Seusai melontar jumrah, jemaah sedianya melaksanakan tawaf ifadah. Namun, mengingat kepadatan di Masjidil Haram, jemaah diimbau tidak terburu-buru.
09 Jun 2025 00:36 WIB · Humaniora
MEKKAH, KOMPAS — Jemaah haji Indonesia diimbau tak terburu-buru melaksanakan tawaf ifadah mengingat kondisi Masjidil Haram yang saat ini sangat padat oleh jemaah yang bergerak dari Mina seusai puncak ibadah haji. Jemaah Indonesia diimbau untuk tetap berada di hotel.
”Kondisi Masjidil Haram dalam dua hari ke depan akan sangat padat oleh jemaah dari berbagai negara yang menunaikan tawaf ifadah. Kami imbau jemaah haji Indonesia tetap berada di hotel dua hari ke depan, 12 sampai 13 Zulhijah 1446 H,” kata Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muchlis M Hanafi di Mekkah, Minggu (8/6/2025).
Setelah melontar jumrah dan kembali ke Mekkah, jemaah diminta langsung kembali ke hotel masing-masing dan tidak menuju Masjidil Haram karena sangat padat.
Mabit atau bermalam di Mina yang di antaranya diisi dengan kegiatan melontar jumrah pada hari tasrik, yakni 11, 12, dan 13 Zulhijah, akan berakhir dalam dua tahapan. Jemaah yang mengambil nafar awal adalah jemaah yang memilih kembali ke Mekkah pada 12 Zulhijah sebelum terbenam matahari. Ini bertepatan dengan hari Minggu (8/6/2015).
Sementara yang mengambil nafar tsani adalah jemaah yang memilih kembali ke Mekkah pada 13 Zulhijah atau Senin (9/6/2025). Setelah di Mekkah, jemaah umumnya akan menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan menunaikan tawaf ifadah.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/22/4057d326110fc60e8c1a714b6cd89abf-IMG_1414.jpeg)
Menurut Muchlis, imbauan agar tetap berada di hotel pada 12-13 Zulhijah sebagai upaya menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah haji. ”Imbauan ini sesuai dengan arahan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi,” ujarnya.
Muchlis mengatakan, setelah melontar jumrah dan kembali ke Mekkah, jemaah diminta langsung kembali ke hotel masing-masing dan tidak menuju Masjidil Haram karena sangat padat. Jemaah juga diminta tetap berdiam di hotel.
”Laksanakan shalat di masjid terdekat atau mushala hotel untuk menghindari kepadatan di area Masjidil Haram. Ketua kloter, ketua rombongan, dan petugas haji agar mengawal pelaksanaan imbauan ini dan mengingatkan jemaah secara persuasif. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama,” tutur Muchlis.
Berdasarkan pantauan di Jamarat sepanjang Minggu menunjukkan banyak anggota jemaah yang memilih nafar awal dan akan meninggalkan Mina hari ini.
”Alhamdulillah semua selesai. Kami mengambil nafar awal dan akan meninggalkan Mina hari ini. Selanjutnya tinggal menyelesaikan tawaf dan sai dan selesai sudah,” kata Rasmanhadi, anggota jemaah asal Palembang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/04/2676f52cbf220dcffc62e5d22b55d19d-20250604REN08.jpg)
Bus shalawat yang menjadi alat transportasi jemaah dari hotel ke Masjidil Haram pergi dan pulang saat ini masih belum beroperasi. Armada bus shalawat masih terkonsentrasi untuk menjemput dan mengantar jemaah dari Mina ke Mekkah setelah digunakan untuk mobilisasi jemaah ke Arafah.
Sebelumya, Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Arfi Hatim menginformasikan, layanan bus shalawat dihentikan sementara mulai 5 Zulhijah 1446 H atau bertepatan pada Minggu (1/6/2025) pukul 12.00 waktu Arab Saudi.
”Penghentian ini dilakukan karena seluruh bus ditarik oleh otoritas Arab Saudi untuk dipersiapkan mengangkut jemaah ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Layanan bus shalawat akan kembali beroperasi pada 14 Zulhijah 1446 H atau bertepatan hari Selasa 10 Juni 2025 pukul 00.00 dini hari waktu Arab Saudi,” kata Arfi, Sabtu (31/5/2025) di Mekkah.
Jemaah diminta menunggu pengoperasian kembali bus shalawat untuk melaksanakan tawaf ifadah. Namun, melihat kepadatan di Masjidil Haram, jemaah diminta menunggu hingga kepadatan berkurang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/23/fea90e2e97a30fef6d7a1c0bd7cf569a-IMG_1399.jpeg)
Menurut rencana, setelah melakukan tawaf ifadah, jemaah akan melakukan tawaf wada sesaat sebelum pulang ke Tanah Air. Secara berangsur, jemaah akan dipulangkan mulai Rabu (11/6/2025) hingga Rabu (25/6/2025) mendatang. Adapun gelombang pemulangan jemaah berikutnya akan melalui Madinah mulai Rabu (18/6/2025).
Penulis:
Reny Sri Ayu dari Mekkah, Arab SaudiEditor:
Adhitya RamadhanPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .