Maklumat Arab Saudi Terkait Fase Armuzna, Waspadai Suhu hingga 50 Derajat

Jemaah diminta mewaspadai kenaikan suhu udara hingga 50 derajat celsius pada puncak pelaksanaan ibadah haji nanti. Jemaah diimbau tak meninggalkan tenda.

29 Mei 2025 05:28 WIB · Dikbud

Oleh Reny Sri Ayu dari Mekkah, Arab Saudi

MEKKAH, KOMPAS — Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan maklumat terkait pelaksanaan puncak ibadah haji atau fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Di antara maklumat ini, yakni mewaspadai kenaikan suhu hingga 50 derajat celsius dan menaati jadwal pergerakan jemaah serta melontar jumrah.

Hal ini disampaikan Ketua PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi Muchlis M Hanafi kepada wartawan di Mekkah, Arab Saudi, Rabu (28/5/2025). Sebelumnya pada Selasa Sore, telah berlangsung pertemuan antara Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dan pihak Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pertemuan dipimpin Al Hasan Bin Yahya, Deputi Hubungan Internasional Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Sementara Indonesia diwakili Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief. Pertemuan juga dihadiri petugas kloter se-Indonesia.

“Dalam pertemuan ini Pemerintah Arab Saudi menyampaikan sembilan maklumat. Yang pertama, menekankan agar jemaah dilarang keluar dari tenda Arafah dan Mina pada pukul 10.00 sampai 16.00 Waktu Arab Saudi. Sebab, suhu diperkirakan mencapai 50 derajat celsius. Jadi imbauan ini dikeluarkan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh jemaah,” kata Muchlis.

Ketua PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi, Muchlis M Hanafi (kanan) menyampaikan maklumat Pemerintah Arab Saudi terkait puncak pelaksanaan ibadah haji, Rabu (28/5/2025) di Mekkah, Arab Saudi.

Maklumat kedua terkait kedisiplinan dalam pergerakan Armuzna. Jemaah harus mengikuti jadwal pergerakan resmi sesuai syarikahnya masing-masing. Dengan kata lain, dilarang bergerak sendiri-sendiri yang tidak sesuai penempatannya.

Ketiga, larangan penyembelihan di luar program Adahi. Jadi penyembelihan hewan dam atau alhajj dan kurban hanya dapat dilakukan melalui proyek atau program Adahi yang resmi dikelola Pemerintah Arab Saudi. Penyembelihan di luar program resmi termasuk melalui calo atau tempat-tempat tak berizin dilarang keras.

“Keempat, pengaturan jadwal melontar jumrah. Pelaksanaan melontar jumrah harus dilakukan sesuai jadwal resmi yang ditetapkan syarikah dan markaz layanan yang sudah sepengetahuan Kementerian Haji dan Umrah. Jadi dilarang melontar jumrah secara bebas dan individual,” tambah Muchlis.

Selain itu terkait kartu nusuk, seluruh jemaah wajib membawa dan menjaga kartu nusuk. Petugas diminta memastikan tidak ada jemaah yang kehilangan atau tak memiliki kartu tersebut.

Bahkan, Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan, jangan sampai ada jemaah haji yang tidak bisa ke Masjidil Haram karena terkendala nusuk

Suasana Masjidil Haram nampak dari Menara Zamzam, Selasa (27/5/2025).  Aktivitas umrah selalu ada walau siang hari.

“Keenam, terkait dengan kesehatan, jemaah diminta menjaga kesehatan dengan selalu memakai masker, menggunakan payung saat di luar tenda, mencuci tangan dan memakai hand sanitizer, mengonsumsi makanan sehat dan cukup cairan,” katanya.

Maklumat lain adalah saluran pengaduan terkait dengan layanan syarikah. Jika terdapat keluhan terkait listrik, pendingin ruangan, air bersih atau fasilitas lainnya, jemaah dapat menghubungi nomor pengaduan resmi 1966. Seluruh petugas diminta mensosialisasikan nomor pengaduan ini.

Pemerintah Arab Saudi juga meminta petugas kloter wajib hadir di tenda bersama jemaah. Selain itu, nomor kontak petugas harus dapat diakses dengan mudah jika terjadi kondisi darurat.

“Kesembilan, terkait jemaah Indonesia yang mewakili seperempat atau 25 persen dari total jemaah haji dunia, kita diharapkan tampil sebagai teladan dalam ketaatan pada aturan dan disiplin. Kita tentu harus menjaga citra positif bangsa indonesia di mata dunia,” kata Muchlis.

Jemaah melaksanakan shalat berjamaah di lantai atas atau atap Masjidil Haram, Rabu (21/5/2025$ malam. Saat ini kondiis Masjidil Haram kian padat dan penuhi jemaah.

Muchlis mengatakan, PPIH Arab Saudi akan memastikan seluruh poin ini ditindaklanjuti secara menyeluruh baik dalam arahan-arahan internal di kalangan petugas maupun dalam komunikasi langsung kepada jemaah.

Sementara itu, kesiapan pelaksanaan puncak ibadah haji, pemantauan dan pemantapan terus dilakukan. Selama dua hari terakhir, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief memantau persiapan yang dilakukan sejumlah syarikah.

Pemantauan dilakukan di tenda-tenda jemaah di Arafah dan Mina. Dalam pemantauan ini, kondisi tenda, kasur, pendingin ruangan, toilet, dan berbagai fasilitas lainnya dicek.

“Sejauh ini sudah baik. Namun, kita ada beberapa catatan di antaranya adalah penataan kasur. Harapan kami, (hal itu) bisa diperbaiki agar lebih memudahkan jemaah untuk bergerak dan juga akan mengisi kasur-kasur yang berada di tempat di pojok,” kata Hilman.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, mengecek kondiis kasur di tenda wukuf di Arafah, Arab Saudi, Senin (26/5/2025). Persiapan terus dilakukan untuk menyambut puncak pelaksanaan ibadah haji.

Hilman mengatakan, hampir semua syarikah sudah siap. Sejumlah barang masih baru dan sebagian besar masih dibungkus dan baru dipasang pada tanggal 1 Zulhijjah atau 4 hari sebelum kedatangan jemaah.

Pantauan di Arafah dan Mina  menunjukkan tenda-tenda telah terpasang dengan baik berikut kasur dan bantal. Air bersih di toilet juga lancar. Dalam puncak ibadah haji ini jemaah tergabung dalam maktab atau markaz. Dalam satu markaz terdiri atas 3.000-4.000 anggota jemaah.

Quote

Ada beberapa catatan di antaranya adalah penataan kasur. Harapan kami bisa diperbaiki agar memudahkan jemaah untuk bergerak.

Jemaah menempati tenda-tenda dengan kapasitas hingga 250-350 orang setiap tenda. Kasur-kasur yang digunakan berukuran 80 x 200 sentimeter. Kasur bertutup kain berwarna putih dan juga dilengkapi bantal.

Adapun bangunan toilet umumnya berlantai dua dengan banyak bilik di dalamnya. Ada pula fasilitas lain seperti kursi dan tenda terbuka di halaman.

Hotel jemaah

Selain itu, validasi data terus dilakukan. Validasi terutama untuk memastikan hotel penempatan jemaah. Sebab, sejumlah anggota jemaah yang terpisah akibat layanan syarikah, tanpa sepengetahuan petugas bergabung dengan rombongannya.

Kondisi ini mengakibatkan ada jemaah tercatat di satu hotel, tapi lebih kerap berada di hotel lain tempat rombongan besar atau keluarganya menginap.

Jemaah yang masuk ke Mekkah melakukan umrah wajib sepetti nampak pada Minggu (11/5/2025). Pemeriksaan ketat berlangsung di sejumlah titik di kawasan Masjidil Haram.

Pendataan akan memudahkan mobilisasi atau pengangkutan jemaah ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Karena itu, jemaah diimbau kembali ke hotel pemondokannya menjelang pergerakan ke Arafah untuk memastikan mereka diangkut. Selain itu, untuk kepentingan penyisiran sehari jelang wukuf.

Hilman mengatakan, pendataan sebenarnya sudah selesai. Namun, sebelum diserahkan ke syarikah, akan kembali divalidasi.

“Sebelum kita serahkan ke syarikah, kita juga berkoordinasi dengan sektor-sektor, memvalidasi lagi dan itu akan kita sampaikan kepada syarikah. Terkait dengan data akhir yang kita miliki, akan menunjukkan jemaah berada di mana dan akan masuk ke maktab mana,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Reny Sri Ayu dari Mekkah, Arab Saudi
 | 

Editor:

Evy Rachmawati, Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .