Meski dimulai terbatas di Kendari, Makan Bergizi Gratis di Sulawesi Tenggara menyasar ribuan siswa. Anak makan lahap di sekolah hingga bawa pulang.
06 Jan 2025 13:23 WIB · Nusantara
KENDARI, KOMPAS — Memakai sehelai kertas, Aurel (12) membungkus ayam goreng tepung dari nampannya untuk sang adik di rumah. Program makan bergizi gratis yang baru dimulai di Kendari, Sulawesi Tenggara, membuatnya bisa sarapan dengan menu lengkap. Meski begitu, program ini masih terbatas karena baru berjalan pada 12 sekolah dari ratusan satuan pendidikan di sana.
Aurel melahap nasi dan telur dari ompreng di depannya. Sayur pakis dengan butiran jagung pun tidak bersisa. Namun, hingga nasi habis, ayam gorengnya masih utuh. Juga tersisa beberapa potong semangka yang menjadi menu makanan bergizi gratis pagi itu, Senin (6/1/2025). Rupanya, Aurel teringat adiknya di rumah.
”(Daging) Ayamnya mau dibawa pulang untuk adik. Zahwa (4) suka sekali makan ayam goreng,” kata siswi kelas VI SDN 10 Kendari ini.
Saban hari anak kedua dari tiga bersaudara ini sangat jarang sarapan menjelang ke sekolah. Sebab, di rumahnya tidak ada yang memasak saat pagi hari. Ibunya telah berangkat ke Arab Saudi sejak beberapa tahun lalu untuk menjadi pekerja. Sementara itu, ayahnya memulung sampah plastik setiap hari.
Ia hanya makan saat istirahat sekolah dengan uang jajan yang dibawanya. Aurel biasanya membeli telur gulung atau pentol. Sangat jarang ia bisa makan nasi dengan lauk lengkap.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/06/82c1dd6b93687da411e1714ad0354b18-IMG_3986.jpeg)
”Senang ada makanan begini karena bisa makan di sekolah. Nanti uang jajannya bisa ditabung,” tambahnya. ”Saya mau jadi dokter,” ucapnya riang saat ditanya terkait dengan cita-cita.
Siswa lainnya, Aria (13), juga melahap makanan di depannya hingga tandas. Ia memang tidak sempat sarapan karena telat. Orangtuanya yang berdagang kelapa harus menyiapkan dagangan sejak pagi.
Menurut Aria, biasanya ia sarapan dengan telur atau ikan yang ada di rumahnya. Sangat jarang ia makan pagi dengan menu lengkap, mulai dari ayam, telur masak setengah, sayur, dan buah. Uang jajannya bisa ia tabung.
Iin (36), salah seorang orangtua siswa, menyampaikan, ia sangat gembira karena sekolah anaknya masuk dalam program makan bergizi gratis. Sebab, belum semua sekolah bisa melaksanakan program ini di Kendari.
”Program ini sangat meringankan beban orangtua. Karena kalau pagi kami harus banyak yang diurus, sampai tidak sempat buatkan makanan. Semoga bisa jalan terus programnya,” kata pedagang kaki lima ini.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/06/815a31ad2e0eccccda1ae5bceece339f-DSC09033.jpeg)
Senang ada makanan begini karena bisa makan di sekolah. Nanti uang jajannya bisa ditabung.
Adanya program makanan juga membuat anak memiliki pilihan untuk tidak jajan sembarangan. Sering kali anaknya batuk atau demam setelah jajan di sekitar sekolah. Hanya saja, ia ingin agar jam makannya dipastikan, lebih atau ketika istirahat belajar.
Kepala SDN 10 Kendari Husnah Faizal menuturkan, pihak sekolah sangat menyambut program makan bergizi sehat ini. Sebab, anak mendapatkan asupan makanan dengan lauk yang seimbang dan bergizi.
Terlebih lagi, siswa sekolah ini sebagian besar berasal dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. Orangtua siswa bekerja sebagai pemulung, tukang bangunan, dan pekerjaan tidak tetap lainnya.
”Hanya dihitung jari yang orangtuanya pegawai dan mampu dari total 139 siswa. Karena itu, program ini sangat bermanfaat,” jelasnya.
Program makan bergizi gratis baru berjalan di 12 sekolah di Kendari. Program ini berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) dan dibantu Kodim 1417 Kendari. Meski demikian, kedua belah pihak belum mau memberikan komentar saat ditemui pada Senin pagi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/06/c85884e673124acb2063ec078f080917-DSC09085.jpeg)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendari Saemina menyampaikan, program Makan Bergizi Gratis yang berlangsung di Kendari ini berada di bawah BGN dan koordinasi Kodim 1417 Kendari. Pemerintah Kota Kendari belum memiliki peran dalam proses penyediaan dan pelaksanaan untuk program yang telah berlangsung.
Menurut Saemina, pihaknya saat ini masih menunggu berbagai hal, baik mekanisme hingga pelaksanaan di lapangan. Pemerintah Kota Kendari juga baru akan duduk bersama terkait alokasi anggaran untuk program ke depannya.
”Kami juga masih menelaah mekanismenya seperti apa ketika dilaksanakan di semua sekolah. Kami baru akan rapat bersama pemangku kepentingan lainnya,” terangnya.
Kendari adalah satu dari sejumlah daerah yang memulai program MBG. Target penerima MBG tahun 2025 ialah 19,47 juta jiwa dengan alokasi anggaran Rp 71 triliun. Akhir tahun lalu pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mematok harga per porsi MBG sebesar Rp 10.000.
Sejumlah skema diberlakukan BGN untuk menjalankan program ini. Mulai dari membangun dapur sendiri, bekerja sama dengan lembaga negara lain, seperti komando distrik militer (kodim), kepolisian resor (polres), dan pemerintah daerah, atau bekerja sama dengan pihak swasta.
Program ini, menurut rencana, akan terus berlanjut hingga lima tahun ke depan. Jumlah target penerima dan anggaran yang dialokasikan juga akan semakin banyak. Tujuan utamanya ialah agar dapat menjangkau ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, dan anak sekolah secara keseluruhan pada tahun 2029 (Kompas, Senin, 6/1/2025).
Penulis:
Saiful Rijal YunusEditor:
Irma TambunanPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .