Megawati Hangestri Membawa Bola Voli Putri Meloncat Lebih Tinggi

Dalam setiap loncatan Megawati Hangestri di Korea Selatan, level bola voli putri Indonesia ikut terangkat lebih tinggi. Ia jadi simbol inspirasi pebola voli putri.

14 Apr 2025 10:56 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Megawati Hangestri Pertiwi hanya melakukan peregangan ringan pada sesi latihan di Padepokan Bola Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor. Megawati tidak bisa ikut latihan sepenuhnya karena cedera punggung. Ia kesakitan saat meloncat, padahal sebagai opposite, loncatan adalah gerakan utama saat menyerang.

Cedera itu sempat membuat Megawati kecewa. Apalagi, cedera menghampiri Megawati hanya beberapa hari menjelang keberangkatan timnas bola voli putri ke SEA Games Kamboja 2023. Peluang untuk memperkuat ”Merah Putih” pun menipis.

Namun, alih-alih bersedih, Megawati saat itu memilih fokus pada pemulihan. Nyatanya, ia berhasil pulih cepat dan turut membawa Indonesia meraih medali perunggu. Sikap pantang menyerah Megawati itu melengkapi kualitasnya di lapangan dengan kemampuan loncatan yang tinggi dan kekuatan pukulan yang luar biasa.

Dua tahun berlalu sejak momen itu, sikap dan kemampuan tersebut dibawa dan ditunjukkan Megawati di Korea Selatan. Sepanjang babak final Liga Bola Voli Korea musim 2024-2025, misalnya, Megawati harus bermain dengan rasa sakit pada lutut kanan. Namun, ia enggan menyerah begitu saja.

Pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, tampil bersama Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparkspada laga kelima babak final Liga Bola Voli Korea Selatan 2024-2025 melawan Heungkuk Life Insurance Pink Spiders di i Gimnasium Samsam World, Incheon, Selasa (8/4/2025). Megawati dan kawan-kawan kalah 2-3 (24-26. 24-26, 26-24. 25-23, 13-15).

Pemain yang dijuluki ”Megatron” oleh para pencinta bola voli Indonesia ini berusaha menembus batasan tubuh dan takdir bersama timnya, Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks. Kendati gelar juara akhirnya menjadi milik lawan mereka, Heungkuk Life Insurance Pink Spiders, mentalitas baja tersebut terpampang nyata hingga titik akhir.

”Pasti sedih (kalah di final). Namun, aku juga terharu karena berhasil menahan sakit, benar-benar sakit, dan menahannya sampai akhir. Terima kasih untuk badanku yang bertahan sampai akhir,” ucap Megawati selepas laga kelima babak final yang jadi penentu gelar juara Liga Korea, pada program Off The TV milik SBS Sports di kanal Youtube, Rabu (9/4/2025).

Megawati pun berusaha menerima kekalahan dengan skor 2-3 (24-26. 24-26, 26-24. 25-23, 13-15) itu dengan lapang dada. Menurut Megawati, menang-kalah adalah kehendak Tuhan. Ia dan tim hanya bisa berusaha, dan upaya mereka telah maksimal.

Memang, Megawati dan kawan-kawan telah berjuang hingga titik penghabisan. Mereka memaksakan babak final hingga berlangsung lima laga dan memaksakan pertandingan kelima itu hingga lima set selama 2 jam 33 menit. Megawati bangga karena upayanya tidak setengah-tengah dan mereka pulang dengan kepala tegak.

Pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, tampil bersama Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparkspada laga kelima babak final Liga Bola Voli Korea Selatan 2024-2025 melawan Heungkuk Life Insurance Pink Spiders di i Gimnasium Samsam World, Incheon, Selasa (8/4/2025). Megawati dan kawan-kawan kalah 2-3 (24-26. 24-26, 26-24. 25-23, 13-15). *** Local Caption *** Pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, tampil bersama Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparkspada laga kelima babak final Liga Bola Voli Korea Selatan 2024-2025 melawan Heungkuk Life Insurance Pink Spiders di i Gimnasium Samsam World, Incheon, Selasa (8/4/2025). Megawati dan kawan-kawan kalah 2-3 (24-26. 24-26, 26-24. 25-23, 13-15).

Di sisi lain, mentalitas baja telah ditunjukkan Megawati sepanjang perjalanannya di Korea Selatan. Perjalanan di ”Negeri Ginseng” sejak musim lalu itu tidak melulu mulus. Pemain berusia 25 tahun ini harus menghadapi banyak hal baru, termasuk pola latihan lebih intens dan keras daripada di Indonesia.

Namun, Megawati bisa melalui itu semua. Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin pernah mengatakan, Megawati mau ”melahap” apa pun menu latihan yang diberikan tanpa mengeluh. Bahkan, jika itu adalah menu latihan yang membuat pemain berpostur 185 sentimeter ini sampai menangis dan frustrasi.

Hal serupa pernah diungkapkan pelatih tim bola voli Bank Jatim, Labib. Bank Jatim adalah klub yang dibela Megawati sejak 2014 hingga 2019.

Labib, yang melihat bakat Megawati sejak usia belia, mengatakan, sang pemain punya sikap yang bagus sebagai seorang atlet. ”Ia disiplin, mengikuti arahan dan program latihan yang diberikan. Jadi, tidak heran kalau kemampuannya terus berkembang, bahkan ia cenderung bisa konsisten pada level bagus,” ujar Labib beberapa waktu lalu.

Pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, tampil bersama Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparkspada laga kelima babak final Liga Bola Voli Korea Selatan 2024-2025 melawan Heungkuk Life Insurance Pink Spiders di i Gimnasium Samsam World, Incheon, Selasa (8/4/2025). Megawati dan kawan-kawan kalah 2-3 (24-26. 24-26, 26-24. 25-23, 13-15).

Sikap Megawati, yang memulai latihan bola voli pada usia 14 tahun, juga jadi sorotan pelatih timnas putri Indonesia di SEA Games Kamboja, Alim Suseno. Menurut Alim, Megawati merupakan pemain yang disiplin dan berjiwa petarung. Tak hanya itu, ia juga mudah bergaul sehingga bisa merangkul pemain lebih muda darinya dan bisa mengimbangi pemain senior.

”Saya berharap Mega melecut semangat pemain Indonesia lainnya. Semoga muncul Mega-Mega lain yang juga bisa berkarier di luar negeri. Secara tidak langsung, tampil di negara dengan level lebih tinggi dari Indonesia akan menaikkan level pemainnya juga. Lawan yang dihadapi pun menjadi lebih beragam. Hal itu akan berguna ketika pemain ini kembali untuk membela timnas,” kata Alim.

Sejauh ini, baru ada Yolla Yuliana yang mengikuti jejak Megawati untuk berkarier di luar negeri. Yolla pernah bergabung dengan klub yang tampil di kasta kedua Liga Bola Voli Jepang, Tokyo Sunbeams, pada musim ini.

Berpotensi sejak belia

Megawati telah menunjukkan potensinya di bola voli sejak usia belia. Pada mulanya, Megawati lebih menyenangi sepak bola. Namun, ia akhirnya mengikuti arahan orangtuanya untuk bermain bola voli karena posturnya yang tinggi.

Setahun setelah memulai latihan bola voli, Megawati tampil di Livoli Divisi Utama, kompetisi kasta kedua bola voli Indonesia, bersama tim Bank Jatim. Megawati mengantarkan Bank Jatim juara Livoli tiga tahun berturut, yakni pada 2017, 2018, dan 2019. Pada tiga kesempatan itu, ia juga mendapatkan predikat pemain terbaik.

Megawati Pertiwi  melepaskan spike keras untuk mencetak angka bagi tim putri Bank Jatim saat menghadapi PGN Popsivo Polwan di semifinal Divisi Utama Livoli 2018, Jumat (2/11/2018), di GOR Ki Mageti, Magetan, Jawa Timur. Bank Jatim, juara musim lalu, menang 3-1 dan akan menghadapi TNI AL pada laga final, Minggu (4/11).

Megawati lantas dilirik tim Proliga, kompetisi kasta tertinggi bola voli Tanah Air. Hanya berselang setahun setelah debut di Livoli Divisi Utama, pemain kelahiran 20 September 1999 ini debut di Proliga bersama Jakarta Pertamina Energi.

Saat usianya baru menginjak 18 tahun, Megawati sudah memperkuat timnas putri. Ia bahkan langsung berperan penting saat Indonesia menembus final bola voli putri SEA Games Kuala Lumpur 2017. Ini final pertama timnas putri dalam 26 tahun.

Seiring berjalannya waktu, Megawati kian mencari tantangan baru. Ia merantau ke Liga Thailand untuk memperkuat klub Supreme Chonburi-E.Tech pada musim 2020-2021, mengikuti jejak Aprilia Manganang di klub yang sama.

Manganang adalah pebola voli putri pertama yang bermain di luar negeri pada musim 2018-2019. Pada 2021, Aprilia resmi berganti jenis kelamin menjadi laki-laki setelah operasi korektif akibat kelainan hipospadia dan mengubah nama menjadi Aprilio Manganang.

Outside hitter Jakarta Pertamina Fastron Megawati Hangestri Pertiwi mengangkat tangan setelah merebut poin pada laga perebutan juara ketiga PLN Mobile Proliga 2022 antara Jakarta Mandiri Popsivo Polwan melawan Jakarta Pertamina Fastron di Padepokan Bola Voli Jenderal Koenarto, Sentul, Sabtu (26/3/2022).

Setelah finis peringkat ketiga di Liga Thailand, Megawati mencoba peruntungan baru di Liga Vietnam untuk memperkuat Thanh Hoa. Namun, mereka hanya finis pada peringkat kedelapan.

Sorotan mulai tertuju pada Megawati ketika pada musim 2023-2024, ia memutuskan pergi ke Korea Selatan. Jika dilihat dari peringkat timnas bola voli putri di Asia, Korea Selatan (peringkat ke-6) masih di bawah Thailand (3) dan Vietnam (5). Namun, Korea masih lebih baik daripada Indonesia (10).

Rekan setim Megawati di timnas sejak SEA Games Kuala Lumpur 2017 hingga SEA Games Kamboja 2023, Wilda Siti Nurfadhilah, mengatakan, yuniornya itu merupakan tipikal pemain yang tidak neko-neko. Salah satu pebola voli putri terbaik Indonesia yang baru saja pensiun ini pun berharap prestasi Megawati turut membuka mata berbagai pihak untuk mengembangkan bola voli putri Indonesia.

”Megawati termasuk pemain putri awal yang main di luar negeri. Ini membuka mata para atlet, pelatih, pengurus, dan pemerintah, sebenarnya sumber daya manusia, terutama voli putri, luar biasa dan mampu bersaing di kancah internasional. Dengan begitu, voli putri tidak dipandang sebelah mata lagi,” ujar Wilda.

Pengakuan terhadap kehebatan Megawati tidak hanya diutarakan dan diakui oleh pelatih ataupun pemain dalam negeri. Pelatih Ko Hee-jin berkali-kali memuji kemampuan dan sikap Megawati. Ia bahkan bilang, Megawati akan dikenang dalam sejarah Liga Korea karena kehebatannya.

Pemain Timnas Voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi terjatuh saat mengembalikan bola ketika menghadapi Timnas Makau dalam AVC Challenge Cup For Woman di GOR Tri Dharma Petrokimia, Gresik, Jawa Timur, Minggu (18/6/2023). Sebanyak 11 timnas dari berbagai negara ikut dalam kejuaraan tersebut. Indonesia berada dalam grup A bersama Makau dan Filipina. Dalam pertandingan pertama Timnas Voli Putri Indonesia menang dengan skor 25-7, 25-18 dan 25-8. Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Pemain Pink Spiders yang juga dijuluki ”Ratu Bola Voli Korea”, Kim Yeon-koung, pun memuji kehebatan Megawati. ”Ia tumbuh menjadi pemain yang benar-benar menakutkan dan meningkatkan level bola voli kami. Di sisi lain, saya juga bertanya-tanya seberapa menakutkannya jika saya bertemu dengan Megawati saat ia membela timnas Indonesia,” tutur Kim kepada media Korea, Chosun.

Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) Loudry Maspaitella sempat mengutarakan optimismenya soal Megawati. Menurut Loudry, prestasi Megawati di Korea telah menjadikannya ikon baru untuk voli putri Indonesia. Munculnya ikon ini, tutur Loudry, akan membuat pembinaan voli putri di Tanah Air kian niscaya.

Loudry pun berharap Megawati mendapatkan banyak pelajaran berharga di Korea. Pelajaran itu akan menjadi bekal Megawati melangkah lebih jauh lagi di kancah internasional, entah tetap di Asia atau hijrah ke Eropa. Yang pasti, kata Loudry, Megawati akan semakin menginspirasi pevoli putri Tanah Air, khususnya para atlet muda, untuk mengikuti jejaknya.

Megawati Hangestri telah menjelma simbol inspirasi dan harapan yang terbentuk dari pertemuan bakat, keberanian, dan keteguhan hati. Ia meloncat bukan hanya untuk menyerang dan mencetak poin, melainkan juga untuk membuka jalan bagi pemain putri lainnya. Dan dalam setiap jejak loncatan itu, bola voli putri Indonesia ikut terangkat lebih tinggi.

Biodata Megawati Hangestri Pertiwi

Nama julukan: ”Megatron”

Lahir: Jember, Jawa Timur, 20 September 1999

Prestasi:

  • Juara Proliga 2024
  • Peringkat kedua Liga Bola Voli Korea Selatan 2024-2025
  • Peringkat ketiga Liga Bola Voli Thailand 2020-2021
  • Medali perak Asian Women’s Challenge Cup 2023, ASEAN Grand Prix 2019, SEA Games Kuala Lumpur 2017
  • Medali perunggu SEA Games Kamboja 2023, SEA Games Vietnam 2021, SEA Games Filipina 2019, ASEAN Grand Prix 2022
  • Pemain terbaik Proliga 2024
  • Best opposite spiker Asian Women’s Challenge Cup 2023
  • Best opposite spiker ASEAN Grand Prix 2022
  • Best server Proliga 2022
  • Best scorer Kualifikasi Zona Asia Olimpiade Tokyo 2020
  • Best server ASEAN Grand Prix 2019

Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari