Unjuk rasa berlangsung di jalan sekitar Markas Polda DIY. Di tengah kondisi itu, Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X mendatangi Mapolda DIY.
30 Agt 2025 00:15 WIB · Politik & Hukum
SLEMAN, KOMPAS — Menjelang tengah malam, ribuan orang masih bertahan di Jalan Ringroad Utara depan Markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu jalan utama di Yogyakarta itu pun lumpuh total. Di tengah situasi itu, Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X terlihat mendatangi Mapolda DIY.
Ribuan orang, yang sebagian besar di antaranya mahasiswa dan pengemudi ojek online atau ojol, masih berkumpul di Jalan Ringroad Utara, Kabupaten Sleman, DIY, hingga pukul 23.30 WIB. Petasan dan kembang api silih berganti meledak di depan Mapolda DIY.
Polisi pun berulang kali menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Namun, massa hanya mundur sejenak kemudian merangsek maju lagi ketika asap menghilang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/584fa2d99999084e4073f5040415f7c2-20250829DRA44.jpg)
Sekitar pukul 21.30, sebagian massa mengarah ke Perempatan Condongcatur, yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Mapolda DIY. Massa merusak pos polisi di salah satu sudut perempatan itu.
Setelah itu, massa membakar berbagai barang dan ranting kayu di tengah perempatan sibuk tersebut. Api dan asap membubung tinggi.
Sekitar pukul 22.30 WIB, mobil yang dikendarai Sultan Hamengku Buwono X tampak melintasi Jalan Gejayan dan berbelok ke Jalan Ringroad Utara menuju Mapolda DIY. Massa membuka jalan sehingga mobil yang ditumpangi Sultan bisa leluasa bergerak hingga memasuki kompleks Mapolda DIY.
Aksi massa di Yogyakarta ini dilakukan menyusul tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol, akibat dilindas kendaraan taktis Brimob saat unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Massa mengecam tindakan polisi tersebut.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/b5bd07cd20c30c86ffb5002288af4ad5-20250829DRA33.jpg)
Sebelumnya, sejak Jumat pukul 17.00 WIB, massa menggelar aksi di depan Mapolda DIY. Aksi tersebut kemudian diwarnai kericuhan.
Massa merobohkan pagar sisi timur markas yang berada di pinggir Jalan Ringroad Utara. Pelang nama Polda DIY dan papan atribut lainnya pun dirusak.
Sebagian lagi merangsek masuk ke halaman polda. Mereka membakar water barrier dan tenda yang berada di pinggir lapangan Mapolda DIY. Satu unit mobil yang terparkir di lokasi itu juga dibakar.
Kaca-kaca di gedung paling depan pada sisi timur kompleks Mapolda DIY juga dipecahkan. Api dan asap tebal tampak membubung di samping gedung itu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/8038bf9d60d769ee6f6fbba134d1eea1-20250829DRA41.jpg)
Beberapa orang perwakilan massa bernegosiasi dengan aparat kepolisian di lapangan. Sejumlah perwira pun tampak menemui perwakilan massa tersebut.
Salah satu perwira Polda DIY berbicara kepada massa melalui pengeras suara. Dia menyatakan turut berdukacita atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, di Jakarta.
Perwira tersebut pun menjelaskan terkait perkembangan penyelidikan terhadap para pelaku yang sudah diperiksa dalam peristiwa tersebut. Namun, massa tampak tak puas dengan penjelasan tersebut dan kembali melanjutkan aksinya. Mereka mengecam polisi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/53ade9400ca0ce3be50f723289e74cda-20250829DRA39.jpg)
Sebagian massa juga bergeser ke Jalan Ringroad Utara di depan Markas Polda. Di sana, sekitar pukul 18.45, massa menghadang sebuah mobil patroli polisi yang melintas dan berupaya merusaknya. Mobil itu kemudian berhasil lolos.
Tak lama setelah itu, gas air mata yang memedihkan mata memenuhi udara. Massa pun berhamburan lari ke arah timur dan barat Jalan Ringroad. Arus lalu lintas macet panjang, bahkan arus dari barat ke timur tertutup total dan dialihkan ke Jalan Gejayan.
Penulis:
Mohamad Final DaengEditor:
Haris Firdaus