Luka Doncic Kesakitan, LA Lakers Kebingungan

Potensi kisah heroik dari Luka Doncic gagal tercipta di gim tiga Lakers versus Timberwolves. Memaksakan tampil saat sedang sakit, Doncic hanya menambah beban tim.

26 Apr 2025 14:56 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

MINNESOTA, SABTU — Guard Los Angeles Lakers Luka Doncic tampil sambil menahan sakit akibat masalah pencernaan di gim tiga putaran pertama playoff NBA versus Minnesota Timberwolves. Alih-alih menciptakan kisah heroik seperti ”flu game” ala Michael Jordan, Doncic justru menghilang saat momen penentu.

Lakers harus merelakan gim tiga setelah kalah dari tuan rumah Timberwolves 104-116 di Stadion Target Center, Sabtu (26/4/2025) pagi WIB. Penyebab terbesar kekalahan itu ialah Doncic yang gagal menampilkan performa terbaik, seperti dalam dua gim awal.

Doncic, bermain selama 41 menit, menghasilkan 17 poin, 7 rebound, dan 8 asis. Angka itu sama sekali tidak buruk, tetapi kurang optimal untuk megabintang sekelas Doncic. Apalagi, dia hanya mencatat akurasi tembakan 37,5 persen (6-16) dan membuat lima kali turnover atau kehilangan bola.

Sebagai konteks, Doncic dikenal sebagai ”hantu” terseram untuk pertahanan Timberwolves. Pemain asal Slovenia itu berhasil menciptakan setidaknya 30 poin dalam enam dari tujuh pertemuan terakhir versus Timberwolves di playoff, termasuk di gim satu (37 poin) dan gim dua (31 poin) pada seri ini.

Penurunan performa itu terjadi karena Doncic sedang sakit. Dia tampak kurang energik dan tidak nyaman sepanjang laga. ”Dia merasa kurang enak badan selama 24 jam terakhir. Dia muntah-muntah. Saya tidak tahu dia cukup tidur atau tidak,” jelas Pelatih Kepala Lakers JJ Redick.

MINNEAPOLIS, MINNESOTA - APRIL 25: Luka Doncic #77 of the Los Angeles Lakers passes the ball against Jaden McDaniels #3 and Rudy Gobert #27 of the Minnesota Timberwolves in the first quarter of Game Three of the First Round of the 2025 NBA Playoffs at Target Center on April 25, 2025 in Minneapolis, Minnesota. NOTE TO USER: User expressly acknowledges and agrees that, by downloading and or using this photograph, User is consenting to the terms and conditions of the Getty Images License Agreement.   David Berding/Getty Images/AFP (Photo by David Berding / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Doncic sempat diragukan tampil, tetapi dia memaksa untuk tetap bermain di lanjutan seri babak pertama playoff tersebut. Niat baik itu tidak berujung manis. Doncic menjadi penyumbang turnover terbanyak untuk Lakers. Adapun turnover (19 kali) merupakan faktor utama kekalahan tim tamu.

Salah satu kesalahannya terjadi pada awal kuarter ketiga. Doncic kehilangan bola saat berhadapan satu lawan satu versus center Rudy Gobert. Timberwolves menyerang balik dan berujung tembakan tiga angka. Kesalahan dasar itu sangat jarang terlihat dari sang megabintang.

LeBron James, forward andalan Lakers, mengambil alih beban tim. Dia tampil dominan dengan sumbangan dobel-dobel 38 poin dan 10 rebound, termasuk mencetak lima dari sembilan tembakan tiga angka. Namun, kontribusi itu tidak cukup membuat Lakers bertahan pada lima menit terakhir.

”Raja James”, julukannya, menciptakan tiga kali tembakan tiga angka beruntun pada pertengahan kuarter terakhir. Lakers menipiskan jarak 99-100. Setelah itu, pertahanan Timberwolves memusatkan perhatian kepadanya. James pun gagal menambah poin sama sekali di sisa laga.

Di momen seperti itu, Doncic seharusnya menjadi opsi terbaik untuk membantu James. Akan tetapi, dia hanya mampu menghasilkan empat poin dalam waktu krusial tersebut. Sejak tembakan terakhir James yang masuk hingga akhir laga, Lakers tertinggal dalam laju 5-16.

Sebaliknya, dua pemain Timberwolves, Anthony Edwards (29 poin, 8 rebound, dan 8 asis) dan Jaden McDaniels (30 poin), mampu unjuk gigi dalam momen penting. Mereka mencetak gabungan 13 poin dari 16 poin terakhir Timberwolves. Berkat itu, Timberwolves berbalik unggul 2-1 dalam seri ini.

Minnesota Timberwolves guard Anthony Edwards, bottom, goes up for a shot as Los Angeles Lakers forward LeBron James, back, defends during the second half of Game 3 of an NBA basketball first-round playoff series, Friday, April 25, 2025, in Minneapolis. (AP Photo/Abbie Parr)

”Saya tahu saya harus memimpin tim ini meraih kemenangan. Saya tidak bermain dengan kemampuan terbaik saya dalam dua pertandingan pertama, jadi saya hanya mencoba untuk mencari posisi terbaik dan tampil efisien,” kata Edwards yang bertugas sebagai eksekutor sekaligus fasilitator.

Selain kurang maksimal saat menyerang, Doncic juga menjadi titik lemah pertahanan Lakers. Pemain berjuluk ”Luka Magic” itu selalu diincar pemain lawan. Pada kuarter ketiga, Edwards bahkan dengan mudah melakukan dunk eksplosif tepat di depan wajahnya.

Doncic, lima kali masuk tim All-NBA, diperkirakan akan bersinar dalam seri Lakers versus Timberwolves. Guard 26 tahun itu berpengalaman menyingkirkan Timberwolves pada playoff musim lalu, ketika masih berseragam Dallas Mavericks. Dia tampil dominan di seri tersebut.

Uniknya, pemain terbaik sejauh ini adalah McDaniels. Forward 24 tahun itu menjadi kunci kemenangan tim di gim satu dan tiga. McDaniels yang dikenal sebagai spesialis bertahan tampak lebih percaya diri saat menyerang. Dia mencetak rerata poin dua kali lebih banyak dibandingkan pada musim reguler.

Kesulitan Doncic di laga tadi mengembalikan memori kisah legendaris ”flu game” pada gim lima final 1997. Jordan juga memaksakan tampil ketika itu dengan kondisi lemas akibat masalah pencernaan. Bedanya, Jordan menjadi pahlawan kemenangan Chicago Bulls atas Utah Jazz 90-88 dengan penampilan dominan dan sumbangan 38 poin. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji