Setelah Perancis 1998, TVRI kembali miliki hak siar Piala Dunia 2026. Selain sajikan siaran gratis, TVRI ditantang berikan layanan inovatif guna gaet penonton muda.
10 Jan 2026 06:01 WIB · Olahraga
AFP
Setelah vakum menyiarkan Piala Dunia, turnamen sepak bola terakbar, TVRI melakukan comeback untuk edisi 2026. Lembaga penyiaran publik itu menjadi pemegang tunggal hak siar Piala Dunia 2026 yang bakal hadir dengan format baru dan menyajikan kuantitas pertandingan terbanyak dalam sejarah.
Dalam sejarah industri olahraga di Indonesia, TVRI adalah pemain utama yang telah membawa Piala Dunia ke rumah-rumah masyarakat Indonesia sejak 1970. Sejak layar kaca masih monokrom alias berformat hitam-putih.
Sejak saat itu, termasuk pada Piala Dunia 1982, yang menjadi siaran berwarna perdana, TVRI melayani jiwa fanatisme sepak bola di Tanah Air. Terakhir, TVRI menayangkan aksi negara-negara dan pemain terbaik dunia pada Perancis 1998.
Setelah itu, sejumlah stasiun televisi swasta bergantian menjadi mitra FIFA, otoritas sepak bola dunia, untuk menyiarkan laga-laga Piala Dunia di Tanah Air. Itu dimulai oleh RCTI dan SCTV yang bergiliran menjadi penyiar tunggal edisi 2002 dan 2006.
Ketika memasuki siaran televisi kabel berbayar pada awal dekade 2010, kelompok perusahaan media televisi mengambil alih siaran dengan menjual Piala Dunia untuk dinikmati secara berbayar. Hal itu kemudian merambah ke layanan over-the-top (OTT) yang merupakan siaran layanan streaming pada Piala Dunia 2022.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/08/394904aeda79cd6f325f1efc5b59d246-1000050057.jpg)
Kekhawatiran lebih dari 200 juta penduduk Indonesia akan kehilangan layanan siaran Piala Dunia secara gratis disisihkan oleh TVRI. Pemain lama yang akhirnya kembali menyiarkan Piala Dunia menjadi penyelamat di tengah era penyiaran olahraga yang semakin beragam dengan layanan OTT berbayar.
Sebagai pemilik hak siar Piala Dunia 2026, TVRI berkomitmen untuk menghadirkan kembali siaran laga sepak bola terbaik di rumah-rumah keluarga di seluruh Indonesia, bahkan hingga daerah terluar. Menurut Usman Kansong, Chief Editor TVRI untuk Piala Dunia 2026, pihaknya memiliki dua keunggulan yang bisa menjamin ketersediaan siaran Piala Dunia gratis hadir secara merata.
”TVRI adalah televisi publik yang sudah berpengalaman menyiarkan Piala Dunia yang merupakan puncak dari kompetisi sepak bola. Kemudian, TVRI memiliki jangkauan paling luas dengan layanan televisi digital tereterial yang didukung 187 stasiun transmisi,” tutur Usman di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Piala Dunia bisa ”pulang” ke TVRI merupakan dukungan besar dari negara. FIFA membuka proses penawaran tender pemilik hak siar di setiap negara anggota sejak Februari hingga Maret 2025.
TVRI menyambut itu dengan melakukan pendaftaran. Itu adalah pertama kali TVRI mengikuti penawaran hak siar Piala Dunia sejak edisi 1998.
Usman menyebut dukungan dari pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan DPR menjadi modal utama TVRI untuk bersaing dengan stasiun televisi swasta untuk meraih hak siar Piala Dunia 2026. Selain itu, hubungan harmonis PSSI dengan FIFA di era Ketua Umum Erick Thohir, yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga, diakui Usman ikut memengaruhi takdir TVRI.
”Ini adalah wujud dari kehadiran negara untuk memberikan hiburan kepada masyarakat. Pemerintah memahami bahwa masyarakat Indonesia fanatik sepak bola,” kata Usman.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/06/43124f2941626c2cb73d40f68872342c-2250219027.jpg)
Nilai mahal hak siar Piala Dunia 2026, tambah Usman, tidak menjadi kendala berarti bagi TVRI. Selain mendapat persetujuan dari pemerintah dan DPR untuk penggunaan anggaran TVRI yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), TVRI akan kreatif untuk membuka ruang-ruang penerimaan negara bukan pajak untuk mendukung sisi finansial.
Selain iklan dari berbagai jenama, TVRI juga terbuka untuk menjalin kemitraan hak siar dengan pemilik saluran TV kabel berbayar dan OTT. TVRI juga membuka diri melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk menggelar agenda komersial selama Piala Dunia 2026.
Sebagai gambaran pendapatan hak siar televisi Piala Dunia adalah sumber pemasukan utama FIFA. Piala Dunia 2022, misalnya, memberikan FIFA pemasukan lebih dari 2,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 49,6 triliun. Pada Piala Dunia 2026, FIFA menargetkan pendapatan dari penjualan hak siar mencapai minimal 4 miliar dolar AS (Rp 67,1 triliun).
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengungkapkan, badan legislatif memang mendorong TVRI untuk mendapatkan hak siar Piala Dunia 2026. Itu adalah upaya TVRI untuk berbenah agar tidak kalah dengan stasiun televisi swasta.
”Mayoritas rakyat Indonesia adalah pencinta sepak bola. Oleh sebab itu, kami berharap TVRI menyajikan siaran Piala Dunia yang benar-benar berkualitas,” ucap Saleh.
TVRI telah menyiapkan berbagai program menjelang dan selama Piala Dunia 2026. Nuansa Piala Dunia akan tersaji selama tahun ini sebab TVRI juga memegang hak siar Piala Dunia U-17 2026 di Qatar, November mendatang.
Kemasan program itu akan tersaji di saluran TVRI dan TVRI Sport. Dua saluran akan diatur untuk berbagi menyiarkan 104 pertandingan dari 48 kontestan Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 akan menyajikan jadwal pertandingan yang lebih panjang. Sepak mula laga ada yang dimulai pada pukul 23.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. FIFA menyebar jadwal laga itu menyesuaikan asal negara peserta.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/06/ee8f8ff5d90ac26e945215e9510e4bdb-FBL_MEX_WC_2026_DRAW_134545430.jpg)
TVRI juga menyiapkan sejumlah acara off-air hingga kuis berhadiah untuk memeriahkan siaran Piala Dunia 2026. Laporan langsung dari Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko juga akan disiapkan TVRI dengan mengirim tim liputan ke tiga negara Amerika Utara itu. Secara total, lebih dari 100 personel akan dikerahkan TVRI untuk mengemas siaran Piala Dunia 2026 terbaik di televisi Indonesia.
Di sisi lain, TVRI juga akan beradaptasi dengan kebutuhan penonton generasi baru, yakni generasi Z. Pada survei yang dirilis firma Oliver Wyman pada 2023, hanya 40 persen gen Z mengaku menyaksikan laga langsung olahraga di televisi. Adapun 63 persen gen Z menyebut rutin mengikuti kompetisi olahraga dan atlet favorit di kanal media sosial.
Dengan situasi itu, TVRI mempersiapkan akun di sejumlah kanal media sosial khusus untuk Piala Dunia 2026. Konten-konten utama akun itu adalah menyiarkan video singkat momen terbaik dan terunik laga.
”Kami sudah siapkan kebutuhan anak-anak muda yang menginginkan highlight cepat. Kami juga akan berikan komentator yang bisa menarik anak muda. Harapannya, mereka bisa beralih menonton laga penuh setelah melihat konten medsos,” tutur Usman.
Akhirnya, Piala Dunia 2026 adalah upaya TVRI untuk menumbuhkan generasi penonton baru, sekaligus menegaskan citra sebagai stasiun televisi yang berkomitmen menyajikan siaran olahraga bermutu dengan gratis.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji