Arus kedatangan jemaah haji ke Mekkah kian ramai. Pemeriksaan kartu Nusuk gencar dilakukan aparat. Saat ini kartu Nusuk menjadi seperti paspor haji bagi jemaah.
20 Mei 2025 18:06 WIB · Humaniora
MEKKAH, KOMPAS — Hingga Selasa (20/5/2025), jemaah dari berbagai belahan dunia terus memasuki kota Mekkah, Arab Saudi. Jemaah Indonesia dari Tanah Air ataupun Madinah juga terus berdatangan. Ini menyebabkan pemeriksaan kian ketat dan kartu Nusuk menjadi wajib.
Pantauan di Masjidil Haram pada Selasa dini hari menunjukkan kawasan ini kian padat. Jemaah dari berbagai negara berjubel untuk shalat berjemaah atau umrah. Kawasan sekitar Kabah menjadi sangat padat hingga aparat keamanan harus membuat pemisah antara jemaah yang ingin melakukan tawaf dan shalat.
Tak hanya itu, pemeriksaan dilakukan semakin ketat dan berlapis mulai dari sekitar terminal bus kedatangan, pelataran masjid, hingga pintu-pintu masuk. Nyaris tak ada jemaah yang bisa lolos dari pemeriksaan. Jemaah juga diwajibkan membawa kartu Nusuk.
Tak hanya di kawasan Masjidil Haram, di jalan-jalan hingga perbatasan Mekkah, kendaraan polisi terus bersiaga dan menghentikan kendaraan yang lewat untuk memeriksa kelengkapan dokumen.
Pada Sabtu (17/5/2025) malam, misalnya, rombongan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang usai menghadiri undangan pameran haji di Exhibitions and Conferences Center-Makkah Chamber of Commerce harus berdebat cukup lama dengan polisi.
Sebab, sejumlah petugas belum memiliki kartu Nusuk dan hanya menunjukkan visa haji. Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah yang mendampingi rombongan butuh waktu lama beradu argumen dengan petugas untuk meyakinkan bahwa rombongan bukan jemaah ilegal.
Jangan pernah keluar tanpa membawa kartu Nusuk atau visa haji karena ini menjadi seperti paspor haji bagi jemaah.
”Cukup lama dia bisa menerima penjelasan bahwa belum semua petugas memiliki Nusuk karena masih dalam pengurusan. Beruntung akhirnya dia paham,” kata Yaya, petugas sekaligus penerjemah dalam pemeriksaan tersebut.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/20/ecf1c6f2fd829e4fa7831f867add5057-IMG_1310.jpeg)
Kepala Daerah Kerja Mekkah Ali Machzumi mengingatkan jemaah untuk selalu membawa kartu Nusuk atau visa haji ke mana-mana. ”Jangan pernah keluar tanpa membawa kartu Nusuk atau visa haji karena ini menjadi seperti paspor haji bagi jemaah,” katanya.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, hingga Selasa siang, jumlah jemaah yang datang ke Mekkah mencapai 86.777 orang. Jumlah ini meliputi 224 kloter dengan jumlah 67.942 anggota jemaah dari Madinah dan 18.834 anggota jemaah dari Jeddah.
Hari ini 7.729 anggota jemaah sedang bergerak ke Mekkah yang meliputi 20 kloter. Ini meliputi 15 kloter dengan 5.857 anggota jemaah dari Madinah dan 5 kloter dengan 1.872 anggota jemaah yang mendarat di Jeddah.
Sementara itu, PPIH Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah menyelesaikan proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia yang terpisah rombongan saat pemberangkatan ke Mekkah. Sebanyak 220 anggota jemaah menjadi rombongan terakhir yang diberangkatkan dari Madinah menuju ke Mekkah.
”Alhamdulillah, hari ini kita memberangkatkan sekitar 220 anggota jemaah yang terpisah dengan rombongannya. Ini adalah rombongan terakhir dan semoga tidak ada lagi jemaah terpisah dari rombongan saat pemberangkatan ke Mekkah,” kata Kepala Daker Madinah M Lutfi Makki di Madinah.
Menurut Lutfi, ada 569 anggota jemaah haji Indonesia yang terpisah dari rombongannya saat pemberangkatan dari Madinah ke Mekkah. Daker Madinah telah menyiapkan hotel khusus sebagai tempat bagi mereka sebelum diberangkatkan secara bertahap menuju Mekkah.
”Kita kumpulkan di hotel khusus agar mendatanya lebih mudah dan memberangkatkannya juga lebih mudah. Fasilitas hotel ini juga sama dengan penginapan jemaah selama di Madinah,” kata Lutfi.
Penulis:
Reny Sri Ayu, dari Mekkah, Arab SaudiEditor:
Adhitya RamadhanPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar