Presiden Brasil Lula mengkritik sikap Presiden AS Donald Trump dalam memediasi perundingan damai Ukraina-Rusia. Alih-alih mendukung, Trump memojokkan Zelenskyy.
21 Feb 2025 18:00 WIB · Internasional
BRASILIA, JUMAT — Sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang secara terang-terangan menyerang dan berusaha menjatuhkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dinilai tidak pantas. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyebut sikap itu sebagai cerminan Trump yang ingin menasbihkan dirinya sebagai ”kaisar” dunia.
”Demokrasi pasca-Perang Dunia II telah menjadi contoh tata kelola terbaik dalam 70 tahun terakhir. Akan tetapi, cara (Trump) bertindak, ia berusaha menjadi kaisar dunia,” kata Lula, dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio lokal Brasil, Kamis (20/2/2025).
Pandangan Lula ini dilontarkan setelah komunitas internasional melihat indikasi adanya tekanan Trump dan kabinetnya terhadap Zelenskyy untuk mencapai kesepakatan damai dengan Rusia. Tidak hanya berupaya mendapatkan logam tanah jarang yang dikandung bumi Ukraina sebagai kompensasi, Trump dan kabinetnya juga mulai melontarkan dorongan agar ada perubahan pemerintahan di negara tersebut.
Trump juga menyalahkan Zelenskyy dan Ukraina yang dinilainya punya andil dalam keputusan invasi Rusia ke negara tersebut.
Di sisi lain, sejak awal Trump berusaha mendekatkan diri pada Presiden Rusia Vladimir Putin dengan mengatakan dirinya paham alasan Rusia menginvasi Ukraina. Putin pun membalasnya dengan membebaskan Marc Fogel, seorang guru asal AS, pada 11 Februari lalu. Seiring hal itu, pertemuan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menlu Rusia Sergei Lavrov di Riyadh, Arab Saudi, juga merencanakan pertemuan antara Trump dan Putin. Ukraina tidak disinggung-singgung apakah akan diikutkan dalam pertemuan itu.
Sikap yang ditunjukkan Lula terhadap Trump berbeda jauh dengan sikap Putin, koleganya di BRICS, sebuah platform diplomasi multilateral baru. Lula menyebutkan, komentar-komentar Trump soal Ukraina adalah cara taipan real estat itu memengaruhi pikiran semua negara dan semua kebijakan publik global.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/21/3c1773ed-4807-448e-a428-e1bdaa675df2_jpg.jpg)
Lula mengingatkan agar Trump dan kabinetnya menghormati kedaulatan Ukraina.
Dalam persoalan invasi di Ukraina, Lula berulang kali melontarkan kritik pedas terhadap para pemimpin yang terlibat di dalamnya. Saat berkunjung ke Spanyol, akhir April 2023, Lula mengkritik keputusan Kremlin untuk menginvasi Ukraina. Ia menyebut invasi itu sebagai sebuah kebijakan yang tidak bisa diterima.
Pada saat yang sama, Lula juga mengkritik kebijakan AS dan Eropa yang terus-menerus memasok persenjataan bagi Ukraina. Dalam pandangan Lula, yang harus juga dipikirkan semua pihak adalah bagaimana memulai perundingan damai untuk mengakhiri perang.
”Saya memahami pandangan Eropa tentang perang ini. Tidak dapat diterima jika satu negara menginvasi negara lain, tetapi ini adalah perang yang menurut saya tidak ada yang membicarakan perdamaian,” katanya saat itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/03/04/a13b50df-ad93-4060-9f17-2e3d6e9ab175.jpg)
Saat menghadiri pertemuan sejumlah kepala negara untuk mendorong perdamaian di Ukraina yang berlangsung di Swiss, Lula menolak untuk menandatangani komunike bersama. Lula saat itu mengatakan, perundingan perdamaian harus diikuti oleh para pihak, dalam hal ini Ukraina dan Rusia. ”Kita tidak akan bisa menyelesaikan konflik jika hanya ada satu pihak hadir di meja perundingan,” ujarnya.
”Mari kita ajak Rusia dan Zelenskyy berunding dan melihat apakah kita dapat meyakinkan mereka bahwa perdamaian akan menghasilkan hasil yang lebih baik daripada perang. Dalam perdamaian, tidak ada yang harus mati dan tidak ada yang harus dihancurkan. Tidak perlu mengorbankan tentara yang tidak bersalah, terutama yang masih muda, dan kesepakatan dapat dicapai,” tambahnya. Dia juga bersedia memediasi perundingan kedua pihak bertikai.
Namun, yang terjadi saat ini, sikap dan pilihan kebijakan yang diambil Trump dan para pembantunya semakin menjauhkan Ukraina dalam pembicaraan dengan Rusia. Secara terang-terangan, para pembantu Trump menyebut kritik Zelenskyy terhadap Trump dan orang-orang dekatnya sebagai penghinaan.
”Sejujurnya, beberapa retorika yang keluar dari Kyiv dan penghinaan terhadap Presiden Trump tidak bisa diterima,” kata Mike Waltz, Penasihat Keamanan Nasional Pemerintah AS.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/21/5d48f52830af2421cbe937f3ac9f6b40-000_36YB2MT.jpg)
Zelenskyy secara terbuka menyebut Trump telah termakan propaganda Kremlin dan Presiden Rusia Vladimir Putin, terutama yang menyatakan bahwa Ukraina sebagai pihak yang memulai perang. Komentar ini muncul dalam pertemuan Zelenskyy dan Mike Kellog, Utusan Khusus Pemerintah AS untuk Rusia dan Ukraina di Kyiv, kemarin.
Waltz membantah bahwa Ukraina disisihkan dari proses pembicaraan. Waltz bersikukuh bahwa ada banyak keterlibatan dan dialog yang dilakukan AS dengan Kyiv dan sekutu-sekutunya di Eropa.
Waltz menilai, proses yang tengah coba dimainkan oleh Gedung Putih adalah rencana rasional yang coba dikerjakan oleh mereka. ”Ini adalah rencana yang masuk akal. Mereka mungkin tidak menyukainya, tetapi kami akan mendorongnya maju dan semua orang akan berhenti berkoar ketika pertempuran berakhir,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/10/19/11cf7845-90f5-4417-9909-00cdb8e3c8a6.jpg)
Tekanan ekstra coba dilakukan AS pada Ukraina untuk memaksa Zelenskyy bertekuk lutut kepada Trump. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Mike Johnson, Kamis (20/2/2025), membuka kemungkinan mengakhiri bantuan militer bagi Ukraina.
Johnson mengatakan tidak ada keinginan bagi AS untuk mengeluarkan aturan lain yang melegalisasi pembiayaan lain bagi Ukraina. ”Tidak ada keinginan untuk itu,” ucapnya.
Johnson juga memperingatkan, Zelenksyy harus bergerak cepat, menerima proses perundingan damai yang saat ini tengah dijalankan oleh Trump dan para pembantunya atau berisiko kehilangan negaranya.
”Kita harus mengakhiri konflik ini. Presiden Trump benar sekali. Sudah saatnya untuk mengakhirinya, dan dia (Trump) adalah kekuatan yang dapat mewujudkannya,” ujarnya. Johnson juga menyebutkan, kritik Zelenskyy karena Ukraina tidak diundang dalam pembicaraan itu tidak pada tempatnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/19/e30bc6e73b77c937a31167805f903a4e-cropped_image.png)
Upaya menekan Zelenskyy dan para pembantunya juga dilakukan oleh Elon Musk kepada departemen efisiensi AS. Musk, pemilik platform media sosial X, menyatakan, sebuah fitur akan muncul agar para pengguna bisa melakukan pemeriksaan fakta atas unggahan Zelenskyy dan para pembantunya yang berpotensi menyesatkan.
Zelenskyy memanfaatkan platform X untuk menyebarkan informasi dan kebijakannya tentang perang. Sekarang, dia juga memanfaatkan platform ini untuk menyuarakan kekritisannya terhadap langkah-langkah Trump dalam memediasi Rusia dan Ukraina. Zelenskyy menganggap proses itu tidak berpihak kepada Ukraina.
Musk, seperti halnya Trump, mulai menyerang Zelenskyy dan menyebutnya pemimpin yang tidak kompeten. Musk juga menilai, jajak pendapat tentang pemeritahan Zelenskyy direkayasa oleh para pembantunya. Pemilik SpaceX ini juga mendorong perubahan pemerintahan di Ukraina untuk menggantikan Zelenskyy dan para pembantunya.
”Pada kenyataannya, ia dibenci oleh rakyat Ukraina, itulah sebabnya ia menolak untuk menyelenggarakan pemilu,” tulis Musk melalui akun X-nya. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Mahdi MuhammadEditor:
Bonifasius Josie Susilo H