Proses uji kelayakan dan kepatutan Komjen Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri berlangsung cepat. Agenda penggantian Kapolri di DPR ini pun berlangsung mendadak.
01 Okt 2026 10:19 WIB · Politik & Hukum
ANTARA FOTO
JAKARTA, KOMPAS — DPR menyetujui pengangkatan Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Kapolri, untuk menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Prosesi penggantian Kapolri ini berlangsung mendadak dan cepat.
Proses penggantian ini dimulai di Komisi III DPR. Semula, dalam jadwal agenda DPR, pagi ini (1/10/2026), Komisi III DPR akan menggelar rapat membahas Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset. Namun, agenda rapat tersebut kemudian diubah menjadi uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri.
Sebelum rapat dimulai, Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad bersama sejumlah pimpinan DPR memasuki ruangan rapat Komisi III DPR bersama Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto. Suyudi saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
”DPR sudah mendapatkan Surpres (Surat Presiden) dari Presiden Prabowo Nomor R57/Surpres/09/2026 tertanggal 30 September 2026 perihal usulan pemberhentian dari jabatan Kapolri dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri,” ujar Ketua Komisi III DPR Habiburokhman saat membuka rapat uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri.
Setelah menerima surpres tersebut, Badan Musyawarah DPR langsung menggelar rapat dan meminta Komisi III DPR melaksanakan uji kelayakan Suyudi sebagai calon Kapolri.
Suyudi pun diberi kesempatan untuk menyampaikan selama sekitar 22 menit visi dan misinya sebagai Kapolri. Setelah itu, tidak ada tanya jawab anggota Komisi III DPR dengan calon Kapolri sebagaimana lazimnya terjadi dalam penggantian Kapolri sebelumnya. Komisi III DPR langsung menyetujui secara aklamasi, Suyudi sebagai Kapolri. Tidak ada yang menyampaikan keberatan di antara anggota.
Para anggota Komisi III DPR yang ditemui tidak mau menanggapi terkait uji kelayakan dan kepatutan yang serba mendadak kilat ini. Namun, salah satu anggota hanya tersenyum dan berkata, ”Kalau bisa lebih cepat, kenapa harus lama?” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/10/01/25de5e756904927f494a525bfebc40ca-WhatsApp_Image_2026_10_01_at_10.12.20.jpeg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/10/01/8d64be6ab2b2b6d454252afb104b4bdb-WhatsApp_Image_2026_10_01_at_10.12.06.jpeg)
Selanjutnya, persetujuan Komisi III DPR langsung dibawa ke Rapat Paripurna DPR untuk dimintakan persetujuan DPR. Di DPR, agenda persetujuan pengangkatan Suyudi pun diprioritaskan di awal rapat paripurna. Setelah Habiburokhman melaporkan hasil uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi III DPR dalam rapat paripurna, DPR langsung menyetujui Suyudi sebagai Kapolri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/10/01/d6bdfbecc233ee6e5d4c393feedc7c8f-antarafoto_rapat_paripurna_dpr_setujui_suyudi_ario_seto_sebagai_kapolri_1790831996.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/10/01/80aa9c5fea35d2bbbcba4cdd3f6ed9ad-antarafoto_rapat_paripurna_dpr_setujui_suyudi_ario_seto_sebagai_kapolri_1790832005.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/10/01/3efa05a8604392b9383b0f626e811995-antarafoto_rapat_paripurna_dpr_setujui_suyudi_ario_seto_sebagai_kapolri_1790831987.jpg)
Setelah memperoleh persetujuan DPR, menurut Ketua DPR Puan Maharani yang memimpin Rapat Paripurna DPR, Presiden Prabowo akan langsung melantik Suyudi sebagai Kapolri, siang ini, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Sebelum nama Suyudi diusulkan sebagai calon Kapolri ke DPR, persisnya pada Selasa (29/9/2026), Presiden Prabowo memanggilnya untuk rapat membahas kelebihan jumlah penghuni dibandingkan kapasitas lembaga pemasyarakatan. Dalam rapat yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta itu, hadir pula Menteri Hukum Supratman Andi Agtas; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto; serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/29/0f85ea8a8247b2030cc65ca3b78ebe1f-WhatsApp_Image_2026_09_29_at_20.08.02.jpeg)
Seusai rapat, Menkum Supratman Andi Agtas mengatakan, ia mendapatkan tugas khusus berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga guna merumuskan strategi rehabilitasi pengguna narkotika yang telah ditahan di lembaga pemasyarakatan (lapas).
Komjen Suyudi membenarkan, rumusan soal rehabilitasi pengguna narkotika itu tidak terlepas dari masalah kelebihan penghuni lapas dibandingkan kapasitasnya. Apalagi, mayoritas tahanan di lapas terkait dengan kasus narkotika.
”Sebagian besar, hampir 80 persen (tahanan di lapas), itu adalah tahanan narkotika. Bagaimana negara menyikapi ini sehingga para narapidana yang memang berkebutuhan untuk direhabilitasi tetap dapat kita jangkau,” tutur Suyudi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/10/4de49d2061904de19c50b83f46b9a2fc-WhatsApp_Image_2026_08_10_at_08.28.10.jpeg)
Komjen Suyudi Ario Seto sudah menjabat sebagai Kepala BNN sejak 25 Agustus 2025. Sebelum menjabat Kepala BNN, ia dipercaya menjabat Kapolda Banten. Setahun sebelumnya, Suyudi menjabat sebagai Wakil Kapolda Metro Jaya.
Suyudi yang lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973, merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994. Dalam perjalanan pendidikannya, ia juga menempuh studi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2018. Karier Suyudi Ario Seto di Polri berlanjut di berbagai bidang.
Namanya pernah menjabat sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Pasar Minggu, serta Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Ia juga pernah memimpin unit Jatanras Polda Metro Jaya. Selain itu, Suyudi pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota dan Polres Metro Jakarta Barat, serta Kanit Resmob Bareskrim Polri. Selain di bidang reserse, Suyudi pernah dipercaya sebagai Kapolsek Metro Tanah Abang. Ia kemudian memimpin sejumlah kepolisian resor, seperti Polres Metro Jakarta Pusat, Bogor, dan Majalengka.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/15/6f05330649c2c105869bc4dee416d35c-20250915YGA21.jpg)
Adapun Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Kapolri sejak 27 Januari 2021. Isu penggantian alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 ini sudah beberapa kali mencuat dalam setahun terakhir. Salah satunya seusai demonstrasi yang berujung kericuhan pada Agustus 2025. Namun, setiap kali isu itu muncul, pemerintah atau DPR menepisnya.
Listyo berulang menyerahkan keputusan penggantian dirinya sebagai Kapolri kepada Presiden Prabowo. ”Itu, kan, prerogatif Presiden. Jadi, ya, buat kami prajurit, kan, apa pun dilaksanakan. Kami menunggu saja,” ujar Listyo saat isu penggantian dirinya sebagai Kapolri mencuat kembali, awal Agustus 2026.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/30/2453705db06dee79d73226c3d0e094ba-Screenshot_2026_07_30_193358.png)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/10/01/f7020ae78680a5dca4361ea0b6cbc82e-antarafoto_rapat_paripurna_dpr_setujui_suyudi_ario_seto_sebagai_kapolri_1790833719.jpg)
Selain itu, Listyo menampik isu pergantian Kapolri mengganggu kinerja institusi kepolisian. Ia memastikan seluruh jajaran Korps Bhayangkara tetap fokus menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
”Oh, enggak. Sangat tidak (mengganggu kinerja),” tambahnya.
Penulis:
Machradin Wahyudi Ritonga, Nikolaus Harbowo, Hidayat SalamEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase