Enam peserta ”playoff” bertaruh jalan terakhir merebut tiket Piala Dunia tersisa di Guadalajara dan Monterrey. Suasana stadion ”Raksasa Baja” menambah ketegangan.
20 Nov 2025 10:00 WIB · Olahraga
AP Photo/Hadi Mizban
ZURICH, KAMIS — FIFA telah memutuskan Meksiko sebagai tuan rumah babak playoff antarbenua untuk memperebutkan dua tiket tersisa Piala Dunia 2026. Kota Guadalajara dan Monterrey mendapat kehormatan untuk dikenang keenam tim peserta playoff sebagai tempat bersejarah dalam sepak bola mereka.
Beberapa alasan mendorong FIFA memutuskan Meksiko sebagai ”Kawah Candradimuka” para calon penyintas kualifikasi Piala Dunia.
Enam tim yang dimaksud berasal dari lima konfederasi. Mereka, antara lain, Irak (Asia), Republik Demokratik Kongo (Afrika), Jamaika dan Suriname (Amerika Tengah dan Utara), Bolivia (Amerika Latin), dan Kaledonia Baru (Oseania).
Playoff antarbenua dijadwalkan berlangsung pada 23-31 Maret 2026, tiga bulan jelang Piala Dunia 2026 pada 11 Juni hingga 19 Juli. Pertandingan akan berlangsung di Stadion Akron yang berlokasi di Guadalajara dan Stadion BBVA di Kota Monterrey.
Stadion Akron merupakan salah satu arena sepak bola paling modern di Meksiko. Dibuka pada tahun 2010, stadion ini merupakan kandang bagi klub Liga MX, CD Guadalajara, dan telah menyelenggarakan berbagai pertandingan internasional sepanjang sejarahnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/20/be86987078e67c00e6416f9b9d6e6c67-1000032255.jpg)
Stadion Akron terkenal akan fasilitas canggih dan atmosfer menegangkan yang tercipta di tribune penonton. Dua kombinasi itu menjadikan Stadion Akron sebagai tempat yang ideal untuk menyelenggarakan pertandingan playoff yang menegangkan.
Adapun Stadion BBVA dijuluki ”El Gigante de Acero” atau ”Raksasa Baja”. Stadion ini telah menjadi kandang bagi klub papan atas Meksiko, Rayados, sejak diresmikan pada tahun 2015. Dikenal akan keajaiban arsitekturnya, stadion ini telah membuktikan kapasitasnya untuk menjadi tuan rumah acara-acara sepak bola internasional besar dan akan menjadi latar belakang yang pas untuk pertandingan-pertandingan dramatis di masa mendatang.
Kedua stadion tersebut juga didapuk sebagai tuan rumah pertandingan babak utama Piala Dunia 2026. Stadion Akron dijadwalkan menggelar empat pertandingan babak penyisihan grup, sedangkan Stadion BBVA menjadi tuan rumah tiga pertandingan grup, serta pertandingan babak 32 besar.
”Stadion-stadion ikonik ini merupakan panggung yang sempurna untuk apa yang menjanjikan akan menjadi ajang yang mendebarkan, penuh semangat, drama, dan kegembiraan,” ujar Presiden FIFA Gianni Infantino dalam siaran pers, Kamis (20/11/2025) dini hari WIB.
Laga playoff ada kalanya berlangsung lebih menegangkan, bahkan melebihi pertandingan penyisihan grup. Itu lantaran keenam tim tersebut mempertaruhkan segalanya untuk mengukir sejarah lolos ke Piala Dunia. Inilah puncak dari perjuangan mereka dalam mengarungi babak kualifikasi selama berbulan-bulan sebelumnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/20/0c21a6f792e1e664e5dc75287db8550e-1000032261.jpg)
Keenam tim peserta playoff tidak punya pilihan selain menang. Kegagalan sama artinya dengan pertumpahan air mata. Dengan begitu, tidak heran jika babak playoff ini bisa disandingkan dengan Kawah Candradimuka para calon penyintas kualifikasi Piala Dunia.
”Turnamen playoff ini menawarkan kesempatan bagi para penggemar untuk menjadi bagian dari pertandingan-pertandingan bersejarah di kota-kota dan tempat-tempat kelas dunia menjelang acara utama yang akan dimulai kurang dari tiga bulan kemudian di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat,” kata Infantino.
Sebelum memulai playoff, keenam tim itu, kecuali Irak dan Kongo, harus menjalani proses pengundian terlebih dahulu pada Kamis (20/11/2025) pukul 19.00 WIB. Irak dan Kongo masuk dalam pot unggulan (seeded) sehingga langsung lolos ke final playoff.
Sistem playoff menggunakan format turnamen yang dibagi dalam dua bagan (bracket). Satu bracket berisi tiga tim dengan satu tim langsung lolos ke final. Dua tim lainnya akan saling bersua di semifinal.
Jamaika, Suriname, Bolivia, dan Kaledonia Baru diundi untuk menentukan lawan masing-masing di semifinal. Pemenang semifinal akan langsung berhadapan dengan Kongo di bracket 1 atau Irak di bracket 2.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/20/b2f6b82b1adfbb9148abd0d76f8da120-1000032259.jpg)
Jamaika bisa dikatakan sebagai peserta playoff yang paling sibuk. Sebab, mereka baru saja ditinggalkan Pelatih Steve McClaren yang mengundurkan diri akibat gagal membawa timnya lolos secara langsung.
Jamaika kalah dari Curacao yang lolos langsung dengan 12 poin. Pasukan McClaren hanya sanggup mengumpulkan 11 poin hasil dari tiga kali menang, dua imbang, dan sekali kalah.
Presiden Federasi Sepak Bola Jamaika Michael Ricketts kecewa dengan kegagalan timnya merebut tiket lolos yang sudah di depan mata. ”Kami akan menata ulang, kami akan melakukan upaya kedua, kami akan menyusun semuanya, dan tentu saja mengadakan pertemuan darurat dengan staf teknis. Kami akan menunjuk pelatih sementara,” katanya.(REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto