Direktur Federasi Bola Voli Korsel turut menyoroti masa depan Megawati Hangestri yang punya 3 opsi. Adapun Yolla Yuliana kembali mencoba berkarier di Korsel.
08 Mar 2025 12:23 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Masa depan pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, berada di persimpangan tiga jalan, salah satunya meninggalkan Liga Bola Voli Korea Selatan. Hal ini pun turut menjadi sorotan publik ”Negeri Ginseng”, termasuk Direktur Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) Cho Yong-chan.
Megawati Hangestri Pertiwi boleh dibilang menjadi pemain asing dari Asia yang paling bersinar di Liga Bola Voli Korea atau V League. Dalam dua musim beruntun sejak 2023-2024, efek kehadiran Megawati tak hanya mengangkat performa klub, Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks, tetapi juga meningkatkan popularitas klub dan liga.
Setelah pada musim lalu membawa tim lolos ke babak playoff untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun, Megawati mengantar Red Sparks meraih 13 kemenangan beruntun. Catatan pribadinya pun gemilang dengan mengoleksi 729 poin untuk menempatkannya pada peringkat ketiga pencetak poin terbanyak. Dia pun menjadi pemain dengan rasio keberhasilan serangan (47,2 persen) dan rasio keberhasilan serangan terbuka (42,36 persen) tertinggi.
Dengan segala pencapaian impresif itu, wajar jika kemudian pertanyaan seputar masa depan Megawati di kompetisi bola voli kasta tertinggi di Korea itu mengemuka. Terlebih, pemain yang dijuluki ”Megatron” oleh para penggemar ini berada di persimpangan jalan untuk musim selanjutnya, termasuk bisa saja meninggalkan Korea.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/16/d9cb57e8cdb851b022a8ed48a8fc1d88-media_image_56115_26_2_15.jpg)
Sedikitnya ada tiga opsi yang dimiliki oleh Megawati terkait masa depannya. Satu opsi yang tengah ramai dibicarakan di Korea ialah pilihan untuk mendaftar untuk draft musim depan sebagai pemain asing umum, bukan pemain asing Asia.
Menurut regulasi V League, pemain asing umum memiliki batas gaji tertinggi sebesar 250.000 dollar AS atau setara Rp 4,07 miliar. Artinya, secara finansial akan lebih menguntungkan bagi Megawati. Sebab, jumlah ini akan lebih besar dari besaran gaji maksimum Megawati pada musim ini, yaitu 150.000 dollar AS (Rp 2,44 miliar).
Apabila Megawati memilih opsi kedua, yakni bertahan sebagai pemain asing Asia, gaji maksimumnya sama seperti musim ini. Namun, dengan opsi ini, Megawati memiliki prioritas untuk memperpanjang kerja sama dengan Red Sparks. Berbeda halnya jika Megawati memilih opsi pertama.
Jika terdaftar sebagai pemain asing umum, Megawati bisa saja tidak lagi memperkuat Red Sparks. Megawati akan dipilih oleh tujuh tim V League melalui undian dengan probabilitas peringkat terbalik.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/01/e46669fd-5564-45fe-af5f-df6219b15d7c_jpg.jpg)
Kami tetap membuka kemungkinan untuk mengikuti draft pemain asing, mengajukan kuota Asia, dan memperbarui kontrak melalui manajer, atau mencoba berkarier di liga luar negeri lainnya.
Adapun opsi terakhir adalah Megawati meninggalkan V League dan berkarier di negara lain. Media Korsel, Yonhap, bahkan mengklaim, pemain asal Jember, Jawa Timur, ini menarik minat klub-klub dari Jepang dan Turki.
Masa depan Megawati ini turut menjadi sorotan Direktur Federasi Bola Voli Korea (KOVO) Cho Yong-chan. Selepas Liga Bola Voli Korea musim ini rampung, KOVO akan membahas secara khusus soal masa depan Megawati.
”Saat ini, Mega sedang fokus pada persiapan pascamusim reguler (babak playoff), dan kami akan membahas rencana untuk musim depan setelah musim ini berakhir,” ujar Cho Yong-chan, dikutip dari Yonhap, Sabtu (8/3/2025).
CEO Vision International, yang merupakan agen domestik Megawati, Kim Seong-hoon, juga mengungkapkan bahwa Megawati belum membuat keputusan terkait masa depannya. Namun, Kim membenarkan bahwa ada tiga opsi yang dimiliki oleh Megawati saat ini.
”Kami tetap membuka kemungkinan untuk mengikuti draft pemain asing, mengajukan kuota Asia, dan memperbarui kontrak melalui manajer, atau mencoba berkarier di liga luar negeri lainnya,” ucap Kim.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/10/31/1ef9568d-b8d0-49cd-ab98-1eaef1f57dd4_jpg.jpg)
Kendati ada opsi Megawati memilih mendaftar sebagai pemain asing umum yang lebih menguntungkan secara finansial atau tak melanjutkan karier di Korea, Kim meyakini bahwa kliennya punya kecintaan besar terhadap Red Sparks dan kehidupan di Korea. ”Secara khusus, dia memiliki keterikatan yang kuat dengan tim,” ucapnya.
Kim juga memprediksi bahwa pebola voli putri Indonesia lainnya, Yola Yuliana, akan membawa angin segar bagi V League seperti Megawati. Yolla menjadi satu-satunya pebola voli putri Indonesia yang namanya terdaftar dalam peserta Draft Asia Quarter yang dipublikasikan KOVO, Kamis (6/3/2025).
Sebelumnya, Yolla juga mendaftar draft Asia untuk musim 2024-2024 bersama Aulia Suci Nurfadila. Kedua pemain ini pun mengikuti try out yang berlangsung di Jeju, Korea Selatan. Namun, pada akhirnya belum ada tim yang memilih mereka.
Yolla kemudian bergabung dengan klub yang tampil di kasta kedua Liga Bola Voli Jepang, Tokyo Sunbeams. Setelah memperkuat Tokyo Sunbeams, Yolla dikabarkan akan kembali ke Indonesia untuk membantu Jakarta Popsivo Polwan mengarungi final four Proliga 2025.
Adapun Megawati saat itu tak perlu mengikuti uji coba lagi karena sudah bermain di Liga Korea pada musim sebelumnya. Uji coba diperuntukkan bagi peserta baru.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/06/18/74ac1a04-59ed-4012-a809-bb94d310adbb_jpg.jpg)
Dalam laporan media Korea, Sport Seoul, KOVO mengumumkan bahwa ada 143 pemain yang mendaftar untuk kuota Asia musim 2025-2026. Dari 143 nama itu, 100 adalah pebola voli putra dari 19 negara dan 43 pemain putri dari 10 negara.
Pada sektor putra, Iran mendaftarkan peserta paling banyak dengan 45 pebola voli. Adapun Indonesia mendaftarkan 9 pebola voli yang terdiri dari Doni Haryono, Rivan Nurmulki, Agil Angga, Sandi Akbar, Luvi Nugraha, Dawuda, dan Alaihimas Sallam. Selain itu, ada Fahry Septian, Nizar Julfikar, dan Dio Zulfikri.
Sementara pada sektor putri, Yolla akan bersaing dengan beberapa wajah baru. Dua di antaranya Haruyo Shimamura (Jepang), middle blocker terbaik di Kejuaraan Dunia Antarklub 2024, dan Emma Burton (Australia) yang merupakan pencetak poin terbanyak negaranya pada 2022.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji Dewabrata