KAI Targetkan Jalur KA Beroperasi Normal Pekan Depan

Sebanyak 30 kereta api harus memutar rute perjalanannya karena jalur rel masih diperbaiki imbas banjir. Pemangkasan anggaran ditengarai memperlambat perbaikan.

31 Jan 2025 14:52 WIB · Ekonomi

Oleh Yosepha Debrina Ratih Pusparisa

JAKARTA, KOMPAS – Jalur rel kereta api masih lumpuh di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Setelah banjir susulan pada pekan lalu, proses perbaikan masih terus digarap PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama sejumlah pihak. Jalur ditargetkan akan kembali beroperasi normal pada Rabu (5/1/2025).

Proses perbaikan memasuki hari ke-11 pada jalur rel kereta api atau KA terdampak banjir di Kilometer (km) 32+5/7 antara Stasiun Karangjati dan Stasiun Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pemulihan juga telah memasuki hari ke-5 sejak banjir susulan yang merusak perbaikan kontruksi.

“Kami terus bekerja maksimal untuk memperbaiki jalur terdampak banjir dengan membangun konstruksi temporary bridge sejak Senin (27/1/2025). Kami targetkan pada 5 Februari 2025, perbaikan dapat diselesaikan dalam 10 hari kerja,” tutur Direktur Pengelolaan Prasarana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Heru Kuswanto melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (31/1/2025).

Guna mempercepat perbaikan, KAI bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta pemerintah daerah (pemda). Mereka membangun tanggul guna menahan potensi banjir susulan.

Pekerjaan yang dilakukan sejak Senin hingga Rabu (29/1/2025), tanggul yang dibangun diklaim telah menunjukkan peningkatan ketahanan. Harapannya, tanggul tersebut mampu menahan arus air Sungai Tuntang.

ARSIP PT KAI

Selain pembangunan tanggul, Heru melanjutkan, tim KAI juga menggarap pekerjaan teknis lainnya. Beberapa di antaranya pemasangan rel dan perancah atau struktur sementara yang berfungsi menyangga pekerja dan material saat konstruksi. Pihaknya juga membangun dinding yang mampu menahan tekanan tanah, air, dan pasir yang disebut turap.

“Kamis (30/1/2025), kami targetkan jalur hilir di luar jembatan dapat dinormalisasi. Sementara itu, tim jembatan terus bekerja memasang turap dan struktur lainnya,” kata Heru.

Ia berharap, seluruh perancah telah terpasang pada Jumat. Alhasil, Sabtu (1/2/2025) dapat dilanjutkan dengan pemasangan besi H-Beam (high beam) serta konstruksi lainnya.

Selain menghadapi cuaca ekstrem, perbaikan rel KA ini memerlukan perhitungan teknis cermat karena berlangsung di jalur lengkung penuh. Heru menjamin bahwa seluruh proses perbaikan telah mengikuti standar keamanan dan keselamatan, guna memastikan operasional KA berjalan baik setelah pemulihan.

Vice President Corporate Secretary KCI Anne Purba saat jumpa pers di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Selasa (25/4/2023).

Secara terpisah, Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengemukakan, pihaknya masih akan melakukan pola operasi memutar dan rekayasa pola perjalanan KA. Upaya yang dilakukan hingga Rabu (5/2/2025) ini diharapkan mampu menekan dampak kerugian pada pelanggan.

Setidaknya terdapat tiga pola operasi yang dilakukan KAI dengan keberangkatan sejak Minggu (26/1/2025). Pertama, pola operasi memutar melewati rute Gambringan-Gundih-Brumbung yang diterapkan 10 KA.

Kedua, pola operasi memutar melewati rute Surabaya Gubeng-Solo Jebres-Brumbung yang dilalui 18 KA. Ketiga, pemanfaatan jalur lain juga dialami rute Surabaya Gubeng-Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon. Sedikitnya terdapat dua KA terdampak, yakni KA Argo Bromo Anggrek.

“Kami mengapresiasi kesabaran dan pengertian pelanggan selama proses pemulihan ini. KAI berkomitmen untuk memastikan perjalanan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan,” ujar Anne.

Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal KA atau pengembalian tiket, pelanggan dapat menghubungi media sosial KAI121. Kanal lain dapat digunakan dengan mengirimkan surat elektronik melalui [email protected] serta WhatsApp KAI dengan nomor 0811-1211-1121.

Para petugas sedang memperbaiki jalur kereta api yang terdampak banjir pada Kilometer (Km) 32+5/7 antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (22/1/2025). Banjir terjadi karena hujan deras berlangsung sejak Senin (20/1/2025).

Pemangkasan anggaran

Banjir yang menimpa Grobogan dan sekitarnya bukanlah kali pertama terjadi. Namun, proses perbaikan yang dilakukan KAI dinilai lama. Hal ini ditengarai pemangkasan anggaran yang tengah dilakukan pemerintah pusat, sehingga berimbas pada durasi pemulihan rel KA.

Menurut Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno, banjir yang terjadi karena luapan Sungai Tuntang diantisipasi dengan pembangunan tanggul. Biasanya, KAI menghadapi kejadian semacam ini dapat diselesaikan dalam waktu cepat. Dalam sepekan pengerjaan, KA telah kembali beroperasi normal.

“Persoalannya, anggaran transportasi dikurangi. Semua itu pasti berpengaruh. Kontraktor kalau tidak ada kepastian juga takut. Belum lagi, infrastruktur jaringan rel itu bukan tugasnya KAI, tetapi tugasnya DJKA. Kalau anggaran dipotong, lantas bagaimana?” ujar Djoko.

Padahal, anggaran dalam Kementerian Perhubungan masuk sebagai anggaran keselamatan. Alih-alih ditambah, nominalnya justru dikurangi.

“Jangan lupakan program infrastruktur dan transportasi, termasuk keselamatan. Besarannya harus dipastikan, sehingga tidak mengganggu pekerjaan-pekerjaan yang berlangsung,” kata Djoko.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yosepha Debrina Ratih Pusparisa
 | 

Editor:

Muhammad Fajar Marta