Pasangan calon Mahyeldi-Vasko meraih suara terbanyak di Pilkada Sumatera Barat, mengalahkan pesaingnya, Epyardi-Ekos. Tingkat partisipasi pemilih relatif rendah.
08 Des 2024 19:43 WIB · Politik & Hukum
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/14/60ec5d06-2f96-435f-bb4b-5a3081d16a34_jpg.jpg)
PADANG, KOMPAS — Pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Sumatera Barat Mahyeldi-Vasko Ruseimy memperoleh 77,12 persen suara berdasarkan hasil rekapitulasi suara yang ditetapkan oleh KPU Sumbar. Paslon tersebut unggul atas paslon Epyardi Asda-Ekos Albar yang memperoleh 22,88 persen suara.
”Paslon nomor urut 1 Mahyeldi-Vasko memperoleh 1.757.612 suara, sedangkan paslon nomor urut 2, Epyardi-Ekos, memperoleh 521.448 suara yang tersebar di 19 kabupaten/kota, 179 kecamatan, 10.846 TPS,” kata Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Sumbar Jons Manedi, Minggu (8/12/2024).
Suara yang masuk pada Pilkada Sumbar 2024 sebanyak 2.349.069 suara. Dari total itu, jumlah suara sah sebanyak 2.279.060 suara dan suara tidak sah sebanyak 70.009 suara. Adapun tingkat partisipasi pemilih 57,15 persen.
Hasil Pilkada Sumbar itu akan dilaporkan ke KPU RI. KPU Sumbar juga bersiap-siap jika ada gugatan dari paslon yang kalah di Provinsi Sumbar.
”Masukan terkait (relatif rendahnya) partisipasi pemilih, kami akan melakukan evaluasi terkait pelaksaan pemilihan, terutama soal tata cara pemilihan, sebab jumlah suara tidak sah cukup banyak, begitu pula dengan jumlah pemilih yang tidak hadir,” kata Jons.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/25/3d0908fe-c42c-4d3a-a98f-0e8cf8aeb1d2_jpeg.jpeg)
Secara keseluruhan jumlah warga yang mempunya hak pilih di Sumbar sebanyak 4.110.603 orang, yaitu 4.103.084 orang daftar pemilih tetap (DPT) dan 7.519 orang daftar pemilih khusus.
Mahyeldi adalah petahana Gubernur Sumbar sekaligus Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumbar. Sementara Vasco adalah kader Partai Gerindra. Paslon ini mendaftar dengan diusung PKS, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Perindo, dan Partai Bulan Bintang (PBB).
Sementara itu, Epyardi merupakan petahana Bupati Solok sekaligus kader Partai Amanat Nasional (PAN). Adapun Ekos merupakan mantan Wakil Wali Kota Padang, yang juga kader PAN. Duet politikus yang juga pengusaha itu mendaftar didukung tujuh partai, yaitu PAN, Partai Golkar, Partai Nasdem, PDI Perjuangan, Partai Gelora, Partai Buruh, dan Partai Garuda.
Sekretaris tim pemenangan paslon Mahyeldi-Vasko, Rahmat Saleh, mengatakan, pihaknya bersyukur paslon ini unggul atas pesaingnya di Sumbar. Secara persentase, kemenanganan paslon Mahyeldi-Vasko merupakan yang tertinggi dari total 37 provinsi yang menggelar pemilihan gubernur di Indonesia.
“Kami bersyukur dan mengapresiasi seluruh tim pemenangan dan partai politik pendukung dan pengusung serta kerja keras kedua kandidat yang ternyata efektif dalam strategi pemenangan sehingga kami bisa meraih angka sebesar itu,” kata Rahmat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/14/3513c0cc-fd0e-48d9-ab7c-8e7c37c2d151_jpg.jpg)
Rahmat juga mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu, seperti KPU, Bawaslu, pihak keamanan, dan lainnya yang mengawal kelancaran Pilkada Sumbar.
Menurut Rahmat, sejauh ini belum ada indikasi paslon nomor urut 2, Epyardi-Ekos, akan menggugat hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK). ”Kalau memang tidak ada, kami tinggal menunggu penetapan dari pusat,” kata Rahmat yang juga anggota DPR ini.
Secara terpisah, Ekos Albar mengatakan, pihaknya menghargai hasil rekapitulasi Pilkada Sumbar yang ditetapkan KPU provinsi. ”Kami menghargai hasilnya, kami titipkan Sumbar kepada Pak Mahyeldi dan Pak Vasko,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/14/acac2158-3072-4882-8e7e-1c96abb54e78_jpg.jpg)
Akan tetapi, Ekos juga menyoroti tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Sumbar yang relatif rendah, hanya 57,15 persen. Semestinya partisipasi pemilih tidak kurang dari 80-90 persen agar Sumbar punya pemimpin kuat secara basis dukungan.
“Artinya, perolehan suara paslon yang menang tidak sampai separuh dari total warga Sumbar yang punya hak pilih. Ini tantangan untuk semua warga Sumbar. Semoga partisipasi untuk pemilu ke depannya bisa ditingkatkan,” ujarnya.
Pada Pilpres 2024, angka partisipasi pemilih di Sumbar sekitar 74 persen (Kompas.id, 27/11/2024). Sementara itu, tingkat partisipasi pemilih pada Pilgub Sumbar 2020 sebesar 61,68 persen (Kompas.id, 20/12/2020).
Ekos secara pribadi tidak ada rencana untuk menggugat hasil Pilkada Sumbar ke MK. Sementara itu, untuk sikap Epyardi, Ekos tidak tahu dan meminta untuk konfirmasi langsung ke Bupati Solok Periode 2019-2024 itu. Kompas berupaya menghubungi Epyardi, tetapi belum mendapat respon.
Penulis:
Yola SastraEditor:
C. Wahyu Haryo PPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase