Menerka Rencana Baru Ruben Amorim untuk Kobbie Mainoo

Kobbie Mainoo bersinar dengan peran barunya sebagai gelandang serang. Akankah Ruben Amorim mempermanenkan posisi barunya?

31 Jan 2025 12:04 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

BUCHAREST, JUMAT – Ruben Amorim barangkali tidak menyangka modifikasi susunan pemainnya saat menantang FCSB di Stadion Arena Nasional, Bucharest, Romania, Jumat (31/1/2025) dini hari WIB, akan memantik debat panjang. Lewat modifikasi itu, dia menyulap Kobbie Mainoo menjadi lebih bersinar dengan mencetak satu gol dan satu asis dalam kemenangan 2-0 Manchester United.

Seusai memastikan satu tempat pada babak 16 besar Liga Europa, Amorim sedikit bereksperimen dengan menempatkan Mainoo sebagai gelandang serang dalam formasi 3-4-2-1. Ia berdampingan dengan Christian Eriksen di belakang Rasmus Hojlund yang tampil sebagai penyerang tunggal. Mainoo yang biasanya bermain lebih dalam sebagai gelandang bertahan tampil gemilang dalam peran barunya tersebut.

Pergerakannya kini lebih bebas di dekat kotak penalti lawan. Sepanjang pertandingan, pemain berusia 19 tahun itu total melepaskan tiga tembakan tepat sasaran. Mainoo menjadi lebih berbahaya dengan mencatatkan 10 sentuhan di dalam kotak penalti FCSB.

”Saya menikmatinya. Saya senang bisa bermain di lapangan untuk Manchester United,” kata Mainoo, dalam wawancaranya bersama TNT Sport, Jumat (31/1/2025).

APTOPIX Romania Soccer Europa League

Itu menjadi gol pertama Mainoo musim ini. Sebelumnya, perannya lebih pada membantu pertahanan tim. Musim ini, Mainoo lebih sering bermain sebagai gelandang bertahan, yakni 12 kali. Selain itu, dia juga pernah tampil sebagai gelandang tengah sebanyak enam kali.

Adapun sebagai gelandang serang, Mainoo baru menjalaninya sebanyak dua kali. Keduanya terjadi di Liga Europa. Pertama, saat MU ditahan imbang FC Twente, 1-1. Mainoo hanya bermain selama 11 menit sebagai pemain pengganti. Kesempatan kedua ia dapatkan saat menghadapi FCSB. Kali ini ia tampil penuh 90 menit sebagai gelandang serang.

Quote

Anda bisa merasakan dia bermain dengan bola di dekat kotak penalti. Di sana dia sangat bagus dengan koneksi-koneksi kecilnya.

Setelah bermain tanpa gol pada babak pertama, Mainoo memperlihatkan kemampuannya dalam menciptakan peluang. Bermanuver di sisi kiri pertahanan FCSB, Mainoo mengirim umpan matang kepada Diogo Dalot yang merangsek ke dekat gawang lawan. Tanpa kesulitan, Dalot mengonversi umpan Mainoo menjadi gol pembuka keunggulan MU pada menit ke-60.

MU sukses memperbesar keunggulan lewat Mainoo delapan menit berselang. Kali ini, kombinasinya dengan Alejandro Garnacho memecah penjagaan bek FCSB. Menerima umpan datar Garnacho, Mainoo dengan jeli mengarahkan bola ke sudut yang sulit dijangkau kiper FCSB, Stefan Tarnovanu. Mainoo pun menjadi bintang kemenangan MU berkat sumbangan satu gol dan satu asisnya.

Romania Soccer Europa League

Disinggung mengenai kemungkinan perubahan peran Mainoo di MU pada waktu yang akan datang, Amorim belum memberikan jawaban pasti. Meski begitu, Amorim mengakui bahwa Mainoo kesulitan bermain sebagai gelandang bertahan. Atas dasar itu pula ia berani memberikan peran baru kepada Mainoo.

”Anda bisa merasakan dia bermain dengan bola di dekat kotak penalti. Di sana dia sangat bagus dengan koneksi-koneksi kecilnya. Kami butuh waktu untuk bekerja sama dengan para pemain untuk menentukan posisi terbaik mereka,” kata Amorim.

Langkah Amorim yang tidak terburu-buru mempermanenkan posisi baru Mainoo sangat bisa dipahami. Ia perlu menganalisis situasi serta mempertimbangkannya dengan kondisi skuad saat ini. Di satu sisi, memainkan Mainoo sebagai gelandang serang bisa membuat Bruno Fernandes lebih mundur dan berfokus mengatur tempo permainan.

Di sisi lain, Amorim perlu mengukur seberapa efektif Mainoo sebagai gelandang serang. Pasalnya, Mainoo tidak mampu berbuat banyak di babak pertama. Mainoo baru efektif bermain sebagai gelandang serang pada babak kedua, tepatnya saat Garnacho dan Amad Diallo masuk.

Romania Soccer Europa League

Kehadiran dua pemain itu sedikit membantu Mainoo mendapatkan ruang hingga mampu mencetak satu gol dan asis. Artinya, meski berposisi sebagai gelandang bertahan, Mainoo perlu mendapatkan dukungan juga dari pemain seperti Garnacho dan Diallo yang bertipe merusak pertahanan lawan.

Pertimbangan-pertimbangan itulah yang masih harus dianalisis lebih dalam oleh Amorim. Untuk jangka pendek, Amorim setidaknya bisa melepas beban setelah membawa MU finis pada peringkat ketiga klasemen akhir Liga Europa.

Itu berarti calon lawan MU pada babak 16 besar berkisar antara Real Sociedad, Galatasaray, FC Midtjylland, atau AZ Alkmaar. MU baru akan mengetahui calon lawan mereka pada 21 Februari, atau setelah fase playoff Liga Europa rampung. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata