Media Asing: Unjuk Rasa Jadi Ujian Besar Prabowo

Dari protes soal tunjangan perumahan anggota DPR, laporan unjuk rasa bergeser menjadi sorotan kemarahan pada polisi.

30 Agt 2025 11:46 WIB · Internasional

Oleh Kris Mada

JAKARTA, KOMPAS — Media massa di sejumlah negara terus menyoroti unjuk rasa di Indonesia. Dari tunjangan perumahan anggota DPR, laporan unjuk rasa bergeser menjadi sorotan kemarahan pada polisi atas tewasnya Affan Kurniawan.

Hingga Sabtu (30/8/2025), unjuk rasa masih terjadi di beberapa daerah. Laporan oleh media sejumlah negara juga terus dibuat. Kantor berita di Eropa, Asia, hingga Amerika menurunkan laporan soal unjuk rasa itu.

Dalam laporan pada Sabtu dini hari, Al Jazeera mengulas penyebab unjuk rasa. Selain di laman mereka, media dari Qatar juga menyiarkan wawancara di saluran televisi satelit mereka.

Selain dari Timur Tengah, sejumlah media dari Asia Timur dan Asia Tenggara juga menurunkan laporan soal unjuk rasa itu. Media Jepang, Nikkei Asia, mengulas kematian Affan dan sejumlah orang lain dalam rangkaian unjuk rasa.

Selain di Jakarta pada Kamis (28/8/2025), korban tewas akibat unjuk rasa juga tercatat di Sulawesi Selatan. Seorang juru foto Pemerintah Kota Makassar, Apip, tewas kala Gedung DPRD Makassar terbakar.

Tangkapan layar dari laman NHK, Jepang, menunjukkan laporan soal unjuk rasa di Indonesia

Sementara media lain di Jepang, NHK, mengulas penyebab unjuk rasa. NHK menyoroti soal kesulitan ekonomi sebagai pemicu unjuk rasa. Para demonstran marah dengan kebijakan pemerintah yang dinilai tak berpihak pada rakyat.

Dari Australia, laporan antara lain disiarkan ABC. Lembaga penyiaran itu menyoroti pelindasan Affan oleh kendaraan taktis Brimob. Unjuk rasa, dalam laporan ABC, dimulai sebagai protes atas besarnya tunjangan perumahan anggota DPR dan upah buruh yang rendah.

Kematian Affan pada Kamis membuat kemarahan publik meluas dan polisi jadi sasaran. Sementara Presiden Prabowo Subianto disebut baru bersuara pada Jumat atau lima hari sejak rangkaian unjuk rasa meletus.

ABC menyebut, unjuk rasa kali ini merupakan yang terkeras sejak Prabowo mulai menjabat. Kebijakan Prabowo, yang memangkas anggaran untuk aneka kebutuhan publik lalu menaikkan untuk kepentingan pejabat serta sejumlah program lain, memicu kemarahan.

Tangkapan layar laman lembaga penyiaran Australia, ABC,  yang melaporkan unjuk rasa di Indonesia

Media Hong Kong, South China Morning Post, menyebut unjuk rasa ini sebagai ujian besar pertama pemerintahan Prabowo. SCMP menyiarkan ulang laporan kantor berita Amerika Serikat, Associated Press.

SCMP juga mengulas, kantor dan aneka fasilitas polisi di berbagai wilayah jadi sasaran kemarahan massa. Kemarahan itu dipicu kebrutalan polisi menghadapi unjuk rasa. Kematian Affan, yang dilindas kendaraan taktis Brimob, salah satu wujud kebrutalan tersebut.

Selain AP, CNN menjadi media AS yang menyiarkan laporan soal unjuk rasa. CNN juga mengutip laporan AP dan menyoroti soal pelindasan Affan.

Kantor berita Jerman, DPA, juga menurunkan laporan soal rangkaian unjuk rasa itu. Berita dari DPA dan AP ditayangkan sejumlah media lain.

Dari Inggris, laporan unjuk rasa di Indonesia antara lain diturunkan BBC dan The Guardian. Isinya sama dengan laporan media negara lain: unjuk rasa berkembang dari protes atas tunjangan bagi anggota DPR menjadi protes atas kebrutalan polisi.

Media lain dari Eropa yang mengulas unjuk rasa itu adalah Euronews. Unjuk rasa, menurut Euronews, terjadi di hampir semua kota besar di Indonesia. Dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan tentu saja Jawa, terjadi unjuk rasa. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan