasa subuh. Air terus naik meskipun tak sampai menjebol tanggul.
Menurut Tugimin, hujan deras bukan satu-satunya pemicu banjir. Kali Bekasi di kawasan perumahannya makin dangkal dan belum dikeruk.
”Sebaiknya dikeruk. Istilahnya, normalisasi,” ujar Tugimin.
Tak jauh beda dengan kondisi di Villa Jatirasa. Warga dibantu polisi perairan masih mengevakuasi mereka yang berada di lantai dua rumah.
”Dari siang sampai sore ini sudah evakuasi 60 warga. Masih banyak di lantai dua rumah. Air masih naik sampai 4 meter,” tutur salah satu pengurus warga, Anton.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/04/1a8488fe-edf5-3058-8df4-276fd7e8bded_jpg.jpg)
Villa Jatirasa berada di bantaran Kali Bekasi. Posisinya bahkan lebih rendah dari kali. Anton mengatakan, tanggul merupakan satu-satunya pelindung warga dari luapan kali, tetapi tak selalu efektif mencegah banjir. Sama seperti warga Pondok Gede Permai, mereka menanti solusi konkret dari pemerintah.
Selain itu, banjir juga menerjang pusat perekonomian, salah satunya Mega Bekasi Hypermall. Luapan Kali Bekasi menjebol tanggul sebelum merendam mal tersebut.
Oscar (41), salah satu pedagang di lantai dasar, menyebut ketinggian air sampai 3 meter sehingga aktivitas perekonomian lumpuh. ”Belum ada informasi apa-apa dari pengelola. Kami masih tunggu,” kata Oscar.
Banjir kali ini yang kedua melanda mal tersebut. Banjir sebelumnya terjadi tahun 2017.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/04/4c142b80-89cf-4012-8176-ef18b221f883_jpg.jpg)
Luapan Kali Bekasi juga menutupi Jalan Raya Pekayon sehingga PT Jasamarga Transjawa Tol mengalihkan kendaraan yang menuju Gerbang Tol Bekasi Barat. Ini dilakukan karena luapan terus membanjiri hingga menutup Jalan Raya Pekayon dan berimbas pada antrean kendaraan di Jalan Ahmad Yani hingga akses Gerbang Tol Bekasi Barat Satelit.
Senior Manager Representative Office 1 Amri Sanusi menyebutkan, kendaraan tujuan Kota Bekasi dialihkan melalui Gerbang Tol Bekasi Timur. Pihaknya juga menyampaikan informasi kejadian ini melalui dynamic message sign (DMS) di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Hingga kini akses masuk dari arah Jakarta dan Cikampek menuju Kota Bekasi masih diterapkan buka tutup situasional sesuai diskresi kepolisian. Sementara jalan utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek tujuan wilayah Cikampek dan sebaliknya masih dapat dilalui secara normal.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/04/0be837c9-cb8b-44f0-806c-e2259a4edf8e_jpg.jpg)
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menuturkan, hampir seluruh kecamatan terdampak banjir sehingga kantor kecamatan menjadi posko-posko pengungsian dan kesehatan serta dapur umum.
Total pengungsi 5.000 keluarga, sedangkan jumlah jiwa yang terdampak sampai 16.000 keluarga.
Pihaknya juga masih mengupayakan evakuasi warga terdampak. Evakuasi dengan perahu karet tidak bermesin terkendala arus banjir, sedangkan perahu bermesin terhambat banyaknya kabel sehingga harus ekstra hati-hati.
”Total pengungsi 5.000 keluarga, sedangkan jumlah jiwa yang terdampak sampai 16.000 keluarga,” ujar Abdul.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/04/efb209c7-64c3-4cea-9d7e-1cc14db73ac5_jpg.jpg)
Tim identifikasi penanganan banjir Kementerian PUPR—sekarang Kementerian PU—wilayah Bekasi pada Januari 2020 pernah meninjau area terdampak banjir di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Dilaporkan ada 58 titik rawan banjir di Kota Bekasi dan 26 titik di Kabupaten Bekasi.
Khusus Kota Bekasi, wilayah terparah ialah Kemang Pratama dan Pondok Gede. Di Kemang Pratama, dua overtopping atau limpahan air melewati tanggul. Namun, secara struktur masih kuat.
Dari identifikasi itu, maka penanganan ke depan ialah dengan mengembalikan fungsi tanggul, memadatkan tanah dan tanggul yang masih kuat sehingga permanen, serta menaikkan tinggi karena ada beberapa rumah yang lebih rendah dari tanggul.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, banjir kali ini menyebabkan Kota Bekasi lumpuh. Ketinggian air bahkan melampaui biasanya, yaitu lebih dari 5 meter. ”Saat ini fokus evakuasi dan menangani pengungsi. Sudah ada bantuan dari BNPB dan kami optimalkan yang ada,” ucap Tri.
Penulis:
Fransiskus Wisnu Wardhana DhanyEditor:
Irma Tambunan