PIALA DUNIA 2026

Menengok Kecanggihan Markas Timnas Brasil di Piala Dunia

Markas tim sangat menentukan perjuangan setiap tim peserta Piala Dunia 2026. Brasil memilih fasilitas canggih dalam upaya mereka merebut gelar keenam.

23 Jun 2026 12:02 WIB · Olahraga

Kompas/Prasetyo Eko Prihananto

Oleh Prasetyo Eko Prihananto dari New Jersey, Amerika Serikat

Pagi itu, Minggu (21/6/2026), saya bergegas menuju pinggiran kota (suburb) di Morris County, New Jersey, dari North Bergen, tempat tinggal selama liputan Piala Dunia 2026. Saya hendak melihat sesi latihan Vinicius Junior dan kawan-kawan yang terbuka untuk jurnalis.

Perjalanan dimulai dari North Bergen, kemudian menuju Stasiun NJ Transit Secaucus Junction menuju Stasiun Convent. Perjalanan naik kereta sekitar 1 jam 15 menit dengan tarif sekali jalan 14 dolar AS (sekitar Rp 250.000).

Lokasi latihan yang sekaligus markas tim Brasil itu terletak di kawasan elite, pemukiman Morris Township. Jaraknya sekitar 58 kilometer dari pusat kota New York. Jika dicari perbandingannya dengan Indonesia, barangkali seperti kawasan BSD di Serpong, tetapi dengan bangunan yang tidak saling berdempetan.

Berbeda dengan di kota New York di mana gedung berimpit-impitan, di kawasan ini, rumah terlihat megah-megah dikelilingi halaman yang luas. RWJBarnabas Health Red Bulls Performance Center yang berada di kawasan ini dipilih oleh tim ”Selecao” sebagai markas selama Piala Dunia berlangsung.

Memasuki kawasan tersebut, penjagaan terlihat sangat ketat. Sekitar 1 kilometer sebelum lokasi latihan, sejumlah petugas polisi dengan mobil patroli yang diparkir di tepi jalan menghadang. Saya cukup menunjukkan kartu identitas peliput Piala Dunia, mereka pun mempersilakan lewat.

Para pemain Brasil berlatih di markas tim milik klub MLS New York Red Bulls di Morristown, pinggiran New Jersey, AS, Minggu (21/6/2026).

Sampai di lokasi, puluhan jurnalis, sebagian besar terlihat dari Brasil, sudah menunggu. Matahari sangat terik, tetapi mereka setia menunggu Vinicius dan kawan-kawan menuju lapangan latihan.

Yang mencolok dari markas tim Brasil adalah dinding gedung bergambar banteng merah lambang khas Red Bull. Di dalam halaman kompleks, saya pun mengeluarkan kamera untuk memotret gedung-gedung dan lapangan di kompleks tersebut. Seorang petugas perempuan langsung menghampiri.

”Tidak boleh memotret di sini. Kalau Anda keluar dari pagar itu, Anda boleh melakukan apa pun sepuasnya,” katanya.

Untungnya, jurnalis diperbolehkan mengambil video dan gambar di lapangan tempat para pemain Brasil berlatih.

Tim asuhan Carlo Ancelotti itu dijadwalkan berlatih mulai pukul 11.00 waktu setempat hingga pukul 12.00. Waktu menunjukkan pukul 10.57 ketika skuad Brasil keluar memasuki lapangan berumput bak permadani hijau di kompleks latihan tersebut.

Neymar Jr

Mereka langsung melakukan latihan mengolah bola, sementara Alisson Becker dan penjaga gawang yang lain berlatih terpisah. Lapangan tersebut terlihat sangat mulus sehingga bola yang ditendang para pemain meluncur lancar.

Terlihat Neymar sudah mulai berlatih bersama rekan-rekannya. Penyerang berusia 34 tahun ini baru saja pulih dari cedera betis yang dialaminya sejak pertengahan Mei lalu. Ancelotti mengungkapkan bahwa Neymar, yang absen pada dua laga pertama, bisa bermain pada pertandingan ketiga melawan Skotlandia.

Soal markas bukan hanya tempat untuk tidur atau berlatih saja, melainkan salah satu faktor penting pendukung kesuksesan sebuah tim. Markas tim menjadi kunci dalam manajemen energi, adaptasi iklim, dan fokus psikologis para pemain.

Dengan Piala Dunia kali ini untuk pertama kalinya ada tiga tuan rumah, dengan wilayah geografi membentang dari Kanada, Amerika Serikat, hingga Meksiko, menghitung panjang perjalanan menjadi sangat penting. Setiap tim harus benar-benar mempertimbangkan hal tersebut jika tidak ingin mengalami kelelahan karena perjalanan.

Salah satu faktor penting kemenangan Argentina pada 2022 adalah karena fasilitas latihan dan penginapan yang lengkap serta nyaman di Universitas Qatar. Pada Piala Dunia kali ini, ada 48 markas yang tersebar di tiga negara. Ada empat tim yang memilih kawasan New Jersey.

Quote

Pusat pelatihan ini baru, modern, dan menawarkan semua kondisi untuk kerja kami sebelum dan selama Piala Dunia.

Selain Brasil, ada Maroko, Haiti, dan Senegal. Brasil beruntung karena mendapatkan tempat latihan yang diperuntukkan secara khusus untuk atlet elite. Adapun Maroko bermarkas di The Pingry School, Haiti di Stockton University, dan Senegal di Rutgers University.

”Markas tim adalah bagian integral dari struktur Piala Dunia. Di sinilah tim-tim menetap, berlatih, memulihkan diri, dan merasakan ritme turnamen dari hari ke hari,” kata Heimo Schirgi, Chief Operating Officer Piala Dunia 2026.

Kompleks latihan milik klub MLS New York Red Bulls di Morristown, pinggiran New Jersey, AS, Minggu (21/6/2026), yang menjadi markas tim Brasil selama Piala Dunia 2026.

Selain faktor fasilitas, faktor geografi di mana tim akan bertanding menjadi salah satu faktor pemilihan lokasi markas. Kolombia, Iran, Korea Selatan, Meksiko, Afrika Selatan, Tunisia, dan Uruguay memilih markas di Meksiko. Kanada dan Panama memilih di Kanada, sedangkan 39 tim lain menetap di AS.

Fasilitas terbaik

Lantas, mengapa Brasil memilih Pusat Performa Red Bull sebagai markas tim dalam upaya mereka merebut trofi Piala Dunia keenam? Tentu saja karena tempat itu adalah salah satu kompleks fasilitas sepak bola terbaik di Amerika Utara.

Kompleks itu sehari-hari merupakan markas latihan klub liga sepak bola Amerika Serikat (MLS), New York Red Bulls. Pihak Red Bull menyebut markas latihan mereka adalah pusat latihan sepak bola paling inovatif di Amerika Utara. Fasilitas itu baru saja dibuka pada 22 April 2026.

Kompleks tersebut berdiri di atas lahan seluas 32 hektar dan mencakup delapan lapangan sepak bola luar ruangan ukuran penuh yang menampilkan perpaduan permukaan rumput alami berpemanas dan beririgasi serta rumput sintetis. Lapangan juga dilengkapi dengan teknologi pelatihan canggih sistem pelacakan kamera multisudut untuk keperluan analisis dan pengembangan pemain.

Federasi Sepak Bola Brasil mengungkapkan, dari semua pusat pelatihan yang ditawarkan sebagai pilihan, kompleks yang selama turnamen disebut Fasilitas Pelatihan Columbia Park, itu adalah kompleks yang menjadi rebutan banyak tim.

”Kami sangat senang dengan keputusan ini. Pusat pelatihan ini baru, modern, dan menawarkan semua kondisi untuk kerja kami sebelum dan selama Piala Dunia,” kata Ancelotti.

Selain lapangan bola, di fasilitas latihan itu juga ada bangunan yang dirancang khusus dengan pusat kebugaran yang lengkap, ruang makan, serta ruang medis komprehensif, laboratorium inovasi dengan ruang fisioterapi untuk persiapan, rehabilitasi, dan pemulihan pemain.

Markas Tim Piala Dunia 2026

Tim Brasil juga menyediakan satu ruangan di kompleks itu sebagai pusat media di mana para jurnalis bisa bekerja. Saat saya berkunjung ke tempat itu, puluhan wartawan Brasil bekerja setelah melihat latihan tim.

Terdapat pula satu lapangan pertandingan berkapasitas 350 kursi yang ditujukan untuk pertandingan tim akademi Red Bull. Sehari-hari, selain untuk tim utama dan tim kedua, RWJBarnabas Health Red Bulls Performance Center juga akan berfungsi sebagai markas tim akademi Red Bull dan program pelatihan pemain remaja.

”RWJBarnabas Health Red Bulls Performance Center akan berfungsi sebagai pusat bagi pertumbuhan berkelanjutan olahraga ini di wilayah ini dan seluruh negeri,” kata Marc de Grandpré, Presiden dan Manajer Umum New York Red Bulls, dikutip dari laman resmi klub.

Brasil juga diuntungkan dengan keberadaan ruang terapi akuatik, proses deteksi kelelahan, alat diagnostik tingkat lanjut, dan sistem ortobiologi untuk mendukung perawatan klinis serta pengobatan tingkat tinggi.

Tidak mengherankan jika Neymar memilih menetap di markas tim untuk fokus memulihkan cedera saat rekan-rekannya bertanding di Philadelphia melawan Haiti.

Pertanyaannya kemudian, dengan fasilitas selengkap itu, apakah markas di pinggiran New Jersey itu bakal membawa kesuksesan bagi Vinicius Junior dan kawan-kawan?


Kerabat Kerja

Penulis:

Prasetyo Eko Prihananto dari New Jersey, Amerika Serikat
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan