Persiapan konklaf sedang dilakukan di Vatikan untuk memilih pengganti Paus Fransiskus.
03 Mei 2025 09:15 WIB · Foto
Petugas kebakaran Vatikan 2 Mei 2025 mulai memasang cerobong di atap Kapel Sistina yang akan menjadi tempat pemilihan Paus baru, pengganti Paus Fransiskus. Pemasangan ini dinilai sebagai persiapan konklaf yang dipercepat.
Konklaf yang akan diadakan pada 7 Mei 2025 adalah yang ke-267 yang akan diadakan di Kapel Sistina dalam sejarah Gereja Katolik sejak pertama kali diadakan ditahun 1878. Sebelum tahun 1878, konklaf diadakan berpindah-pindah tempat, bahkan berpindah negara.
Terakhir kali konklaf diadakan pada tahun 2013. Saat itu dewan kardinal memilih Kardinal Jorge Bergoglio dari Argentina untuk menjadi Paus. Ia kemudian memilih nama Fransiskus sebagai nama kepausannya. Pada 21 April 2025. Paus Fransiskus meninggal dalam usia 88 tahun.
Sebanyak 133 kardinal dari beberapa negara, yang berusia di bawah 80 tahun dan memenuhi syarat untuk memilih pengganti Paus Fransiskus, akan berkumpul di Kapel Sistina pada 7 Mei mendatang untuk mulai memberikan suara secara rahasia. Proses ini diperkirakan memakan waktu beberapa hari.
Dalam sejarah Gereja Katolik, konklaf terlama terjadi pada pemilihan Paus Gregorius X. Saat itu konklaf memakan waktu 2 tahun 9 bulan. Sementara konklaf tercepat terjadi saat pemilihan Paus Julius II yang hanya berlangsung beberapa jam.
Para kardinal nantinya akan memberikan suara secara rahasia untuk memilih Paus yang baru, dan mengungkapkan hasilnya kepada dunia yang menanti dengan membakar surat suara pada tungku khusus.
Asap yang keluar dari cerobong adalah pembakaran dari kertas suara hasil pemungutan yang dicampur zat tertentu untuk membedakan warna. Warna asap akan mengabarkan kepada dunia hasil dari dua putaran pemungutan suara yang telah dilakukan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/03/9ada1ad6-8414-46f0-bfc2-305e9ce6f326_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/03/05f626e6-1fc1-46aa-a605-b4e3473b8803_jpg.jpg)
Dimulai hari pertama, akan diadakan 2 kali pemungutan suara, yakni sesi pagi dan sore. Jika belum ada paus yang terpilih sesuai syarat dan ketentuan berlaku, surat suara dicampur dengan kartrid yang mengandung kalium perklorat, antrasena (komponen tar batubara) dan sulfur untuk menghasilkan asap hitam.
Namun jika ada Paus telah terpilih, surat suara yang terbakar dicampur dengan kalium klorat, laktosa, dan resin kloroform untuk menghasilkan asap putih.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/03/670717fd-ee11-49ab-af38-523bbbf43cac_jpg.jpg)
Seluruh dunia saat ini menantikan kabar akan Paus yang baru. Mereka akan membaca dari asap yang akan keluar dari cerobong di atas Kapel Sistina mulai 7 Mei 2025.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari