Fajar/Fikri kalah dalam final turnamen bulu tangkis di Perancis dan Denmark. Namun, masih ada satu turnamen yang bisa mereka juarai dalam tur Eropa.
27 Okt 2025 12:13 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
RENNES, MINGGU — Melangkah ke final dalam dua turnamen beruntun di Eropa bukan hasil yang buruk bagi Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Mereka menargetkan juara Hylo Terbuka 2025 di Jerman, pekan ini, dengan catatan bisa menjaga kondisi setelah tampil dalam persaingan ketat dalam dua pekan terakhir.
Hylo Terbuka, yang akan berlangsung di Saarlandhalle, Saarbrucken, Jerman, 28 Oktober-2 November, adalah turnamen dengan level lebih rendah dibandingkan Denmark Terbuka dan Perancis Terbuka Super 750. Pada 2025, Hylo Terbuka berkategori Super 500, naik satu tingkat dari Super 300 pada edisi 2022-2024.
Meskipun tak diikuti semua atlet peringkat sepuluh besar dunia, persaingan tak akan kalah ketat dibandingkan di Denmark dan Perancis. Pada ganda putra, setengah dari sepuluh pasangan peringkat teratas dunia tak ikut serta, tetapi masih ada tiga pasangan Malaysia yang menjadi unggulan, yaitu Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Goh Sze Fei/Nur Izuddin, dan Man Wei Chong/Tee Kai Wun.
Pasangan senior asal Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, juga bisa menjadi pesaing berat Fajar/Fikri. Di Perancis Terbuka, Astrup/Rasmussen mencapai semifinal.
Fajar/Fikri ditempatkan sebagai unggulan kelima dan akan berhadapan dengan Nur Mohd Azryn Ayub/Tan Wee Kiong (Malaysia) pada babak pertama. Mereka berada pada paruh atas undian bersama dua wakil Indonesia lainnya, yaitu Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani (unggulan keenam) dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Adapun pasangan baru, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, berada di paruh bawah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/18/65f0bc80d9d68531b9b540f7817fce1f-FajarFikri16_SF_DenmarkOpen2025_PBSI_20251018.jpg)
”Kami harus bersiap untuk turnamen ketiga. Pastinya tidak mudah karena kondisi fisik sudah mulai terkuras. Saya harus pintar menjaganya,” kata Fajar seusai dikalahkan Seo Seung-jae/Kim Won-ho dengan skor 21-10, 13-21, 12-21 dalam final Perancis Terbuka di Glaz Arena, Rennes, Minggu (26/10/2025) malam.
Setelah menyulitkan Seo/Kim dengan arah pukulan yang sangat variatif pada gim pertama, Fajar/Fikri berbalik kesulitan pada gim kedua dan ketiga. Ganda putra nomor satu dunia asal Korea Selatan itu memperkuat pertahanan lalu melakukan serangan balik untuk mendapat poin.
Selain itu, Seo sangat cepat dalam melihat celah di lapangan lawan hingga bisa menempatkan pukulan yang tak bisa dijangkau Fajar dan Fikri.
”Pasangan Korea bermain sangat baik, tanpa celah dan kuat. Ini pertama kali kami bermain rubber game melawan mereka. Jadi, dari segi strategi, banyak yang berubah di setiap momennya. Ini jadi pelajaran bagi kami untuk bisa mengatasi mereka di pertemuan selanjutnya,” tutur Fikri.
Final Perancis Terbuka menjadi pertemuan keempat Fajar/Fikri dan Seo/Kim sejak pertama kali bersaing pada perempat final China Terbuka, Juli. Kemenangan Fajar/Fikri saat itu, yang turut mengantarkan mereka menjadi juara, dibalas dengan kemenangan Seo/Kim pada tiga pertemuan berikutnya, yaitu semifinal China Masters, final Korea Terbuka, dan final Perancis Terbuka. Hanya di Perancis, pertandingan berjalan tiga gim.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/27/280fe2593168fc7a7ab8c401aa22cc72-AFP_76XX2YW.jpg)
Walaupun kecewa karena gagal juara, hasil yang diperoleh Fajar/Fikri sebenarnya tak buruk. Final Perancis Terbuka menjadi final keempat dalam enam turnamen sejak mereka berduet di Jepang Terbuka, Juli. Fajar/Fikri pun tak pernah kalah sebelum perempat final.
Namun, mereka memiliki pekerjaan rumah untuk bisa mengantisipasi perubahan cara bermain lawan, terutama saat melawan ganda putra terbaik dunia. Apalagi, lawan kian mempelajari detail permainan Fajar/Fikri.
Ini jadi pelajaran bagi kami untuk bisa mengatasi mereka di pertemuan selanjutnya.
Seo/Kim, misalnya, setelah kalah pada pertemuan pertama selalu menang dari Fajar/Fikri pada tiga pertandingan berikutnya. Seusai final Perancis Terbuka, pasangan yang berstatus juara dunia itu memuji penampilan Fajar/Fikri. Kim mengatakan, mereka sedikit tertinggal dalam permainan net.
Sementara Seo menuturkan, dia harus selalu siap menghadapi smes Fajar yang sangat keras. ”Tak ada jalan lain selain harus bisa menghadapinya. Sebelum kok menyentuh lantai, kami harus mengerahkan upaya dengan maksimal untuk mengembalikannya,” kata Seo dalam laman resmi BWF.
Kemenangan itu menjadi gelar kesembilan Seo/Kim pada 2025, melampaui delapan gelar Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (2018) pada tahun pertama ketika tampil penuh dalam turnamen BWF World Tour.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/08/c0a15ebc-56ca-41f8-9b3c-346c03f26156_jpg.jpg)
Seo/Kim pernah berpasangan ketika Seo mulai fokus pada nomor ganda, pada 2017-2019, sebelum keduanya berganti pasangan. Mereka berduet lagi pada 2025 dan mendominasi persaingan ganda putra dengan menjuarai sembilan turnamen BWF World Tour ditambah gelar juara dunia.
”Kami merasa terhormat bisa disandingkan dengan pemain legenda. Kami masih punya beberapa turnamen pada tahun ini dan akan tetap berusaha sebaik mungkin,” ujar Seo yang juga memiliki gelar juara dunia ganda campuran 2023 bersama Chae Yu-jung (pensiun pada tahun ini).
Selain Seo/Kim, Korea Selatan membawa gelar juara dari tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young. Kemenangan atas Wang Zhi Yi 21-13, 21-7 menjadi gelar kesembilan dari BWF World Tour bagi An pada 2025. An menjuarai Perancis Terbuka untuk ketiga kali setelah 2019 dan 2024.
”Sulit menjelaskan perasaan saya saat ini. Saya bangga dengan diri sendiri. Bisa saya katakan, kepercayaan diri adalah senjata terbaik untuk menghadapi persaingan saat ini,” kata An, peraih emas Olimpiade Paris 2024.
Sementara tiga nomor lain dijuarai atlet dari negara berbeda. Anders Antonsen (Denmark) menjadi juara tunggal putra setelah mengalahkan atlet tuan rumah, Christo Popov, 21-12, 21-19. Yuki Fikushima/Mayu Matsumoto (Jepang) menjuarai ganda putri dengan kemenangan atas Li Yi Jing/Luo Xu Min (China) 17-21, 21-18, 21-15.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/01/28/be9284fa-f004-4db6-8d1c-441f57f966e5_jpg.jpg)
Adapun ganda campuran dijuarai Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China) yang mengalahkan Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran 27-25, 21-12. Feng/Huang menjuarai Perancis Terbuka dalam final ketiga pada tiga pekan beruntun.
Mereka mencapainya setelah kalah di final Arctic Terbuka, 7-12 Oktober, lalu menjuarai Denmark Terbuka pada pekan berikutnya.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan