Diego Simeone menyiapkan taktik baru yang lebih agresif untuk mengalahkan Barcelona di Copa del Rey. Taktik bertahan tidak akan mempan menahan Barca.
01 Apr 2025 14:00 WIB · Olahraga
MADRID, SELASA — ”Kegilaan adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda”. Ungkapan dari Albert Einstein itu sedang ada di kepala Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone saat mempersiapkan timnya menghadapi Barcelona pada laga kedua semifinal Copa del Rey yang akan digelar di Stadion Civitas Metropolitano, Madrid, Kamis (3/4/2025) pukul 02.30 WIB.
Barcelona adalah tim terkuat di Spanyol saat ini dan memiliki pemain berkualitas di setiap lini. Dengan demikian, menghadapi Barcelona menggunakan taktik seperti biasanya, yang lebih mementingkan pertahanan, dan berharap dapat meraih kemenangan adalah sebuah kegilaan.
Padahal, bagi Atletico, kemenangan atas Barcelona menjadi kewajiban jika ingin menjaga satu-satunya peluang merebut piala pada musim ini. Setelah kalah dari Real Madrid pada babak 16 besar Liga Champions dan tersangkut pada posisi ketiga klasemen Liga Spanyol, Atletico hanya berpeluang menjadi juara Copa del Rey. Atletico terakhir kali menjuarai Copa del Rey pada musim 2012-2013.
Pada laga pertama babak semifinal Copa del Rey, 26 Februari lalu, Atletico sempat tampil mengejutkan dengan menahan imbang tuan rumah Barcelona dengan skor 4-4. Atletico sempat unggul 2-0, lalu tertinggal 2-4, kemudian berhasil menyamakan skor menjadi 4-4 sebelum wasit meniup peluit akhir laga.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/26/88466092-6b2b-4d9c-bead-9a19d03d9cdf_jpg.jpg)
Kini, hanya kemenangan atas Barcelona yang bisa membawa Atletico ke final dan mengejar trofi. Jika mampu meraihnya, trofi itu akan menjadi yang pertama dalam tiga tahun terakhir di semua kompetisi bagi Atletico. Trofi terakhir bagi Atletico adalah juara Liga Spanyol musim 2020-2021.
Untuk menaklukkan Barcelona, Diego Simeone sedang menyusun rencana baru yang berbeda dan sangat berisiko. Biasanya, Simeone memainkan pertahanan yang rapat dan kuat saat menghadapi tim-tim raksasa Spanyol dan negara-negara Eropa lainnya.
Kini, El Cholo, julukan Simeone, menyiapkan para pemainnya untuk bermain secara agresif guna menekan pertahanan Barcelona. Barcelona tidak akan dibiarkan lagi mendominasi penguasaan bola dan mendikte arah permainan. Dalam dua pertemuan terakhir antara Barcelona dan Atletico, Barcelona selalu mendominasi penguasaan bola sampai di atas 67 persen.
Berdasarkan pantauan media Spanyol, AS Diario dan Marca, Selasa (1/4/2025), Simeone memimpin langsung latihan para pemainnya dan berulang kali meneriakkan instruksi agar mereka bermain dengan lebih cepat, lebih rapat, cermat, dan tidak mudah kehilangan bola. Setiap operan bola harus akurat dan difokuskan untuk menyerang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/05/e254bc47af3b289b03e1ef35a1ddc9f8-wires_photo_61_.jpg)
Atletico juga menjalani latih tanding dengan tim Atletico muda sebagai simulasi taktik agresif dan transisi cepat dari belakang ke depan dan dari kiri ke kanan. Penyerang Antoine Griezmann dan Julian Alvarez juga diwajibkan turut membantu perebutan bola sebelum menyelesaikannya menjadi gol.
Simeone tidak mengizinkan bek Jose Gimenez dan Clement Lenglet serta gelandang Rodrigo De Paul dan Connor Gallagher membuang bola dengan mudah. Mereka harus mempertahankan bola dan mencari cara untuk balik menekan pertahanan Barcelona.
Kepada para pemainnya, Simeone mengatakan, mereka adalah para pemain dari tim papan atas sehingga harus mampu memainkan bola dan melakukan hal-hal berbeda untuk mengejutkan lawan.
”Kami tidak akan membiarkan mereka mendikte permainan,” kata Simeone.
Taktik itu bisa membuahkan hasil manis bagi Atletico jika mampu merusak ritme permainan Barcelona. Pelatih Barcelona Hansi Flick tidak pernah mendesain timnya untuk bermain bertahan. Jika Atletico bisa menekan dengan efektif dan memutus distribusi bola lawan, Barcelona akan dapat dikalahkan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/30/07dad1e5-e1c5-4782-a712-e2b5301adaaf_jpg.jpg)
Namun, mengalahkan Barcelona bukanlah tugas yang mudah. Barcelona sedang dalam kondisi berapi-api, sedangkan Atletico tampil tidak konsisten dan gagal menang dalam tiga laga terakhir di kompetisi domestik.
Barcelona tidak terkalahkan sejak masuk tahun 2025. Barca memenangi 17 dari 20 laga di semua kompetisi, dengan tiga laga lainnya berakhir imbang. Prestasi itu yang membawa Barca memuncaki klasemen Liga Spanyol dan menembus perempat final Liga Champions.
Sementara itu, sesudah menahan imbang Barcelona pada laga pertama semifinal Copa del Rey, Atletico justru seperti kehilangan tenaga untuk bersaing. Pada laga La Liga, ”Los Rojiblancos” kalah 1-2 dari Getafe, kalah lagi 2-4 dari Barcelona, dan hanya mampu imbang 1-1 melawan Espanyol.
Benteng pertahanan Atletico yang dulu dikenal kokoh kini terlalu mudah ditembus. Taktik tekanan agresif yang dirancang Simeone bisa menjadi bumerang jika para pemain Barcelona mampu lepas dari tekanan dan melakukan serangan balik cepat.
Barca memiliki beberapa pemain yang sangat tajam di kotak penalti. Robert Lewandowski, Ferran Torres, dan Lamine Yamal siap merobek gawang Atletico jika ada celah di pertahanan Atletico yang bisa dieksploitasi.
Penulis:
Emilius Caesar AlexeyEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra