Setelah lolos dari lubang jarum, Manchester City akan ditantang salah satu dari dua raksasa Eropa, Real Madrid atau Bayern Muenchen, di babak ”playoff”.
30 Jan 2025 07:38 WIB · Olahraga
MANCHESTER, KAMIS — Manchester City menutup fase penyisihan Liga Champions 2024-2025 dengan tipikal mereka melalui pertandingan pamungkas nan menentukan. Sempat tertinggal di babak pertama, ”The Citizens” bangkit untuk menaklukkan Club Brugge, 3-1, Kamis (30/1/2025), di Stadion Etihad demi menyegel satu tiket ke babak playoff fase gugur.
Publik Etihad sudah tidak asing lagi dengan suasana penuh ketegangan dalam menjalani pertandingan hidup-mati untuk City. Pendukung City mengalami itu ketika mereka menyaksikan kemenangan dramatis tim kesayangan mereka untuk menyegel trofi liga di musim 2011-2012 dan 2021-2022 melalui pertandingan pekan terakhir.
Pada dua momen itu, City perlu bangkit secara dramatis untuk menaklukkan Queen’s Park Rangers pada 2012, lalu Aston Villa pada 2022. Kenangan itu pun kembali membayangi pendukung City ketika mendengar peluit akhir babak pertama setelah menyaksikan gol Brugge yang dicetak Raphael Onyedika di menit ke-45.
Setelah laga dimulai kembali, City memamerkan mentalitas pemenang dengan membalas tiga gol melalui Mateo Kovacic (53’); bunuh diri pemain Brugge, Joel Ordonez (62’); serta Savinho (77’). Kemenangan kedua di Etihad pada Liga Champions musim ini membantu City tidak tersisih lebih dini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/30/11a5a400c1c51191601112ab84716720-wires_photo_9_.jpg)
Mereka naik tiga peringkat dari posisi ke-25 untuk duduk di posisi ke-22 melewati Brugge dan Sporting Lisbon. City menutup babak awal Liga Champions musim ini dengan koleksi 11 poin dari delapan gim.
”Di babak kedua kami meningkatkan jiwa kami dan hati kami bermain dengan bebas. Untuk hari ini, kami setidaknya mampu lolos ke babak selanjutnya,” ujar Manajer City Pep Guardiola seusai laga dilansir laman UEFA.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/30/9c1c78997d0f83e52beefb35f0e6cb9b-Screen_Shot_2025_01_30_at_07.14.38.png)
Meskipun gagal memenuhi target awal lolos ke fase gugur melalui zona delapan besar, Guardiola tetap bersyukur timnya bisa melewati masa-masa sulit di Liga Champions musim ini. Ia berharap anak asuhannya bisa merayakan sejenak keberhasilan mereka memenuhi target awal di musim ini, yakni lolos dari babak penyisihan Liga Champions.
”Ini adalah waktu untuk menikmati capaian ini karena kami telah menjalani musim yang sangat berat di Liga Champions. Kami amat menderita, tetapi akhirnya bisa lolos. Apa pun hasil dari undian (playoff), kita akan lihat nanti,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan Kovacic. Perjalanan timnya penuh perjuangan untuk bisa menyegel salah satu tiket ke babak playoff.
”Setiap pertandingan di Liga Champions sulit. Hal terpenting kami melaju ke babak berikutnya,” kata Kovacic yang telah memiliki empat trofi Liga Champions kepada TNT Sports.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/30/88bcfafbfc10c391d051f3b207332b4e-wires_photo_10_.jpg)
Lebih lanjut, Kovacic mengungkapkan, situasi tertinggal di akhir babak pertama menjadi pelecut skuad City untuk tampil membaik di babak kedua. Ia pun optimistis dengan karakter yang mereka tunjukkan setelah turun minum bisa menjadi bekal menghadapi babak playoff.
”Kami tahu kami harus meningkatkan diri di babak kedua. Kami menunjukkan karakter luar biasa untuk menang dan melaju ke babak berikutnya. Kami tahu kami adalah tim yang besar,” ucap Kovacic.
Dengan menutup fase penyisihan di peringkat ke-22, maka The Citizens akan menghadapi tim yang duduk di peringkat ke-11 atau ke-12 di babak playoff. Tim yang duduk di dua posisi itu adalah dua raksasa Eropa, Real Madrid dan Bayern Muenchen.
Serupa dengan City, Real dan Bayern menutup fase penyisihan dengan kemenangan. Real, sang juara bertahan, membungkam Brest, 3-0, lalu Bayern membungkam Slovan Bratislava, 3-1.
Walaupun menang, dua tim itu gagal masuk ke zona delapan besar. Mereka berselisih satu poin dengan tiga tim yang menghuni posisi keenam hingga kedelapan, yakni Bayer Leverkusen, Lille, dan Aston Villa. Real dan Bayern juga kalah selisih gol dari Atalanta dan Borussia Dortmund yang sama-sama mengemas 15 poin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/30/75940925a757e54e2119a14529b260d1-Football_Champions_League_Brest_vs_Madrid.jpeg)
Selain mengoleksi poin setara, Real dan Bayern juga mencatatkan jumlah kemenangan (lima) dan kekalahan (tiga) yang sama di delapan gim fase penyisihan. Jumlah gol (20) dan kemasukan (12) kedua tim juga seimbang.
Guardiola tidak gentar dengan potensi menghadapi Real atau Bayern di babak playoff. Kata dia, City memiliki modal untuk tampil jauh lebih baik mulai Februari nanti.
”Menghadapi Bayern atau Real akan benar-benar sulit. Namun, dalam dua pekan mendatang, kami akan kembali memiliki sejumlah pemain (pulih cedera) dan pemain anyar sudah bisa dimainkan. Jadi, semoga kami bisa melakukan dua gim dengan baik,” kata Guardiola.
Sementara itu, penyerang Bayern, Thomas Mueller, mengakui kekecewaan menyelimuti dirinya dan rekan setim karena gagal memenuhi target masuk ke zona delapan besar. Menurut dia, Bayern terlalu banyak menderita kekalahan sehingga harus bertarung di babak play-off.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/30/8af30ef622151a14cab1aabe6ed1b19d-wires_photo_11_.jpg)
”Ini perasaan aneh ketika sebuah kemenangan tidak terasa seperti kemenangan. Setelah kekalahan di Rotterdam (dari Feyenoord) pekan lalu menyebabkan kami berada di posisi (playoff) ini. Inilah kehidupan terkadang kami tidak bisa menentukan takdir kami sendiri,” ucap Mueller dilansir Bild.
Jude Bellingham, gelandang Real, siap menghadapi lawan di fase playoff. Selain berpotensi kontra City, Real berpeluang untuk jumpa Celtic.
”Kami akan berusaha mengadapi siapa pun lawan dengan performa lebih baik. Kami mulai menemukan kecocokan satu sama lain sebagai sebuah tim dalam beberapa pekan terakhir,” ujar Bellingham seperti dikutip Marca.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .