Mengapa Ada Boxing Day di Liga Inggris?

Berakar dari tradisi sepak bola di Inggris, laga selama ”boxing day” masih bertahan hingga kini.

26 Des 2024 15:34 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Ketika pertandingan hanya menyisakan empat menit dalam waktu normal, Henrikh Mkhitaryan membuat Stadion Old Trafford kembali bergemuruh pada 26 Desember 2016. Pemain asal Armenia itu mencetak gol ketiga Manchester United ke gawang Sunderland lewat aksi ikonik.

Mkhitaryan, yang dalam posisi menghadap gawang, mencondongkan badan dan menyambut bola umpan silang Zlatan Ibrahimovic dengan tumitnya di dalam kotak penalti. Bola lantas bersarang ke sisi kanan gawang Sunderland tanpa bisa dibendung kiper Jordan Pickford. Gol itu kemudian dikenal sebagai gol kalajengking lantaran tercipta dalam posisi persis seperti seekor kalajengking sedang menyengat lawan.

Lesakan Mkhitaryan dalam kemenangan 3-1 Manchester United itu juga dinobatkan sebagai gol terbaik Liga Inggris untuk bulan Desember 2016. Gol itu menjadi satu dari banyak momen istimewa yang tercipta saat boxing day.

Di Inggris, istilah boxing day sebenarnya tidak hanya merujuk pada konteks sepak bola semata. Boxing day adalah hari ketika berlangsung tradisi bertukar kado (boxing berasal dari kata box yang artinya kotak hadiah) dalam momen perayaan Natal.

Saat ini, meskipun tradisi tersebut nyaris menghilang, boxing day tetap dikenal karena dua hal, yakni olahraga dan belanja. Dalam konteks olahraga, khususnya sepak bola, boxing day sering merujuk pada laga Liga Inggris yang berlangsung pada 26 Desember, sehari setelah Natal.

Manchester City's head coach Pep Guardiola, center, and players leave the field at the end of the English Premier League soccer match between Aston Villa and Manchester City, at Villa Park in Birmingham, England, Saturday, Dec. 21, 2024. (AP Photo/Rui Vieira)

Lantas, mengapa ada boxing day di Liga Inggris?

Pertandingan-pertandingan pada boxing day ini berkaitan dengan tradisi sepak bola di negara tersebut. Di Inggris, hari libur keagamaan dan hari libur perbankan telah lama menjadi waktu untuk menikmati sepak bola. Bahkan, ada momen ketika tim-tim papan atas bermain di hari Natal.

Profesor sejarah Martin Johnes, yang menulis buku Christmas and the British: A Modern History (2016), mengatakan, pada era Ratu Victoria (1837-1901), sepak bola dimainkan pada hari Natal karena hari itu adalah hari libur dan ada tradisi acara publik kelas pekerja. Bagi banyak pekerja, ini bisa menjadi satu-satunya kesempatan dalam setahun untuk menonton pertandingan.

Klub-klub juga memanfaatkan momen ini untuk menarik banyak penonton. Selain Natal, mereka juga menggelar pertandingan pada hari libur lainnya, yakni pada 26 Desember yang sejak tahun 1871 digolongkan sebagai hari libur perbankan di Inggris.

Di sisi lain, suasana rumah pada era tersebut juga berbeda dengan saat ini. ”Bagi kelas pekerja, yang tempat tinggalnya sering kali tidak nyaman, penuh sesak, dan tidak menarik, satu hari bebas dari pekerjaan adalah alasan untuk turun ke jalan, bukannya bersantai di rumah,” tulis Johnes.

Akan tetapi, popularitas pertandingan sepak bola pada hari Natal menurun. Hal ini terjadi seiring standar hidup telah meningkat. Makanan, hadiah, dan dekorasi Natal menjadi lebih terjangkau.

”Sepak bola bergeser hanya ke boxing day, karena Hari Natal menjadi lebih berorientasi pada keluarga dan yang lebih penting transportasi umum menjadi semakin terbatas,” tulis Johnes.

Warga mengantre di pusat perbelanjaan Harrods di London, Inggris, Minggu (22/12/2024), untuk berbelanja menyambut ”boxing day”.

Beberapa sumber menyebut pertandingan pertama yang dimainkan pada boxing day adalah laga antara Sheffield dan Hallam pada tahun 1860. Tradisi ini benar-benar mulai terbentuk pada pertandingan antara Preston North End dan West Bromwich Albion selama musim 1888-1889.

Liga Inggris kemudian mempertahankan tradisi tersebut untuk mengundang banyak penonton. Liga Inggris bahkan menjadikannya sebagai salah satu sorotan utama musim kompetisi. Terlebih, selalu ada momen-momen istimewa yang tercipta, termasuk gol Mkhitaryan.

Protes

Walakin, sejumlah kalangan sempat memprotes gelaran laga saat boxing day. Mantan Pelatih Liverpool Juergen Klopp, misalnya, pernah mengeluhkan jadwal boxing day pada 2019. Kendati mengakui bahwa boxing day merupakan tontonan yang menarik, Klopp juga mengungkapkan keberatannya.

”Tidak ada manajer yang mempermasalahkan pertandingan pada boxing day, tetapi bermain pada tanggal 26 dan 28 adalah sebuah kejahatan,” kata Klopp, dikutip dari BBC.

”Kami dapat mengatakan apa pun yang kami inginkan dan tidak seorang pun benar-benar tertarik, tetapi setiap tahun hal yang sama terjadi pada pelatih yang terlibat di dalamnya,” ujarnya.

Mantan Pelatih Manchester United Louis van Gaal juga pernah menilai pertandingan boxing day tak manusiawi. Van Gaal pun sempat mengubah kebiasaan di MU untuk mengatasi jadwal pertandingan tersebut.  Apabila biasanya pemain hanya mendapat libur latihan pada pagi hari saat Natal dan berlatih sore harinya, Van Gaal meliburkan para pemain sehari penuh.

Pemain Brighton and Hove Albion, James Milner, turut mengungkapkan pendapatnya ketika menjalani laga boxing day. ”Berat. Ini adalah salah satu sisi yang tidak banyak dilihat oleh orang-orang,” ujar Milner dalam wawancara dengan Sky Sports.

”Saya harus menyeimbangkannya, menjadi ayah dan menjadi pesepak bola pada saat bersamaan. Tetapi, ya, ini adalah bagian dari pekerjaan saya,” ucapnya lagi.

Pemain Wolverhampton Wanderers Rayan Ait Nouri dibayangi pemain Brighton and Hove Albion James Milner (kanan) dalam pertandingan Liga Inggris antara Wolverhampton Wanderers dan Brighton and Hove Albion di Stadion Molineux, Wolverhampton, Sabtu (19/8/2023). Brighton mengalahkan Wolves, 4-1. ***Wolverhampton Wanderers' Rayan Ait-Nouri is challenged by Brighton and Hove Albion's James Milner, during the English Premier League soccer match between Wolverhampton Wanderers and Brighton & Hove, at the Molineux, in Wolverhampton, England, Saturday, Aug. 19, 2023. (Bradley Collyer/PA via AP)

Selain dihantui bayang-bayang kelelahan, pemain juga terbebani secara psikologis karena tidak bisa benar-benar menghabiskan waktu bersama keluarga atau orang terdekat saat momen Natal. Meski demikian, tradisi boxing day di Liga Inggris tetap lestari.

Selain Liga Inggris, Liga Italia juga sebenarnya pernah menggelar pertandingan selama boxing day pada musim 2018-2019. Penyelenggaraan pun terbilang sukses dengan penonton mampu mengisi rata-rata 69 persen dari total kursi stasion, angka yang lebih tinggi dari pekan sebelumnya pada Desember 2018.

Namun, hal baru itu tidak diteruskan. Media Italia, Corriere della Sera, menulis, penghentian program tersebut disebabkan beberapa hal, termasuk permintaan pihak televisi pemilik hak siar. Televisi kesulitan menjual layanan berlangganan bulan Januari karena ada dua pekan tanpa laga yang menjadi imbas boxing day.

Selain itu, pengelola liga juga mendapatkan beberapa masukan, di antaranya meminta liga untuk membiarkan penggemar dan pemain fokus bersama keluarga saat perayaan Natal.

Striker Manchester City, Erling Haaland (tengah), berebut bola dengan pemain Manchester United, Manuel Ugarte, pada laga Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Senin (16/12/2024) dini hari WIB. MU menang 2-1.

Saat ini, selain Inggris, hanya ada beberapa negara di Eropa yang juga melangsungkan laga selama boxing day. Dua di antaranya ialah Liga Belgia (Jupiler Pro League) dan Liga Skotlandia.

Liga Inggris menjadi satu-satunya liga papan atas Eropa yang menggelar pertandingan boxing day. Pada musim ini, para penggemar Premier League akan disuguhi pertandingan nyaris 10 jam tanpa henti dari total 8 laga.

Pertandingan pada boxing day dimulai dengan laga Manchester City versus Everton pada pukul 19.30 WIB. Selanjutnya ada lima laga serentak yang dimulai pukul 22.00 WIB. Dua laga sisanya berlanjut pada Jumat (27/12/2024) dini hari WIB.

Apakah Anda berencana menyaksikan suguhan boxing day tersebut?


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto