Pebulu tangkis dunia, termasuk dari Indonesia, akan memulai kompetisi musim 2026. Mereka akan bertanding di Malaysia Terbuka.
04 Jan 2026 17:13 WIB · Olahraga
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
JAKARTA, KOMPAS — Sebanyak 15 atlet Indonesia menjadi bagian dari pebulu tangkis yang akan menjalani turnamen pembuka pada 2026, Malaysia Terbuka. Delapan di antara mereka adalah atlet muda yang untuk pertama kalinya akan tampil di Malaysia Terbuka, turnamen BWF World Tour Super 1000.
Turnamen yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 6-11 Januari ini menjadi ajang pembuka BWF World Tour pada 2026 dan menjadi salah satu dari empat turnamen Super 1000. Tiga turnamen yang selevel adalah All England, Indonesia Terbuka, dan China Terbuka.
Dengan status Super 1000, level tertinggi kedua setelah Final BWF dalam rangkaian BWF World Tour, turnamen pun diikuti atlet-atlet top dunia. Atlet nomor satu dunia dari setiap nomor terdaftar dalam undian, yaitu Shi Yu Qi (tunggal putra), An Se-young (tunggal putri), Kim Won-ho/Seo Seung-jae (ganda putra), Liu Sheng Shu/Tan Ning (ganda putri), dan Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (ganda campuran). Shi, An, dan Kim/Seo juga berstatus sebagai juara bertahan.
Indonesia mengirimkan sembilan wakil pada lima nomor yang terdiri atas 15 atlet. Di antara mereka, delapan atlet berusia 20-22 tahun akan bersaing di Malaysia Terbuka untuk pertama kalinya. Mereka adalah Alwi Farhan, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, dan Meilysa Trias Puspitasari yang berpasangan dengan Febriana Dwipuji Kusuma di ganda putri.
Raymond/Nikolaus dan Marwan/Aisyah, bahkan, akan menjalani debut pada turnamen Super 1000. Adapun rekan-rekannya pernah merasakan atmosfer persaingan level tinggi ini pada 2025. Jafar/Felisha, misalnya, bermain hingga babak kedua Indonesia Terbuka dan menjadi semifinalis China Terbuka.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/14/8576a726f1443108e666a2b906ce021b-FAK_7291.jpg)
Alwi juga bermain pada dua turnamen itu dengan hasil babak kedua Indonesia Terbuka dan babak pertama China Terbuka. Dia membawa semangat baru untuk menjalani persaingan 2026, apalagi dengan hasil baik yang didapat pada akhir 2025. Atlet berusia 20 tahun itu mengantarkan Indonesia meraih emas beregu putra SEA Games Thailand 2025, lalu mendapat medali yang sama di tunggal putra.
”Setelah mendapat hasil bagus di turnamen terakhir untuk Indonesia, saya mau memanfaatkan momentumnya. Semoga bisa mengeluarkan permainan terbaik,” kata Alwi yang berangkat menuju Kuala Lumpur bersama rekan-rekannya pada Minggu (4/1/2026).
Alwi juga menyatakan antusiasme dan kebanggaan bisa tampil pada turnamen Super 1000 sejak awal tahun. Pada 2025, dia baru bisa menembus level tersebut pada pertengahan tahun, yaitu di Indonesia Terbuka.
”Tahun yang baru, memulai dari nol. Di turnamen pertama ini, semua orang pasti mempunyai semangat baru dan antusiasme baru, begitu pun saya,” kata Alwi yang akan melawan Alex Lanier pada babak pertama.
Lanier adalah atlet Perancis seusia Alwi. Saat Alwi menjadi juara dunia yunior 2023, Lanier kalah di semifinal. Pada level BWF World Tour, Lanier memiliki gelar juara dari level Super 750, yaitu dari Jepang Terbuka 2024, sementara Alwi baru mempunyai gelar dari turnamen Super 300, dari Makau Terbuka 2025.
Debutan lain, Raymond/Nikolaus, membawa hasil baik pada 2025 sebagai modal dan sumber motivasi untuk Malaysia Terbuka. Ganda putra berusia 21 dan 20 tahun itu enam kali menjadi juara pada level international series/challenge hingga Super 500 sebagai yang tertinggi. Mereka menjuarai Australia Terbuka Super 500 sebagai hasil terbaik, tetapi belum pernah tampil pada turnamen dengan level lebih tinggi dari itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/23/e0c251389d7514db3b7960c682fb3617-WhatsApp_Image_2025_11_23_at_13.10.30.jpeg)
Namun, undian akan mempertemukan mereka dengan ganda putra Indonesia lainnya pada babak pertama, yaitu Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi. Seperti Alwi, pasangan ranking kedelapan dunia itu meraih dua medali emas di SEA Games Thailand 2025, yaitu dari beregu putra dan ganda putra.
Marwan/Aisyah juga belum pernah bersaing pada level di atas Super 500. Mereka akan menguji kemampuan di level tinggi berbekal empat gelar juara dari turnamen Super 100 pada 2025.
Di antara atlet-atlet yang memiliki lebih banyak pengalaman, Putri Kusuma Wardani menargetkan bisa tampil nyaman pada turnamen pertamanya di tahun ini. Perkembangan performa pada 2025 mengantarkan Putri menjadi semifinalis Kejuaraan Dunia, lolos ke turnamen Final BWF, dan berada pada ranking keenam dunia pada akhir tahun.
”Setelah Final BWF, saya libur untuk memulihkan fisik dan pikiran dan alhamdulillah sudah segar kembali. Persiapan sekitar sepuluh hari berjalan baik. Di Malaysia Terbuka, saya ingin bermain enak untuk membuka awal tahun,” kata Putri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/19/a9b561f3ddc66ed0c72c70b51ecfd050-WhatsApp_Image_2025_12_19_at_10.13.35.jpeg)
Putri menjadi unggulan keenam dan akan melawan Manami Suizu pada babak pertama. Dia menjadi satu-satunya tunggal putri Indonesia di Malaysia Terbuka setelah Gregoria Mariska Tunjung tidak dapat bertanding karena vertigo.
Dengan kondisi yang memerlukan penanganan medis berkelanjutan tersebut, Gregoria mengajukan permohohan protected ranking dengan masa berlaku minimal tiga bulan hingga setahun mulai 30 Desember 2025 dan telah disetujui BWF. Dengan demikian, Gregoria tidak akan bertanding hingga benar-benar siap kembali ke kompetisi.
Dengan disetujuinya protected ranking, Gregoria memiliki hak menggunakan peringkat terlindungi, yaitu ranking ke-14 dunia, untuk mengikuti turnamen saat dia kembali. Akan tetapi, protected ranking tidak bisa digunakan untuk menentukan posisi unggulan bagi atlet yang bersangkutan.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji