Warung Makan Nusantara menyediakan makanan gratis bagi perantau dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang kampung halamannya tengah terdampak bencana alam.
03 Des 2025 17:33 WIB · Nasional
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Revi Mardiani (22) memarkir sepeda motornya di Warung Makan Nusantara di Jalan Garuda, Kecamatan Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (3/12/2025). Sejurus kemudian, mahasiswi asal Bukittinggi, Agam, Sumatera Barat, itu mengeluarkan KTP, lalu menunjukkannya kepada pramusaji yang berada di balik etalase yang berisi bermacam hidangan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/03/7fc53d3de7abe50442a507d678b4f31e-20251203DRA001.JPG)
Hari itu Revi berkesempatan datang ke warung makan itu dan mendapatkan makanan gratis setelah mendapat informasi dari sesama perantau yang satu kampus dengannya di Universitas Ahmad Dahlan. Kesempatan itu sangat berarti bagi Revi dan perantau lainnya dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, yang tengah terpuruk akibat bencana alam banjir dan tanah longsor.
”Rumah saya terendam banjir hingga sepinggang orang dewasa,” kata Revi. Ia pun mendapat pesan dari ibunya agar Lebaran mendatang tidak usah pulang ke kampung halaman dulu karena bencana alam tersebut.
Bantuan berupa makanan gratis itu disediakan Warung Makan Nusantara sejak 1 Desember 2025. Mahasiswa dari kawasan terdampak bencana alam, seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, yang tengah berkuliah di Yogyakarta, cukup menunjukkan KTP mereka di warung itu dan dapat menyantap makanan gratis.
”Kami hanya ingin membantu dengan cara yang kami bisa. Ini menjadi bentuk cinta kami terhadap negeri ini,” kata Muhammad Muflih Kholidin (37), salah satu pendiri Warung Makan Nusantara. Ia bersyukur selebaran yang ia buat dan sebar mendapat respons positif dari para perantau.
Porsi masakan yang disediakan pun ditambah untuk mencukupi kebutuhan perantau yang datang. Muflih belum bisa memprediksi sampai kapan layanan makan gratis itu akan ia sediakan. Namun, perantau asal Lamongan, Jawa Timur, itu bertekad akan terus membantu dengan cara yang bisa ia lakukan hingga kondisi korban bencana alam di Sumatera telah pulih.
Usaha Warung Makan Nusantara baru dimulai enam bulan lalu. Meski baru seumur jagung, upayanya dalam membantu sesama yang tengah kesusahan mampu memberi inspirasi bagi masyarakat luas dan pelaku usaha kuliner lainnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/03/46a158de259d0bf5e51ac0fb1deba609-20251203DRA007.JPG)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/03/0675ed2a5dc265ba2234571130e0a4ab-20251203DRA006.JPG)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/03/13e0010fa4593f4327add4b784299d21-20251203DRA008.JPG)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/03/5770a14fb2eb62cd59ec82c4ea50d5ff-20251203DRA012.JPG)
Penulis:
Ferganata Indra RiatmokoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Nur Adji