Nagelsmann menuai kritik karena kerap bongkar pasang pemain jelang laga krusial. Melawan Luksemburg, ia bermaksud menyeimbangkan dua prioritas utama Jerman.
13 Nov 2025 10:59 WIB · Olahraga
Christian Charisius/dpa/dpa via AP
LUKSEMBURG, KAMIS — Upaya Jerman meraih tiket lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 penuh dengan pertentangan-pertentangan prioritas. Pelatih Julian Nagelsmann dihadapkan pada dua prioritas besar, mengamankan tiket langsung atau pengembangan skuad. Prioritas mana yang ia dahulukan akan tecermin dalam laga kontra Luksemburg di Stadion Luksemburg, Sabtu (15/11/2025) pukul 02.45 WIB.
Untuk mewujudkan ambisi lolos secara langsung Jerman setidaknya harus menyapu bersih dua laga tersisa kualifikasi, menghadapi Luksemburg dan Slowakia, dengan kemenangan. Demi kepentingan itu pula Nagelsmann mendapat banyak kritik lantaran terkesan masih membongkar pasang pemain dengan maksud pengembangan skuad.
Kritik paling keras datang dari tiga legenda Jerman, antara lain Stefan Effenberg, Dietmar Hamann, dan Lothar Matthaus. Mereka meminta Nagelsmann berhenti bereksperimen terhadap susunan pemain Jerman di tengah dua laga krusial. Prioritas mendesak bagi para legenda itu ialah Nagelsmann bisa memiliki susunan ”winning team”, alih-alih kerap berganti-ganti pemain tiap jeda internasional.
Effenberg, Hamann, dan Matthaus menyoroti keputusan Nagelsmann memanggil Leroy Sane dan Said El Mala alih-alih pemain berpengalaman semacam Angelo Stiller dan Maximilian Mittelstadt. Pemanggilan El Mala paling banyak menuai pertanyaan. Penyerang sayap kiri berusia 19 tahun itu dianggap mendapat panggilan timnas Jerman secara prematur.
Musim ini El Mala mencatatkan 10 penampilan di Bundesliga. Dari 10 penampilan itu hanya El Mala tiga kali menjadi pemain mula, selebihnya masuk sebagai pemain pengganti. Hamann mengatakan, sangat dini bagi Nagelsmann memanggil El Mala. Ia seharusnya memberi El Mala kesempatan untuk membuktikan performanya pada lebih banyak laga.
”Di masa saya, pelatih timnas bahkan tidak akan melirik pemain dengan kurang dari 50 penampilan di Bundesliga. Setelah 70 atau 80 pertandingan, Anda mungkin akan masuk radarnya,” kata Hamann.
Adapun Matthaus berpendapat, eksperimen pemain secara terus-menerus yang dilakukan Nagelsmann menghambat upaya tim untuk mencapai konsistensi. ”Tim tidak bisa mencapai stabilitas karena pelatih yang tidak tetap pendirian,” ujar Matthaus.
Matthaus khawatir Nagelsmann bakal makin menjadi dalam bereksperimen. Sebab, Luksemburg adalah tim terlemah di Grup A kualifikasi Piala Dunia. Negara tetangga Jerman itu kini mendekam di dasar grup usai menuai empat kekalahan beruntun tanpa pernah menang. Naglesmann diduga akan kembali memanfaatkan kesempatan menghadapi tim lemah sebagai ajang bereksperimen.
Menurut Matthaus, prioritas utama Jerman adalah mengamankan tiket Piala Dunia sesegera mungkin. Jika mampu menang atas Luksemburg dan di laga lainnya Slowakia, tim peringkat kedua, kalah dari Irlandia Utara, Jerman akan memastikan diri lolos.
Selain kemenangan, laga melawan Luksemburg mesti dimaksimalkan Jerman demi keunggulan selisih gol. Meski memimpin grup, langkah Jerman dibayang-bayangi Slowakia yang memiliki poin sama, sembilan.
Nagelsmann mengatakan tidak berminat menguji atau bereksperimen pada dua laga krusial kualifikasi melawan Luksemburg dan Slowakia. Ia sependapat bahwa Jerman memang harus mengutamakan kemenangan demi mengunci tiket lolos Piala Dunia.
Hanya saja, Nagelsmann merasa perlu mencari keseimbangan bagi timnya yang tengah dilanda badai cedera. Jamal Musiala dan Kai Havertz dipastikan absen. Adapun kebugaran bek Borussia Dortmund, Nico Schlotterbeck, yang mengalami cedera kaki, masih diragukan.
Keputusan Nagelsmann memanggil Sane dan El Mala tidak lepas dari kebutuhan untuk menggantikan para pemain yang cedera. Sane dan El Mala juga dirasa memiliki kreativitas yang dibutuhkan Jerman. Belakangan, efektivitas serangan serta kreativitas para pemain Jerman di sekitar area penalti lawan mulai tumpul.
”Lolos ke Piala Dunia adalah tujuan yang paling mendesak. Namun, kami perlu meningkatkan performa kami di dalam dan di sekitar kotak penalti,” kata Nagelsmann.
Meski begitu, Nagelsmann tidak antikritik dan bersedia menyeimbangkan dua prioritas tersebut. Laga melawan Luksemburg menjadi ajang pembuktiannya.
”Kami ingin menggandakan keunggulan di setiap posisi. Hal yang terpenting adalah meraih sukses di pertandingan-pertandingan ini, meraih enam poin, dan lolos ke Piala Dunia,” ujar Nagelsmann.
Jerman, juara Piala Dunia empat kali, sangat ingin melaju jauh pada turnamen tahun depan yang akan berlangsung di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko. Federasi Sepak Bola Jerman, DBF, telah memancang target merebut gelar juara kelima. Dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya, Jerman tampil mengecewakan dengan tersingkir di babak penyisihan grup. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan