Inter Milan dan AC Milan menghadapi derbi Milan dengan situasi kontras. Meskipun tidak diunggulkan, Milan sudah memahami resep ampuh untuk mengalahkan Inter.
01 Feb 2025 16:26 WIB · Olahraga
MILAN, SABTU — Jelang derby della Madonnina alias derbi Milan di Stadion San Siro, Milan, Italia, Senin (3/2/2025) pukul 00.00 WIB, Inter Milan dan AC Milan berada dalam performa dan kondisi internal yang berbanding terbalik. Ibaratnya, Inter tengah dalam situasi yang amat baik bak diselimuti ”madu”, sedangkan ”racun” mengganggu persiapan Milan.
Inter menyambut derbi Milan dengan catatan apik di Liga Champions. ”I Nerazzurri” adalah satu-satunya duta Italia yang lolos langsung ke babak 16 besar. Lebih mengagumkan lagi, Inter hanya kemasukan satu dari delapan pertandingan menghadapi tim-tim terbaik di Eropa saat ini.
Keberhasilan duduk di zona delapan besar Liga Champions membantu Inter mengalihkan fokus sepenuhnya di Liga Italia selama Februari ini. Inter masih akan menunggu lawan di babak perdelapan final yang akan berlangsung pada Maret mendatang.
Hal itu membuat Lautaro Martinez dan kawan-kawan bisa mengalihkan persiapan dan tenaga maksimal di liga. Selain Milan, Inter akan menghadapi lawan-lawan sulit, seperti Fiorentina, Juventus, dan Napoli, selama bulan ini. Mereka juga bakal menjamu Lazio di babak perempat final Piala Italia.
Keuntungan itu menjadi kans terbaik bagi Inter mengejar capolista atau puncak klasemen dari Napoli. Hingga pekan ke-22, Inter masih tertinggal satu poin dari sang rival.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/01/57211e085d01da7769f0cb95e0971f2d-wires_photo_12_.jpg)
Akan tetapi, Inter memiliki tabungan satu laga tunda yang bakal membantu mereka menyamai perolehan poin Napoli. Selain itu, pertarungan langsung melawan Napoli juga amat krusial bagi Inter untuk mempertahankan scudetto pada akhir musim ini.
Martinez mengakui, perjalanan luar biasa di Liga Champions memberikan suntikan kepercayaan diri kepada skuad Inter. Meski begitu, lanjutnya, menduplikasi permainan di Eropa untuk tampil di Liga Italia tidak akan mudah.
”Kami harus segera memulihkan energi demi bisa melanjutkan performa kami saat ini. Saya senang dan bangga dengan rekan setim atas perjalanan yang sudah kami lalui di musim ini. Tujuan kami adalah membawa Inter ke posisi setinggi mungkin,” kata Martinez, dilansir Sky Sport Italia, Sabtu (1/2/2025).
Performa positif Inter yang mengemas empat kemenangan beruntun juga terwujud dari penampilan Martinez. Sejak pergantian tahun, penyerang tim nasional Argentina itu sudah mencetak delapan gol dalam delapan gim.
Di tengah kondisi yang superkondusif, Inter wajib mampu menjaga fokus demi membalas dua kekalahan dari Milan di musim ini. Mereka tumbang 1-2 di Liga Italia, kemudian gagal mempertahankan keunggulan dua gol sehingga takluk 2-3 pada final Piala Super Italia.
Pelatih Inter Simone Inzaghi senang timnya bisa membuktikan tampil dengan fokus tinggi demi melibas AS Monaco, 3-0, pada gim pamungkas babak penyisihan Liga Champions, Kamis (30/1/2025) WIB lalu. Kata Inzaghi, hasil positif itu menunjukkan peran kolektif timnya yang hanya memburu kemenangan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/30/d88d9f617fe087774bc03df80a86a6bc-wires_photo_12_.jpg)
”Saya melihat semua pemain, baik pemain berpengalaman yang rutin bermain maupun para pemain muda, selalu siap untuk dimainkan. Kami membutuhkan kontribusi seluruh skuad demi mengejar ambisi kami musim ini,” ujar Inzaghi, dilansir La Gazzetta dello Sport.
Sementara itu, Milan tengah dalam performa yang inkonsisten. Setelah mengangkat trofi Piala Super Italia, 7 Januari lalu, Milan hanya meraih tiga kemenangan dalam enam pertandingan. ”I Rossoneri” menutup laga penyisihan Liga Champions dengan kekalahan 1-2 dari Dinamo Zagreb, Kamis lalu.
Di luar hasil yang belum positif, ruang ganti Milan juga penuh gejolak. Pelatih Milan Sergio Conceicao terlibat perdebatan dengan bek sayap kanan dan kapten Davide Calabria seusai laga melawan Parma, akhir pekan lalu.
Selain Calabria, Alvaro Morata pun tidak senang dengan situasi Milan di bawah kendali Conceicao yang tiba Desember lalu untuk menggantikan Paulo Fonseca. Puncaknya, Morata akan hijrah ke raksasa Turki, Galatasaray, pada pengujung bursa transfer musim dingin yang ditutup Senin (3/2/2025).
Menurut laporan Repubblica dan Tuttosport, dua pemain lain juga tidak betah dengan situasi di dalam skuad I Rossoneri. Mereka adalah dua pemain utama, yakni Theo Hernandez dan Christian Pulisic. Penyebab keretakan di ruang ganti itu adalah metode latihan keras dan sikap Conceicao dalam sesi rapat teknik tim.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/01/9009074d13d4596881a57f7c84a222dc-wires_photo_14_.jpg)
Conceicao pun berusaha menghadapi atmosfer berbeda di Milan dengan mendatangkan wajah baru, misalnya Kyle Walker. Demi menggantikan Morata, Milan juga berambisi mendaratkan penyerang Feyenoord, Santiago Gimenez.
Franco Baresi, Wakil Presiden Kehormatan Milan, yakin dengan kemampuan Conceicao mengatasi friksi di dalam ruang ganti timnya. Baresi berpesan agar semua pemain Milan tetap memiliki pikiran positif untuk menghadapi laga penting menghadapi Inter.
Menurut dia, derbi Milan adalah pembalasan yang tepat bagi skuad I Rossoneri untuk membalas kekecewaan Milan gagal mempertahankan posisi di zona delapan besar Liga Champions akibat kalah di Kroasia.
”Kami memiliki pengalaman di Piala Super Italia. Mereka (Inter) akan datang dengan kemarahan dan kami harus tahu bahwa derbi dimainkan hingga detik terakhir,” kata Baresi kepada Sky Sport Italia.
”Bakal ada atmosfer yang besar di laga nanti. Jadi, kami harus mempersiapkan diri. Kami harus menunjukkan mentalitas dan karakter yang amat dibutuhkan di laga penting,” tambahnya.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko Prihananto