KECELAKAAN KAPAL

Melacak Riwayat Janggal KMP Virgo

Tim Investigasi ”Kompas” menganalisis fakta lapangan dan jejak digital untuk merangkai kejanggalan riwayat Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8.

18 Sep 2026 06:45 WIB · Ekonomi & Bisnis

GOOGLE EARTH PRO

Oleh Pandu Wiyoga, R Albertus Krisna Pratama R., Aditya Diveranta

Jejak kejanggalan KMP Virgo Transport 8 terkuak. ”Kapal sempat repair (perbaikan) di galangan Batam. Saya pernah bekerja di situ,” tulis seorang warganet di kolom komentar unggahan berita salah satu media di Instagram soal tenggelamnya kapal itu.

Komentar itu menjadi bekal awal Tim Kompas menelusuri riwayat KMP Virgo. Namun, komentar itu hanya bertahan beberapa waktu sebelum dihapus. Pemilik akun juga tidak merespons permintaan wawancara Kompas.

Dari banyak sumber diketahui KMP Virgo dulunya bernama Feri Kurushima. Kapal itu dan kembarannya, Feri Hayatomo 2, merupakan kapal penyeberangan yang menghubungkan Pelabuhan Matsuyama dan Pelabuhan Kokura di Jepang.

Dokumen di vesselfinder.com mengenai foto Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang hilang kontak dalam rute Surabaya-Banjarmasin di perairan Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026).

Analisis terhadap foto dan video dari berbagai sumber menunjukkan ciri utama KMP Virgo adalah adalah tulisan ”Ishizaki” di bagian lambung kapal. Lantai geladak berwarna hijau dan terdapat satu cerobong asap berwarna oranye kemerahan.

Kompas menggunakan citra satelit Google Earth Pro untuk melacak keberadaan KMP Virgo di Batam berdasarkan ciri-ciri yang telah diketahui. Kapal dengan ciri identik terpantau sandar di dermaga jetty KTU Shipyard, Batam. Citra satelit itu merupakan perekaman pada Oktober 2025. Menggunakan pengukuran digital, diketahui panjang kapal itu lebih kurang 120 meter (m) dari haluan hingga buritan kapal. Sementara lebarnya lebih kurang 20 m.

Foto kapal yang ditangkap citra satelit di KTU Shipyard identik dengan foto kapal yang ditangkap citra satelit di Pelabuhan Matsuyama pada April 2024. Di Pelabuhan Kokura, penampakan kapal dengan ciri yang sama ditemukan di citra perekaman Februari 2025. Hanya ada dua kapal yang melayani rute Kokura-Matsuyama, yakni Kurushima dan Hayatomo 2.

Kapal Virgo Transport 8 di Galangan Kapal KTU di Batam, Kepulauan Riau terlihat di citra satelit di Google Earth Pro perekaman Oktober 2025.

Untuk memastikannya, Kompas menghubungi salah satu pekerja KTU Shipyard. Dia meminta agar identitasnya tidak dibuka. Dia membenarkan bahwa memang ada kapal jenis roll-on/roll off (roro) asal Jepang yang sandar di dermaga jetty KTU Shipyard. Ketika ditunjukkan foto KMP Virgo, dia membenarkan kapal itulah yang dia lihat di KTU Shipyard.

”Setahu saya kapal itu enggak repair karena kapal itu enggak dinaikkan ke dock. Kapal itu hanya modifikasi membuat pintu rampa (pintu keluar masuk kendaraan ke kapal) di bagian samping. Kalau di bagian dalam kapal saya enggak tahu apakah ada yang dimodifikasi atau tidak,” kata sumber tersebut, Kamis (17/9/2026).

Sampai berita ini ditulis, Kamis (17/9/2026) malam, Relationship Manager KTU Shipyard Robin Pramana belum menjawab permohonan wawancara yang disampaikan Kompas sejak 15 September.

Untuk mengonfirmasi keterangan pekerja KTU Shipyard, Kompas membandingkan foto KMP Virgo saat beroperasi di Jepang pada 2023 hingga 2024 dengan foto kapal itu saat dioperasikan berlayar di Banjarmasin pada 12 September 2026. Dari tiga foto yang didapat Kompas terlihat jelas ada penambahan pintu rampa di sisi kanan kapal tersebut.

Kapal Motor Penumpang Virgo Transport 8 saat berlayar di rute Surabaya-Banjarmasi.

Berbendera Mongolia

Sejumlah portal pelacakan AIS (Automatic Identification System) mencatat riwayat perubahan bendera Feri Kurushima dari Jepang menjadi Mongolia. Data IHS Maritime mencatat kapal Virgo mulai berbendera Mongolia setidaknya sejak Juni 2025. Kemudian, kapal tersebut baru tercatat memakai berbendera Indonesia sejak April 2026.

Data portal perkapalan yang sama mencatat KMP Virgo berbendera Mongolia berlayar dari Jepang ke Batam pada 1 Juli 2025-5 Maret 2026. Kapal itu terindikasi singgah di Batam hampir selama satu tahun.

Melansir The Diplomat, bendera Mongolia telah marak digunakan sebagai flag of convenience sejak 2003. Istilah itu digunakan untuk menyebut praktik meregistrasi kapal di negara yang berbeda dengan perusahaan pemilik kapal. Praktik itu samar secara hukum dan rawan dimanfaatkan untuk menyamarkan berbagai tindakan ilegal di laut.

Selain Mongolia, kapal-kapal gelap juga kerap menggunakan bendera Liberia, Kepulauan Marshall, dan Panama sebagai flag of convenience. Lebih dari satu per tiga kapal niaga dunia menggunakan berlayar menggunakan bendera negara-negara tersebut.

KMP Virgo dan kembarannya, feri Hayatomo 2, dibangun di galangan kapal yang sama di Jepang pada 1987. Namun, beda nasib dengan KMP Virgo, feri Hayatomo 2 telah dicincang menjadi besi bekas di Chittagong, Bangladesh, pada 2024.

KMP Virgo berusia 38 tahun pada 2025. Menurut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2025 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor Barang dalam Keadaan Tidak Baru dan Limbah Nonbahan Berbahaya dan Beracun membatasi kapal ukuran 4.000-5.000 gross ton (GT), setara KMP Virgo, yang bisa diimpor maksimal berumur 25 tahun.

Namun, peraturan yang sama menyatakan kapal yang berusia lebih dari 25 tahun tetap bisa diimpor dengan syarat mendapat pertimbangan teknis dari Kementerian Perindustrian serta pertimbangan teknis dan verifikasi kelayakan dari Kementerian Perhubungan. Jika dua syarat itu terpenuhi, Kemendag selanjutnya akan menerbitkan Persetujuan Impor (PI) Barang Modal Tidak Baru (BMTB).

infografik
Perubahan Desain KMP Virgo Transport 8

Momen akhir

Untuk mengetahui pergerakan terakhir KMP Virgo dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026), kami mewawancarai pakar, Kepala Laboratorium Keandalan dan Keselamatan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Dhimas Widhi Handani, Kamis (17/9/2026). Dhimas menganalis catatan data RBS (remote base station) dan data di server AIS-ITS.

Rata-rata waktu tempuh kapal feri dari Surabaya ke Banjarmasin selama 20 jam. Menurut Dhimas, separuh waktu tempuh perjalanan KMP Virgo dari Surabaya menuju Banjarmasin masih dalam kondisi normal.

”KMP Virgo berangkat dari Terminal Jamrud Selatan di Perlabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada 12 September 2025 pukul 10.09 WIB. Kapal mulai bergerak dengan kecepatan 0,3-3,5 knots di area pelabuhan. Kemudian keluar pelabuhan dan memasuki Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dengan kecepatan 12-14 knot,” ujar Dhimas.

Petugas memeriksa kesehatan korban kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang selamat di Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (14/9/2026). Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 15 penumpang selamat dan satu jenazah korban KMP Virgo Transport 8 yang tenggelam pada Minggu (13/9) di Laut Jawa dan selanjutnya jenazah diserahkan kepada tim DVI Polda Kalsel untuk diidentifikasi. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/YU

Kapal sampai di sekitar Karang Jamuang sekitar pukul 12.00 WIB dengan kecepatan 13–14 knot. Setelah itu kapal terus bergerak ke arah timur laut mengarah ke Banjarmasin. Hingga pukul 22.33 WIB, stasiun AIS-ITS masih menerima data pergerakan kapal dengan kecepatan 12,9 knots. Namun setelah itu data putus.

”Pasca-pukul 22.33 data hilang, bisa disebabkan antara kapal keluar dari coverage AIS-ITS dan atau alat AIS transponder dari kapal sudah berhenti mengirimkan data,” lanjut Dhimas.

Kapal itu kemudian diketahui miring lalu terbalik di Perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Hingga Kamis (17/9/2026), sebanyak 116 penumpang telah ditemukan. Enam orang di antaranya meninggal, sedangkan 129 penumpang lainnya masih belum diketahui keberadaannya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Pandu Wiyoga, R Albertus Krisna Pratama R., Aditya Diveranta
 | 

Editor:

Andy Riza Hidayat, Margaretha Puteri Rosalina
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase