Genap tujuh hari dicopot sebagai Presiden, Yoon Suk Yeol tinggalkan kediaman resmi Presiden Korea Selatan
11 Apr 2025 19:00 WIB · Foto
Mirip saat dibebaskan dari penjara, 8 Maret 2025 lalu, seusai dipenjara selama 52 hari, presiden saat itu, Yoon Suk Yeol berjalan tenang, bibirnya tersenyum, lantas mendekati pendukungnya dan bersalaman. Beberapa pendukung juga terlihat memeluknya. Ratusan yang lain berteriak mengelu-elukannya.
Setelah digulingkan sebagai presiden lewat Mahkamah Konstitusi Korea Selatan, hari ini, Jumat (11/04/2025), Yoon Suk Yeol meninggalkan kediaman resmi presiden yang terletak di kompleks kepresidenan di Distrik Hannam-dong. Ratusan pendukung setia telah menunggunya sejak pagi.
Mereka sontak berteriak saat melihat pintu utama terbuka. Yoon berjalan keluar dengan setelan jas dan celana biru dongker dipadu kemeja biru muda. Selain teriakan, mereka juga mengacungkan poster bernada dukungan terhadap Yoon.
Yoon mendatangi mereka dan menyalami beberapa di antara mereka sebelum naik mobil keluaran KIA hitam, diiringi setidaknya 6 mobil pengawal di belakangnya.
Perlahan iring-iringan mobil bergerak meninggalkan kompleks kediaman resmi presiden. Yoon yang duduk di sebelah kanan di bangku kedua, membuka jendela sambil tetap melambaikan tangan, sesekali dia mengubah tangannya di depan wajah, tanda berterima kasih.
Itu dilakukan Yoon sampai mobil meningglkan kompleks, pelan-pelan menghilang ditikungan.
Sambutan pendukungnya masih berlanjut. Di sepanjang jalan yang dilalui, tertutama di daerah perkotaan, ratusan pendukung setianya menunggu di pinggir jalan dengan mengibarkan bendera Korea Selatan dan mengacungkan poster dukungan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/11/73faf94f-1e0f-4100-ae1c-ef6c0aa88b38_jpg.jpg)
Yoon meninggalkan rumah dinas presiden, tepat seminggu setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan menyetujui usulan pemakzulan dan mencopotnya sebagai presiden Korea Selatan. Selanjutnya, akan diadakan pemilihan presiden pada 3 Juni 2025.
Seperti dikutip dari AP, Yoon membawa serta 11 anjing dan kucing peliharaannya dan berpindah ke rumah pribadinya di pinggiran Seoul Selatan.
Setiba di apartemen yang juga menjadi rumah pribadinya sebelum menjabat, Yoon kembali disambut ratusan pendukungnuya, yang sudah menunggunya sejak pagi. Sekali lagi Yoon keluar saat mobil berhenti, mendekati pendukungnya dan menyalami beberapa di antaranya. Yoon yang menjadi Presiden Korea Selatan menang tipis dalam pemilihan umum di tahun 2022, terlihat membungkukkan badan sebagai hormat, dan berbalik kanan dan menghilang dibalik pagar.
Pada malam di tanggal 3 Desember 2024, Yoon mengumumkan darurat militer lewat televisi. Ia juga mengumumkan penangguhan kegiatan legislatif dan mengirim ratusan pasukan untuk mengepung Majelis Nasional. Namun, anggota parlemen berhasil membentuk kuorum dan memilih untuk mencabut darurat militer beberapa jam setelah diberlakukan.
Pada 15 Januari 2025, Yoon ditangkap di kediamannya dan ditahan seusai menolak panggilan sidang. Saat itu ribuan polisi kerahkan dan harus bersitegang dengan ratusan pengawal presiden.
Pada 20 Februari, Yoon menjalani sidang pidana terpisah. Ia menjadi Presiden Korea Selatan pertama yang diadili secara pidana saat masih menjabat. Namun, dibebaskan dari penjara 8 Maret 2025 atau setelah ditahan selama 52 hari, setelah pengadilan distrik Seoul membatalkan penangkapannya dan membolehkannya diadili tanpa penahanan fisik.
Delapan hakim, yang mengambil keputusan dalam sidang putusan di Mahkamah Konstitusi, menyetuji pemakzulan Yoon sebagai presiden dan memutuskan mencopot jabatan Presiden Korea Selatan pada 4 April 2025.
Pengganti Yoon akan ditentukan dalam pemilihan umum 3 Juni 2025, diperebutkan oleh 20 kandidat yang saling bersaing.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul