Pada Minggu dan Senin ini Amerika Serikat memediasi perundingan gencatan senjata Ukraina dan Rusia di Arab Saudi. Presiden Trump mendorong perang segara berakhir.
24 Mar 2025 16:45 WIB · Internasional
RIYADH, SENIN — Jalan menuju terwujudnya gencatan senjata untuk menyudahi perang Ukraina-Rusia masih terjal. Kedua negara menyampaikan sikap berbeda jelang berlangsungnya perundingan gencatan senjata di Riyadh, Arab Saudi. Senyampang itu, di palagan, kedua pihak masih saling serang.
Secara terpisah, dalam dua hari terakhir, Minggu (23/3/2025) dan Senin (24/3/2025), Amerika Serikat yang menjadi ”motor” negosiasi gencatan senjata menemui perwakilan Ukraina dan Rusia di Riyadh.
Bagi AS-Ukraina, sesi pertemuan ini adalah lanjutan dari pertemuan di Jeddah pada awal Maret lalu. Dalam pertemuan itu, Ukraina menyetujui usulan AS yang menawarkan gencatan senjata 30 hari.
Capaian positif itu lantas dibawa Washington dalam pembicaraan dengan Moskwa. Sayang, Moskwa ”hanya” sepaham pada penghentian serangan atas infrastuktur energi. Upaya AS melunakkan Rusia dengan menyepakati pemulihan hubungan kedua negara memang membuat Rusia menjadi lebih percaya diri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/20/80c29480e621d1138c24c25d087e23c1-000_372X6VF.jpg)
Hasilnya, Rusia bersedia hadir di Riyadh. Dalam pertemuan yang digelar Senin pagi waktu setempat, Washington dan Rusia berupaya menyepakati gencatan senjata di Laut Hitam. Gencatan senjata maritim itu diarahkan untuk membuka blokade yang memungkinkan distribusi logistik, terutama biji-bijian mengalir kembali dengan bebas.
Dalam pertemuan itu, AS diwakili oleh Andrew Peek, direktur senior di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, dan Michael Anton, pejabat senior Departemen Luar Negeri. Sementara itu, Rusia diwakili oleh Grigory Karasin, mantan diplomat yang sekarang menjadi ketua Komite Urusan Luar Negeri Dewan Federasi Rusia, dan Sergei Beseda, penasihat Direktur Dinas Keamanan Rusia.
”Pada hari Senin, kami melanjutkan pembahasan inisiatif Laut Hitam. Presiden Putin menyetujuinya. Negosiator kami akan siap membahas hal-hal seputar masalah ini,” kata Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin. Sebelumnya, Moskwa menarik diri dari kesepakatan Laut Hitam yang dimediasi oleh Turki dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2023. Rusia menuduh Barat gagal menegakkan komitmennya untuk meringankan sanksi terhadap ekspor hasil pertanian dan pupuk Rusia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/06/09/650bb553-09dc-4861-988c-1401315c8c0d.png)
Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerov mengapresiasi pertemuan Ukraina-AS yang digelar Minggu. ”Pembicaraan antara Ukraina-AS berjalan produktif dan terfokus. Kami membahas poin-poin penting, termasuk energi,” tulis Umerov yang menjadi pemimpin delegasi Ukraina.
Poin pembahasan, menurut Umerov, sesuai dengan usulan Ukraina sebelum perundingan, yaitu untuk melindungi fasilitas energi dan infrastruktur penting. Umerov mengatakan, perundingan itu merupakan upaya untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan abadi, serta memperkuat keamanan. Ia optimistis gencatan senjata dengan fokus di sektor infrastruktur penting dan energi bisa terwujud.
”Perbincangan ini cukup bermanfaat, pekerjaan delegasi terus berlanjut,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menanggapi pertemuan AS-Ukraina itu. ”Apa pun yang kita bicarakan dengan mitra kita, kita perlu mendorong Putin untuk memberikan perintah nyata guna menghentikan serangan. Orang yang memicu perang ini harus menghentikannya,” imbuh Zelenskyy.
Berbeda dengan cara positif, Ukraina melihat proses pembicaraan di Riyadh, Kremlin justru mengecilkan harapan akan terwujudnya resolusi cepat. Menurut Kremlin, hal itu karena pembicaraan baru saja dimulai.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/02/16/edbd2e73-cd9a-4717-be87-816bf2282598_jpg.jpg)
”Kita baru berada di awal jalan ini,” kata Peskov kepada TV Pemerintah Rusia. Peskov mengatakan ada banyak pertanyaan tentang bagaimana gencatan senjata potensial dapat dilaksanakan. Sayangnya pertanyaan-pertanyaan itu belum terjawab. ”Ada negosiasi yang sulit di depan,” kata Peskov dalam wawancara yang dipublikasikan di media sosial.
Meskipun demikian, Utusan Khusus AS Steve Witkoff tetap menyatakan optimisme tentang peluang untuk mengakhiri Perang Rusia-Ukraina. ”Saya merasa bahwa (Presiden Rusia Vladimir Putin) menginginkan perdamaian,” kata Witkoff kepada Fox News pada hari Minggu.
”Anda akan melihat beberapa kemajuan nyata di Arab Saudi pada hari Senin, terutama karena hal itu memengaruhi gencatan senjata di Laut Hitam dan memengaruhi kapal-kapal kedua negara. Dan dari situ, Anda secara alami akan tertarik pada gencatan senjata penuh,” imbuh Witkoff.
Bloomberg News pada Minggu melaporkan, perundingan yang berlangsung di Arab Saudi diharapkan dapat mendorong terwujudnya gencatan senjata secara luas dalam beberapa minggu ke depan. AS, tutur sejumlah pejabat, menargetkan gencatan senjata Ukraina-Rusia dapat dimulai pada 20 April mendatang.
Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Mike Waltz mengatakan, AS sedang membicarakan berbagai langkah membangun kepercayaan yang bertujuan untuk mengakhiri perang, termasuk mengenai masa depan anak-anak Ukraina yang dibawa ke Rusia. Selain itu Waltz menerangkan, sesuai usulan Rusia, perundingan juga akan membahas kemungkinan gencatan senjata di Laut Hitam.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/20/7d794cbc-a5f2-4d1a-8dd0-ed9709a6237d_jpg.jpg)
Menurut Waltz, perundingan tersebut akan dapat berlanjut ke pembahasan garis kendali. Garis kendali ini merujuk pada garis depan pertempuran Rusia dan Ukraina yang berlangsung sejak Februari 2022 silam. ”(Pembahasan itu) akan masuk ke rincian mekanisme verifikasi, pasukan penjaga perdamaian, pembekuan garis pertempuran di mana pun mereka berada. Dan tentu saja, perdamaian yang lebih luas dan permanen,” kata Waltz.
Jelang perundingan, Rusia-Ukraina dikabarkan kembali saling serang dengan menggunakan drone. Angkatan Udara Ukraina mengatakan, Rusia meluncurkan 147 pesawat nirawak ke Kyiv. Serangan Rusia menewaskan gadis kecil berusia lima tahun dan ayahnya, menghancurkan bangunan, dan melukai banyak orang. Zelensky mendesak negara-negara sekutu Ukraina untuk memberikan tekanan baru pada Rusia.
”Keputusan baru dan tekanan baru pada Moskwa diperlukan untuk mengakhiri serangan dan perang ini,” tulis Zelenskyy di media sosial.
Di sisi lain, Rusia mengatakan, militer Rusia menangkis sekitar 60 pesawat nirawak Ukraina dalam semalam. Para pejabat mengatakan, seorang pria tewas di wilayah Rostov selatan Rusia ketika mobilnya terbakar oleh puing-puing pesawat nirawak yang jatuh. Seorang wanita tewas di wilayah perbatasan Belgorod, juga oleh serangan drone. (AFP/REUTERS)
Penulis:
Helena Fransisca NababanEditor:
Bonifasius Josie Susilo H