Makna Kunjungan Prabowo

Pertemuan Presiden RI dengan Raja Thailand, Senin (19/5/2025), bermakna penting di tengah kondisi Asia Tenggara yang menjadi pusat kejahatan penipuan daring.

22 Mei 2025 05:00 WIB · Opini

Oleh Redaksi

Indonesia bersama Thailand merupakan pendiri ASEAN. Tiga negara lain yang juga pendiri organisasi kawasan itu ialah Malaysia, Singapura, dan Filipina. Mereka menandatangani Deklarasi ASEAN pada tahun 1967. Sekarang ASEAN telah berkembang dan beranggotakan 10 negara.

Pada 1967, ada persaingan antara Blok Timur yang berafiliasi dengan Uni Soviet dan Blok Barat yang yang didukung Amerika Serikat. Daratan Asia Tenggara (Indochina) panas dan perang berlangsung di Vietnam akibat persaingan geopolitik. Pada saat yang sama, Indonesia sedang aktif memperbaiki hubungan dengan negara tetangga Malaysia.

Sekarang, konflik Blok Barat dan Blok Timur sudah hilang. Namun, isu keamanan tetap menjadi keprihatinan utama di Asia Tenggara. Kejahatan besar berupa penipuan daring (online scamming) sedang berlangsung di dataran Asia Tenggara. Dalam konteks inilah, kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Thailand dan pertemuannya dengan Raja Maha Vajiralongkorn harus dimaknai.

Dalam jumpa pers, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Thailand atas peran sertanya membantu menyelamatkan ratusan warga Indonesia yang terjebak dan dipaksa bekerja di sebuah pusat penipuan daring di Myawaddy, Myanmar, tak jauh dari perbatasan Thailand. Selain di Myanmar, pusat operasi penipuan daring ditemukan di Kamboja.

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan Ratu Thailand Suthida Brajasudhabjmalalakshana di Bangkok, Thailand, Senin (19/5/2025).

Thailand dan negara-negara lain di Asia Tenggara telah berupaya untuk mengatasi kejahatan yang tidak main-main itu. Penipuan daring melibatkan jaringan luas. Ratusan ribu orang terjebak tipu daya sindikat sehingga terpaksa bekerja tanpa istirahat setiap hari untuk menipu orang dari berbagai belahan dunia. Puluhan miliar dollar AS hilang akibat penipuan ini.

Pada tahun 2023 saja, ada 12,5 miliar dollar AS simpanan warga AS yang pupus akibat penipuan daring, yang sebagian besar di antaranya dioperasikan oleh sindikat di Asia Tenggara. Belum lagi kerugian finansial yang dialami warga dari negara lain, termasuk Indonesia.

Alleged scam centre workers and victims rest during a crackdown operation by the Karen Border Guard Force (BGF) on illicit activity in Shwe Kokko in Myanmar's eastern Myawaddy township on February 18, 2025. Battered and bruised Chinese workers from online scam centres in Myanmar faced an anxious wait to be returned home, as Beijing and Thailand on February 19 finalised plans for their repatriation. (Photo by AFP) *** Local Caption *** Sejumlah warga China yang diduga merupakan pekerja sindikat penipuan daring (online scam) duduk di lantai sebuah bangunan yang menjadi pusat operasi kegiatan penipuan di Kota Shwe Kokko, Mywaddy, Myanmar, Selasa (18/2/2025), setelah lokasi itu digerebek Pasukan Penjaga Perbatasan Karen (BGF). Pemerintah Thailand menyebut warga China yang merupakan korban dan berjumlah ribuan orang, akan dipulangkan kembali ke negaranya melalui Kota Mae Sot, Thailand, secara bertahap.

Penipuan daring yang berbasis di Asia Tenggara sulit dihapus karena ditengarai berkelindan dengan politik lokal dan kondisi Myanmar yang sedang didera konflik. Berkali-kali operasi digelar dan penangkapan dilakukan di Myanmar serta Kamboja, tetapi kejahatan ini muncul lagi. Tekanan ekonomi di sejumlah negara lain Asia Tenggara dinilai turut menyebabkan warga gampang ditipu dan dijebak sindikat.

Indonesia dan Thailand merupakan kekuatan penting di Asia Tenggara. Kerja sama serius kedua negara untuk mengatasi kejahatan penipuan daring sangat dibutuhkan sehingga Asia Tenggara tak lagi menjadi sumber kejahatan tersebut.

Kejahatan penipuan daring tidak bisa dibiarkan. ASEAN harus lebih serius untuk mengakhirinya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Redaksi
 | 

Editor:

Antonius Tomy Trinugroho
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan