Masalah Laten Pertahanan Barcelona

Sudah jadi rahasia umum Barcelona punya problem akut pertahanan. Namun, masalah pertahanan Barca ternyata lebih dalam dari yang terlihat.

30 Jan 2025 13:17 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

BARCELONA, KAMIS — Performa pertahanan Barcelona tidak kunjung membaik. Ini tampak saat ”Blaugrana” ditahan imbang Atalanta, 2-2, pada pertandingan pamungkas penyisihan grup Liga Champions Eropa di Stadion Olimpiade Lluis Companys, Barcelona, Kamis (30/1/2025) dini hari WIB. Selain rentan terhadap bola-bola vertikal, kelemahan bek Barca dalam berduel satu lawan satu jadi masalah laten pertahanan mereka.

Hasil imbang itu patut disayangkan mengingat Barca berpeluang besar menang dan merebut posisi puncak klasemen Liga Champions dari Liverpool yang takluk dari PSV Eindhoven pada laga lainnya. Mampu dua kali unggul atas Atalanta sepanjang laga, kelemahan dalam bertahan menjadi penghalang terbesar Barca dalam mengamankan kemenangan.

”Itulah yang harus kami tingkatkan, kerja keras di lini pertahanan. Kami senang bisa finis di posisi ini, tetapi kami harus memperbaiki banyak hal. Kami punya potensi untuk melakukan sesuatu yang lebih dan sekarang kami akan punya waktu seminggu ekstra untuk bisa berlatih lebih banyak,” kata Pelatih Barca Hansi Flick seusai laga.

Kinerja lini serang Barca memang tidak perlu diragukan. Mereka bisa mencetak gol dari peluang sekecil apa pun. Ini dibuktikan oleh Lamine Yamal yang membawa Barca unggul lebih dulu pada awal babak kedua.

Bek Barcelona, Ronald Federico Araujo da Silva (kiri), dan gelandang Eric Garcia berebut bola dengan penyerang Atalanta, Charles De Ketelaere, pada laga Liga Champions di Barcelona, Spanyol, Kamis (30/1/2025) dini hari WIB. Laga berakhir imbang 2-2.

Walau punya lini serang yang produktif, kinerja pertahanan Barca di bawah Flick masih menjadi sorotan. Ide garis pertahanan tinggi yang dibawa Flick untuk menyerang dan menekan belum diimbangi solusi di lini pertahanan. Garis pertahanan tinggi Barca kerap jadi sasaran empuk para lawan dengan melepaskan bola-bola vertikal.

Kelemahan itu terlihat pada awal babak pertama, di mana Davide Zappacosta dengan mudah menusuk ke jantung pertahanan Barca setelah menerima umpan lambung. Skema serangan Atalanta yang mengincar garis pertahanan tinggi Barca itu nyaris membuahkan hasil. Beruntung kiper Wojciech Szczesny dengan sigap membendung sepakan Zappacosta.

Selain garis pertahanan tinggi, lini belakang Barca ternyata juga memendam persoalan akut lainnya, seperti terlalu mudah membiarkan lawan menyelinap di ruang antarlini dan kelemahan dalam duel satu lawan satu. Satu sosok yang jadi kambing hitam dari buruknya pertahanan Barca saat meladeni Atalanta adalah Ronald Araujo. Bek asal Uruguay itu dinilai bermain sangat ceroboh.

Araujo membiarkan Charles De Ketelaere leluasa menguasai bola di pertahanan sehingga berujung gol Zappacosta pada babak pertama. Melalui pemeriksaan video pembantu wasit (VAR) gol itu dianulir wasit setelah Zappacosta dinilai berada pada posisi off-side.

Gelandang Atalanta, Ederson Jose Dos Santos Lourenco da Silva (tengah), merayakan gol ke gawang Barcelona pada laga Liga Champions di Barcelona, Kamis (30/1/2025) dini hari WIB.

Pada beberapa momentum, Araujo terlambat bergerak maju sehingga perangkap off-side Barca menjadi sia-sia. Adapun gol penyeimbang Atalanta yang dicetak Ederson bermula dari kelemahan kemampuan satu lawan satu bek Barca.

”Kami harus sepenuhnya setuju dan kami harus meningkatkan aspek ini (pertahanan). Namun, saya tidak pernah membicarakan pemain secara individu karena kami bermain sebagai tim dan kami melakukan kesalahan sebagai tim. Ada kesalahan yang berbeda, itu sebabnya kami kebobolan dua gol,” ujar Flick saat disinggung mengenai performa Araujo.

Tertolong gol

Buruknya performa Araujo dalam bertahan sedikit tertutupi berkat golnya pada menit ke-72. Araujo memanfaatkan momentum sepak pojok untuk membawa Barca kembali unggul. Namun, keunggulan Barca hanya bertahan tujuh menit setelah Mario Pasalic membuat skor kembali imbang.

Pasalic tercatat sebagai pemain dengan sentuhan bola paling sedikit di laga ini (28 kali), tetapi mampu mencetak gol akibat pertahanan buruk Barca.

Barcelona's Gavi, bottom, grimaces in pain as is helped by teammates Ronald Araujo, left, and Frenkie de Jong during a Champions League opening phase soccer between Barcelona and Atalanta match at the Lluis Companys Olympic stadium in Barcelona, Spain, Wednesday, Jan. 29, 2025. (AP Photo/Emilio Morenatti)

”Kami bermain cukup baik. Mereka menguasai bola lebih banyak, terutama melalui para pemain bertahan mereka. Mungkin jika kami sedikit lebih baik dalam penguasaan bola, kami bisa menghukum mereka lebih keras,” kata kapten Atalanta, Marten De Roon.

Hasil imbang ini pada akhirnya gagal membawa Barca mengudeta Liverpool di puncak klasemen. Barca pun harus puas berada pada peringkat kedua dengan koleksi 19 poin, hasil dari enam kali menang, satu imbang, dan tiga kali kalah.

Pada babak 16 besar, Barca kemungkinan akan menghadapi Paris Saint-Germain, AS Monaco, Brest, atau Benfica. Semua itu tergantung dari hasil undian dua hari kemudian. Flick tidak ingin berkomentar banyak terkait calon lawan Barca. Satu yang pasti, dia merasakan babak 16 besar akan sangat berat dan untuk itu masalah pertahanan Barca harus segera dituntaskan.

(Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .