Dihalang-halangi pindah, Viktor Gyokeres menunjukkan kekesalannya dengan tidak kembali ke Sporting. Situasi keruh dalam proses transfer juga dialami Gibbs-White.
12 Jul 2025 06:18 WIB · Olahraga
ALCOCHETE, JUMAT — Di tengah rumor transfer ke Arsenal, penyerang Viktor Gyokeres tidak terlihat dalam latihan pramusim bersama Sporting CP. Striker 27 tahun itu memegang perkataan untuk tidak kembali ke klubnya karena merasa dikhianati oleh sang presiden klub.
Gyokeres diberikan keleluasan untuk terlambat hadir dalam latihan pramusim yang sudah berlangsung sejak awal Juli di Akademi Cristiano Ronaldo, Alcochete. Namun, setelah masa libur tambahan berakhir pada Jumat (11/7/2025), keberadaannya masih belum terlihat.
Diketahui, Gyokeres sudah menyepakati kontrak personal dengan Arsenal. Akan tetapi, Arsenal dan Sporting masih dalam tahap negosiasi. ”Tidak ada tanda-tanda kehadiran Gyokeres hari ini dan saya pikir tidak ada juga pada esok hari,” kata jurnalis Portugal, David Novo, kepada Sky Sports.
Pemain tim nasional Swedia itu telanjur kecewa dengan Presiden Sporting Frederico Varandas. Dia merasa dipersulit untuk pindah klub. Padahal, Gyokeres sempat dijanjikan oleh Varandas untuk pergi pada musim panas ini. Itu yang membuatnya batal hengkang pada musim lalu.
Menurut The Athletic, sang presiden juga tidak akan menuntut klub pembeli untuk menebus klausul pelepasan Gyokeres sebesar 100 juta euro (Rp 1,89 triliun). Varandas hanya meminta 60 juta euro, ditambah bonus 10 juta euro jika beberapa target terpenuhi. Nilai itu dirasa realistis oleh Gyokeres.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/04/72b4ecf2-e35e-4668-a71b-7d25b2fd136b_jpg.jpg)
Arsenal sudah bersedia membayar total 70 juta euro, tetapi Sporting justru meminta kenaikan nilai transfer. Gyokeres dihargai 80 juta euro. Varandas berubah pikiran karena melihat urgensi Arsenal yang sangat mendesak dan ketersediaan penyerang papan atas yang begitu minim di bursa kali ini.
Varandas berkata pada Juni lalu, pihaknya hanya mencoba realistis. Mereka menilai Gyokeres sebagai salah satu penyerang terbaik di Eropa saat ini. Sang striker menghasilkan 54 gol dan 11 asis di seluruh kompetisi pada musim lalu. Itu yang membuat harganya harus lebih tinggi dari perjanjian.
”Sporting tidak menginginkan klub lain membayar klausa pelepasan. Dia sudah 27 tahun. Tidak ada pemain meninggalkan Portugal di usia itu dengan bayaran 100 juta euro. Hanya saja, Sporting tidak akan menerima 60 plus 10 juta euro. Kami juga tidak menoleransi ancaman dan hinaan,” ujar Varandas.
Media Portugal, Record, mengabarkan, Gyokeres marah dan merasa dikhianati dengan perubahan sikap sang presiden. Dia langsung menutup ruang untuk kembali bermain bersama Sporting. Gyokeres juga menghapus semua hal yang berhubungan dengan Sporting di media sosial miliknya.
Situasi transfer Gyokeres saat ini pun tersendat di tengah jalan. Valuasi Arsenal dan Sporting mungkin hanya berbeda sekitar 5-10 juta euro, tetapi kedua klub masih kekeh dengan penawaran masing-masing. Kemungkinan terburuk, transfer itu berujung batal.
Arsenal dikenal sangat saklek terhadap valuasi pemain dalam beberapa tahun terakhir. Mereka memiliki penilaian tersendiri terhadap para pemain incaran. Biasanya, ”Si Meriam” tidak akan menaikkan harga jauh dari valuasi tersebut. Contohnya bisa dilihat dalam kasus penyerang Aston Villa, Ollie Watkins.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/06/26ce3371-e37e-4267-a21b-4e3f68b4d6b2_jpg.jpg)
Arsenal menawar Watkins seharga 40 juta poundsterling (Rp 876 miliar) pada Januari lalu. Penawaran itu ditolak Villa karena terlalu rendah. Arsenal tidak melakukan penawaran kedua walaupun sedang krisis striker. Mereka tidak bisa menawar lebih untuk Watkins yang sudah 29 tahun.
Tim asuhan Mikel Arteta itu menyudahi jendela transfer Januari tanpa mendatangkan penyerang baru. Prinsip tersebut digunakan Arsenal agar tidak terjebak dalam pasar bebas pembelian pemain. Sering kali, klub-klub besar Liga Inggris ”diperas” saat ingin mendatangkan pemain.
Situasi transfer yang kompleks juga dialami tim tetangga Arsenal, yaitu Tottenham Hotspur. Menurut BBC Sport, Nottingham Forest sedang mempertimbangkan ke jalur hukum terkait proses transfer pemainnya, Morgan Gibbs-White, ke Tottenham.
Kamis kemarin, Tottenham dikabarkan menebus klausul pelepasan Gibbs-White sebesar 60 juta poundsterling. Pemain timnas Inggris itu sudah sepakat bergabung ke Tottenham, tinggal menjalani tes medis. Masalahnya, pihak Forest menilai, ada hal pelanggaran dalam proses transfer tersebut.
Forest ternyata belum memberikan izin kepada Spurs untuk berbicara dengan Gibbs-White. Berdasarkan aturan Liga Inggris, klub tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan pemain yang masih terikat kontrak dengan tim lain, kecuali sudah punya izin.
Forest sebisa mungkin berupaya menggagalkan transfer tersebut. Tottenham menyadari situasi itu bisa berpengaruh buruk terhadap kedatangan Gibbs-White, tetapi berharap kesepakatan bisa terjadi segera di antara kedua tim. (AP/REUTERS).
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto