Liverpool hanya membutuhkan empat kemenangan lagi untuk meraih gelar Liga Inggris musim ini. Manajer Everton David Moyes selalu nirmenang pada 22 laga di Anfield.
03 Apr 2025 07:57 WIB · Olahraga
LIVERPOOL, KAMIS – Setelah tenggelam dalam kekecewaan pada dua gim pamungkas di bulan Maret yang melenyapkan ambisi treble winner, Liverpool meniti jalan kebangkitan pada laga perdana April. Jika tidak ada aral merintang, “Si Merah” berpeluang besar mengunci gelar juara Liga Inggris pada bulan ini.
Siklus nasib baik Liverpool seakan berputar ketika mereka disingkirkan Paris Saint-Germain di Liga Champions, lalu tumbang 1-2 dari Newcastle United pada final Piala Liga Inggris. Namun, skuad Liverpool membuktikan mental juara mereka ketika menjamu Everton, Kamis (3/4/2025) dini hari WIB, di Stadion Anfield.
Liverpool mampu kembali ke jalur kemenangan berkat kemenangan 1-0 pada derbi Merseyside kedua di musim 2024-2025. Tak sekedar menang, anak asuhan Arne Slot itu juga mengakhiri catatan selalu kemasukan gol pada tiga laga sebelumnya.
Gol penentu kemenangan dari penyerang, Diogo Jota, di menit ke-57 sudah cukup untuk mengamankan tiga poin bagi Liverpool. Mereka menjaga selisih keunggulan 12 poin dari Arsenal di puncak klasemen.
Jota menganggap kemenangan dalam derbi Merseyside bermakna masif bagi Liverpool. Menurut Jota, penting untuk kembali ke jalur kemenangan setelah menjalani jeda internasional.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/03/f0c6125a-1976-42ec-98e1-3041b99122c4_jpg.jpg)
”Sangat penting untuk memulai lagi kompetisi dengan tiga poin. Semoga hasil ini memberikan kami momentum untuk di sisa musim ini. Satu-satunya cara (untuk juara) adalah memenangkan pertandingan tersisa,” tutur Jota kepada Sky Sports.
Dengan menyisakan delapan pertandingan di Liga Inggris yang masing-masing tersaji empat gim di April dan Mei, Si Merah memiliki kesempatan terbaik untuk memastikan gelar liga kedua di era Liga Primer sebelum pergantian bulan.
Empat pertandingan Liverpool di bulan April adalah gim tandang menghadapi Fulham dan Leicester City. Kemudian, dua laga di Anfield menghadapi West Ham United dan Tottenham Hotspur.
Kepastian gelar liga Liverpool sejak dini itu dibantu pula superioritas Liverpool dalam catatan selisih gol atas Arsenal. Hingga pekan ke-30, Liverpool mencatatkan surplus 43 gol. Sedangkan, Arsenal memiliki catatan surplus 30 gol. Liga Inggris mengutamakan keunggulan selisih gol untuk menentukan klasemen dua tim yang mengemas poin setara.
Seandainya Liverpool gagal memastikan gelar juara pada April ini, maka peluang mereka memastikan kampiun liga paling lambat setidaknya tercipta pada pekan ke-35. Liverpool akan menjamu Arsenal di Anfield pada 10 Mei mendatang.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/03/9ddae91a-80fa-41ac-b6fd-a40e9829b249_jpg.jpg)
Optimisme juara Liga Inggris telah menggema di seluruh sudut Anfield jelang derbi Merseyside rampung. Pendukung Liverpool terdengar serempak menyanyikan yel-yel, ”We're gonna win the league”, hingga seluruh pemain memasuki lorong ruang ganti.
Virgil van Dijk, bek tengah dan kapten Liverpool, menekankan nasib juara di Liga Inggris sudah ada di tangan skuad Si Merah. Meskipun secara matematis Liverpool minimal butuh 12 poin untuk juara, Van Dijk menyebut meraih kemenangan tidak selalu mudah.
”Semua tim ingin berada di posisi kami. Sekarang adalah saatnya kami terus melaju dan menjaga mentalitas yang sama yang sudah kami tampilkan selama musim ini. Kami sudah ditunggu laga sulit di London pada hari Minggu (melawan Fulham),” ujar Van Dijk kepada Sky Sports.
Di babak pertama, Everton sempat memiliki dua peluang. Namun, kesialan menyelimuti penyerang, Beto, sehingga gagal mengubah skor untuk tim tamu.
Beto sempat membuat suporter The Toffees bersorak di menit ke-20 berkat sundulannya menggetarkan jala gawang Liverpool. Namun, gol itu langsung dianulir karena Beto terjebak offside yang diterapkan duet bek tengah Si Merah, Ibrahima Konate dan Virgil van Dijk. Pengecekan asisten wasit video (VAR) mengonfirmasi keputusan hakim garis tepat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/03/9a52893b-2261-49ac-8d99-fe1e7a663870_jpg.jpg)
Berselang 13 menit kemudian, Beto mampu memenangi perebutan bola untuk mengecoh Konate. Beto belum mampu menaklukan kiper Liverpool, Caoimhin Kelleher, karena bola sepakannya urung masuk gawang karena membentar tiang.
Ia tidak percaya gagal menjaringkan bola ke gawang tim tuan rumah. Gestur serupa juga ditunjukkan Manajer Everton David Moyes di sisi lapangan.
Sementara itu, Liverpool mendapat peluang terbaik ketika pertandingan belum genap berjalan dua menit. Melalui proses sepak pojok perdana, Konate mendapat kesempatan untuk menyarangkan bola ke gawang everton, tetapi sundulan bek asal Perancis itu tidak tepat sasaran.
Trisula penyerang Si Merah, yang terdiri dari Mohamed Salah, Diogo Jota, dan Luis Diaz, gagal memberikan ancaman berarti bagi pertahanan Everton pada paruh pertama laga. Hanya Jota yang sempat mendapat kesempatan melepaskan tembakan pada menit ke-11, tetapi peluang itu diblok oleh pemain belakang Everton.
Penantian Jota untuk menyumbang gol di liga sejak akhir Januari 2025 berakhir pada awal babak kedua. Ia menciptakan gol setelah mengecoh dua pemain belakang Everton yang disempurnakan sepakan terarah. Itu adalah gol keenam penyerang berpaspor Portugal itu di Liga Inggris musim ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/03/a42cfa12-8804-4c17-98bc-b48a28938666_jpg.jpg)
Selain mempersembahkan kemenangan bagi timnya, Jota juga memperpanjang kutukan Moyes di Anfield. Moyes tidak pernah membawa empat tim asuhannya menang pada 22 kali lawatan Liga Inggris ke markas Liverpool.
Rekor itu terdiri atas 14 kekalahan dan delapan hasil imbang. Bahkan, sembilan hasil negatif itu tercipta secara beruntun sejak menangani Manchester United pada musim 2013-2014.
Moyes menyebut gol Jota seharusnya dianulir akibat posisi offside Diaz dalam proses gol. Menurut Moyes, Everton mampu menunjukkan kualitas permainan untuk mengimbangi Liverpool pada dua derbi Merseyside di musim 2024-2025.
”Liverpool memang bermain lebih baik dan itu mengapa mereka pantas di puncak klasemen, tetapi kami menunjukkan daya tahan untuk mengimbangi mereka. Sedikit menganggu ketika kami mendapatkan hasil akhir yang tidak pantas kami dapatkan,” kata Moyes seperti dikutip BBC.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari