Liverpool seperti menjemput mimpi buruk di kandang Marseille. Sebanyak 10 pemain Marseille eks Premier League berambisi buktikan kualitas di hadapan ”raja” Inggris.
20 Jan 2026 18:36 WIB · Olahraga
AFP
MARSEILLE, SELASA — Marseille dihuni pelatih kepala dan mayoritas pemain utama yang berstatus alumni Premier League. Jadwal menjamu Liverpool di Stadion Velodrome, Marseille, Kamis (22/1/2026) pukul 03.00 WIB, bak ajang pembuktian mereka di hadapan juara bertahan Inggris. Satu hal ingin dibuktikan, bahwa kemampuan mereka belum memudar selepas hijrah ke Perancis.
Roberto De Zerbi memiliki kisah manis selama dua musim mengasuh Brighton & Hove Albion di Premier League. Tim besutannya tampil atraktif dan ofensif hingga juru taktik asal Italia itu sempat digadang-gadang menjadi kandidat suksesor Pep Guardiola di Manchester City.
Meskipun tidak meraih trofi di Inggris, De Zerbi mengantarkan Brighton menembus kompetisi Eropa untuk pertama kali dalam sejarah klub. Klub berjuluk ”Burung Camar” itu mentas di Liga Europa edisi 2023-2024.
Catatan 43 persen kemenangan dalam 89 laga menangani Brighton juga menjadi bukti sahih bahwa De Zerbi mampu menaikkan derajat klub itu. Bersama De Zerbi, Brighton naik kelas dari tim semenjana menjadi pesaing kompetisi antarklub Eropa.
Di sisi lain, De Zerbi juga sangat suka jumpa Liverpool. Untuk tim berstatus enam besar Premier League, rekor kontra Liverpool adalah yang terbaik digenggam De Zerbi selama menangani Brighton.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/20/6d0467f268d687280dc962c9a1bd32bb-FBL_FRA_LIGUE1_ANGERS_MARSEILLE_135353823.jpg)
Dalam lima pertemuan, De Zerbi meraih dua kemenangan, dua imbang, dan hanya sekali menderita kekalahan. Satu kekalahan itu tercipta pada pertemuan terakhir De Zerbi dengan ”Si Merah” pada 31 Maret 2024.
”Kita akan melihat atmosfer yang mengagumkan di Velodrome, seperti laga-laga kandang biasanya. Ini pertandingan yang penting bagi kami karena krusial mengumpulkan poin di kandang,” ucap De Zerbi dilansir laman klub, Selasa (20/1/2026).
Selain De Zerbi, sejumlah pemain Marseille juga sudah memiliki pengalaman jumpa Liverpool. Tak tanggung-tanggung, terdapat 10 pemain Marseille yang pernah terdaftar dalam skuad klub-klub Premier League.
Tiga pemain Marseille berasal dari Inggris adalah Mason Greenwood, Angel Gomes, dan Conrad Jaden Egan-Riley. Greenwood dan Gomes menapaki karier profesional dari Akademi Manchester United, sedangkan Egan-Riley, yang berposisi bek tengah, adalah produk pembinaan Manchester City.
Selain itu, Marseille memiliki Pierre-Emerick Aubameyang yang bisa menjadi mimpi buruk bagi Liverpool. Ia adalah pencetak gol terbanyak Marseille di Liga Champions dengan torehan tiga gol. De Zerbi sangat mengandalkan eks penyerang Arsenal itu di Eropa. Ia selalu tampil sejak sepak mula di enam laga sebelumnya dengan rerata 82 menit penampilan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/20/33a55facbe786abf20b3afc89e19af25-FBL_KUW_FRA_CHAMPIONS_TROPHY_PSG_MARSEILLE_135148662.jpg)
Pemain tak tergantikan lainnya dalam skema De Zerbi adalah gelandang bertahan Pierre-Emile Højbjerg. Sebelum berlabuh ke Perancis, pemain asal Denmark itu dikenal berkat performa pentingnya untuk Tottenham Hotspur.
Marseille juga memiliki Emerson Palmieri. Bek sayap kiri veteran berpaspor Italia itu berpeluang menjadi ancaman bagi sisi kanan Liverpool yang lemah. Emerson adalah bagian skuad West Ham United ketika meraih trofi Liga Konferensi Eropa edisi 2022–2023.
Terlepas dari motivasi ekstra yang dimiliki para pemainnya, De Zerbi menuntut konsistensi dari skuad Marseille. Meskipun masih berada di peringkat ketiga Liga Perancis dan hanya berjarak tiga poin dari zona delapan besar Liga Champions, performa Marseille kerap angin-anginan.
Mereka tampil penuh pujian ketika merepotkan Real Madrid di Bernabeu, tetapi menderita kekalahan 0–1 dari Atalanta.
Dalam dua gim terakhir Liga Champions, Marseille telah menunjukkan peningkatan performa dengan menaklukkan Newcastle United di Velodrome dan Royale Union Saint-Gilloise. Di kancah domestik, mereka juga tengah dalam penampilan positif berkat kemenangan atas Bayeux FC di Piala Perancis dan Angers di Liga Perancis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/20/25edd5075e3e1946df9d564c18e80cea-FBL_FRA_LIGUE1_ANGERS_MARSEILLE_135354941.jpg)
”Konsisten itu perlu. Banyak hal masih perlu kami benahi untuk terus menang di laga-laga selanjutnya. Selain penampilan, sisi mental juga harus diperbaiki karena kami tidak boleh lagi kehilangan poin menghadapi tim-tim yang seharusnya bisa dikalahkan,” kata De Zerbi.
”Liverpool adalah tim sangat kuat. Jadi, kami harus meningkatkan penampilan dari laga-laga yang sudah berlalu jika ingin kompetitif selama 90 menit. Dengan persiapan yang baik, saya yakin kami bisa menyulitkan semua tim,” tutur De Zerbi seperti dikutip L’Equipe.
Sementara itu, Liverpool datang ke Velodrome dengan catatan nirmenang dalam empat laga beruntun Premier League, tepatnya selalu meraih hasil imbang. Manajer Liverpool Arne Slot menganggap duel menghadapi Marseille bisa menjadi api untuk membangkitkan performa skuadnya di kompetisi domestik.
”Kami butuh hasil untuk membalikkan keadaan. Laga menghadapi Marseille adalah kesempatan terbaik untuk kembali ke jalur yang tepat,” ujar Slot dilansir BBC.
”Si Merah” butuh kemenangan untuk menjaga asa masuk zona delapan besar dan lolos langsung ke babak 16 besar. Jika kalah, kans itu akan menipis. Bahkan, perolehan poin Liverpool bisa disetarakan oleh Marseille.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/20/75d698d76475bff7a901d061a65e4a46-FBL_FRA_LIGUE1_ANGERS_MARSEILLE_135357687.jpg)
Bek dan kapten Liverpool Virgil van Dijk mengakui pertarungan menghadapi Marseille akan sangat sulit serta melelahkan secara fisik dan mental. Van Dijk menilai duel melawan tim besutan De Zerbi selalu sulit karena filosofi permainan dari sang juru taktik.
”Rabu (Kamis WIB) akan menjadi gim yang sangat sukar. Bukan hanya atmosfer (Velodrome), melainkan juga melawan tim De Zerbi selalu sangat sulit untuk kami,” kata Van Dijk. (AFP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra