LIGA INGGRIS

Makna Senyum Lebar Arteta dari Markas Leeds

Sempat kehilangan wibawa dalam tiga laga terakhir, pemimpin klasemen Arsenal bangkit di kandang Leeds. Tim asuhan Arteta menjawab kritik lewat hasil dan performa.

01 Feb 2026 04:02 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Kelvin Hianusa

LEEDS, SABTU — Hujan deras di markas Leeds United, Stadion Elland Road, tidak cukup untuk menutupi senyum lebar Manajer Arsenal Mikel Arteta setelah peluit panjang. Arteta sangat bahagia bukan hanya karena timnya mengakhiri tren buruk di Liga Inggris, melainkan juga penampilan yang begitu komplet selayaknya tim calon juara.

Arsenal sukses menepis keraguan di Elland Road, Leeds, Sabtu (31/1/2026) WIB. Setelah tiga kali gagal menang di Liga Inggris, mereka menyudahi tren buruk itu dengan kemenangan telak atas tuan rumah Leeds, 4-0. ”Si Meriam” pun kembali memimpin klasemen sementara dengan unggul tujuh poin dari pesaing terdekat, Manchester City dan Aston Villa.

”Berdasarkan tiga penampilan terakhir, kami tahu betapa pentingnya pertandingan hari ini. Menang 4-0 adalah hasil besar bagi kami. Kami hanya dapat mengendalikan apa yang dapat kami kendalikan. Jadi, hanya perlu terus memenangkan laga dan berjuang,” kata gelandang Arsenal Declan Rice soal perebutan gelar.

Penyerang Arsenal Viktor Gyokeres mencetak gol ke gawang Leeds United dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Elland Road, Leeds, Inggris,  Sabtu (31/1/2026). Gyokeres memanfaatkan umpan silang dari penyerang sayap Gabriel Martinelli. Satu gol Gyokeres membantu Arsenal menang 4-0.

Selepas peluit panjang, Arteta tampak semringah di tengah hujan deras yang mengguyur Elland Road. Tidak ada lagi wajah datar seperti pekan lalu saat ditaklukkan Manchester United di kandang. Sang manajer sangat puas dengan reaksi para pemain, terutama bagaimana cara Rice dan rekan-rekan mengambil tiga poin penuh.

Dominasi tim tamu diperlihatkan dengan masing-masing sepasang gol di setiap babak. Mereka sudah unggul 2-0 saat turun minum. Menariknya, dua babak itu menghadirkan kisah berbeda. Wajah Arsenal yang sangat berhati-hati dan nyaris hanya mengandalkan bola mati muncul sepanjang paruh pertama.

Dua gol awal Arsenal berawal dari skema tendangan sudut. Gol pertama mereka, dicetak gelandang Zubimendi, merupakan lanjutan serangan setelah para pemain Leeds menyapu percobaan tendangan sudut. Tim tamu menggenapi keunggulan berkat gol bunuh diri kiper Karl Darlow yang salah mengantisipasi tendangan sudut.

Di paruh pertama, Si Meriam gagal menjawab kritik soal minimnya kreativitas serangan. Mereka hanya mampu menghasilkan dua tembakan selama 45 menit, separuhnya dari bola mati. Padahal, Arteta sudah menurunkan dua penyerang sekaligus, yaitu Viktor Gyokeres dan Kai Havertz.

Senyum lebar Arteta terpancar berkat penampilan Arsenal di 45 menit kedua. Leeds sempat mengambil alih permainan selama 20 menit seusai turun minum dengan unggul penguasaan bola nyaris 70 persen. Arsenal, yang biasanya hanya akan berusaha mempertahankan keunggulan, berani mengambil risiko lebih.

Penyerang sayap Arsenal Noni Madueke (atas) menghindari tekel pemain Leeds United Ilia Gruev dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Elland Road, Leeds, Inggris,  Sabtu (31/1/2026). Madueke tiba-tiba menjadi starter karena Bukayo Saka mengalami cedera saat pemanasan.

Tim tamu memperlihatkan intensi untuk menambah gol. Mereka langsung menyerang balik setiap ada kesempatan, tidak memperlambat tempo. Hasilnya, dua gol tercipta dalam skema serangan yang sangat lugas dari permainan terbuka. Sepasang gol itu disumbang Gyokeres dan pemain pengganti Gabriel Jesus.

Arteta berkata, penampilan itu cukup untuk menjawab kebisingan dari ”luar”. ”Penampilan yang sangat impresif, hasil yang sangat impresif. Kami melakukannya dengan tim yang sedang dalam tren baik, di stadion yang begitu energik. Kami memperlihatkan dominasi mutlak, ketangguhan, karakter, dan kualitas. Saya menyukai itu,” ujarnya.

Sorotan terbesar menuju ke arah kapten Arsenal Martin Odegaard yang memulai laga dari bangku cadangan. Posisinya digantikan Havertz. Sang gelandang banyak dikritik karena sering memperlambat serangan. Keputusannya sering salah. Saat ada lubang di pertahanan lawan, dia berkali-kali memilih untuk mengumpan ke belakang.

Odegaard merespons kritik itu dalam setengah jam penampilan di Elland Road. Dia terlibat langsung dalam dua gol terakhir Arsenal, salah satunya asis untuk gol Jesus. Odegaard tampak lebih berani mengeksekusi umpan terobosan ke sepertiga akhir lawan, sesuatu yang jarang terlihat belakangan ini.

Gelandang Arsenal Martin Odegaard (kanan) dibayangi pemain Leeds United Noah Okafor dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Elland Road, Leeds, Inggris,  Sabtu (31/1/2026). Walaupun memulai laga dari bangku cadangan, Odegaard berhasil tampil apik dan menyumbang satu asis di paruh kedua. Arsenal menang telak 4-0.

Setelah Odegaard masuk, serangan Arsenal jauh lebih mengalir. Mereka berhasil menciptakan 10 tembakan dalam setengah jam terakhir. Jumlah itu dua setengah kali lipat lebih banyak dari total tembakan mereka selama sejam awal (4 kali).

Menurut Pelatih Leeds Daniel Farke, Arsenal merupakan tim terbaik di Eropa saat ini. Tim lawan memiliki kualitas untuk merepotkan siapa pun jika bermain ofensif. ”Mereka punya pemain seperti Gyokeres dan Jesus. Mereka bisa menghukum Anda seketika dan itu terjadi dengan kami hari ini. Kualitas mereka terlalu bagus, kami harus menerima itu,” katanya. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra