Kompas.id Brief
KOMPAS BRIEF

Mengapa AS Minta Tambahan Biaya Serang Iran?

Setelah menghabiskan 11 miliar dolar AS di pekan pertama, Pentagon minta tambahan 200 miliar dolar AS lagi karena tak jelas kapan serangan ke Iran selesai.

21 Mar 2026 17:00 WIB · Internasional

AFP

Oleh Kris Mada

Apa yang dapat dipelajari dari artikel ini

1. Kapan perang akan berakhir?

2. Berapa banyak biaya serangan ke Iran

3. Berapakah permintaan tambahan biaya serangan ke Iran?

4. Berapa banyak AS-Israel menghabiskan senjata untuk menyerang Iran?

5. Seberapa mahal biaya menangkis pembalasan Iran?

Tak jelas kapan perang berakhir

copy title

Dua pekan setelah Amerika Serikat-Israel menyerang Iran, Presiden AS Donald Trump dinilai belum mampu menjelaskan secara meyakinkan mengapa ia memulai perang dengan Iran. Ia juga dinilai tak meyakinkan bagaimana ia akan mengakhirinya.

Di saat yang sama, keresahan publik justru membesar. Korban jiwa di pihak Amerika bertambah menjadi tujuh orang, harga minyak melonjak, dan pasar keuangan goyah.

Klaim kemenangan Trump tidak sejalan dengan situasi di lapangan. Pada awal perang, ia berjanji kapal-kapal Angkatan Laut AS akan mengawal tanker melalui Selat Hormuz.

Namun, hal itu tak juga terwujud. Belakangan, Trump justru mulai mengharapkan keterlibatan internasional untuk menjaga Selat Hormuz. Ia menyerukan agar negara-negara yang terdampak penutupan Selat Hormuz untuk mengirim kapal perang bersama AS.

Permintaan tambahan biaya perang

copy title

Di pekan pertama, menurut sejumlah pejabat Amerika Serikat, serangan ke Iran menghabiskan 11 miliar dolar AS. Dana itu termasuk harga ribuan rudal penyerang dan penangkis yang ditembakkan AS. Dana itu juga termasuk biaya bahan bakar ratusan jet tempur dan pesawat serta helikopter lain.

Lalu, Departemen Pertahanan AS meminta tambahan dana 200 miliar dolar AS atau Rp 3.397 triliun. Dana itu untuk melanjutkan serangan ke Iran. Anggaran juga termasuk untuk membiayai pengiriman pasukan tambahan ke Timur Tengah.

U.S. 7TH FLEET AREA OF OPERATIONS (February 11, 2026) U.S. Marines, with the Battalion Landing Team 3rd Battalion, 1st Marines (3/1), 31st Marine Expeditionary Unit, conduct a live fire evolution on the flight deck of San Antonio-class amphibious transport dock ship, USS New Orleans (LPD 18), while underway, Feb. 11, 2026. Tripoli Amphibious Ready Group, (ARG), composed of America-class amphibious assault shit USS Tripoli (LHA 7), San Antonio-class amphibious transport dock ships, USS New Orleans (LPD 18) and USS San Diego (LPD 22), along with the 31st Marine Expeditionary Unit (MEU) , are underway conducting routine operations in the U.S. 7th Fleet area of operations. U.S. 7th Fleet, the U.S. Navy's largest forward-deployed numbered fleet, routinely interacts and operates with allies and partners in preserving a free and open Indo-Pacific. (US Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Sade' Anita Wallace)

Kabar permintaan itu disiarkan The Washington Post pada Rabu (18/3/2026) siang waktu Washington atau Kamis dini hari WIB. Wakil Menteri Pertahanan AS Steve Feinberg memimpin upaya pencarian dana itu.

Di pekan ketiga perang, AS telah setidaknya 7.800 kali menyerang berbagai sasaran di Iran. Meski demikian, belum ada tanda Iran akan menyerah atau mengendurkan pembalasan.

Permintaan sebelumnya

copy title

Departemen Perang Amerika Serikat mengupayakan pencairan dana tambahan 50 miliar dolar AS. Dana itu untuk mengganti cadangan persenjataan yang terpakai dalam serangan ke Iran dan perang lain.

Dana disebut akan diupayakan cair pada Jumat (6/3/2026). Menurut laporan Reuters pada Rabu (4/3/2026), Wakil Menteri Perang AS Steve Feinberg mengurus upaya pencairan itu.

Infografik-Rudal Tomahawk

Dana itu terutama akan dipakai memacu produksi aneka lini industri persenjataan AS. Sejak terlibat dalam perang Ukraina, kemudian berlanjut dengan serangan Israel ke sejumlah negara di Timur Tengah, cadangan persenjataan AS terkuras.

Kala menyerang Iran pada 28 Februari 2026, AS menghabiskan 900 rudal di 12 jam pertama saja. Rudal Tomahawk, yang biaya satuannya 1,3 juta dolar AS, dan PrSM, yang harga per unitnya 3,5 juta dolar AS, dipakai dalam serangan itu.

Senjata yang dihabiskan

copy title

Dalam 12 jam pertama serangan Amerika Serikat ke Iran, 900 rudal diluncurkan dari laut dan udara. Sementara Israel mengerahkan 200 jet tempur untuk menjatuhkan hingga 1.200 rudal dan bom ke Iran. Dari semua bom dan rudal Israel, 30 dijatuhkan ke kantor Ayatollah Ali Khamenei.

Hingga Minggu (1/3/2026), gelombang serangan AS-Israel dan pembalasan belum berhenti. Selain Israel, rudal dan pesawat nirawak Iran diarahkan ke pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah. Sebagian pangkalan itu bergabung dengan bandara dan pelabuhan sipil.

Tangkapan layar dari video yang disiarkan Komando Operasi Tengah (CENTCOM) Amerika Serikat pada Rabu (4/3/2026) menunjukkan pesawat nirawak LUCAS yang disebut dipakai dalam Operation Epic Fury. Operasi itu adalah nama sandi serangan AS-Israel ke Iran sejak 28 Februari 2026. AS mengakui, LUCAS adalah tiruan dari pesawat nirawak Shahed buatan Iran

Iran juga menyasar hotel dan lokasi lain yang jadi tempat penampungan para tentara AS di sejumlah kota di Timur Tengah. Para tentara itu diungsikan dari pangkalan-pangkalan AS dari Bahrain sampai Jordania.

Sepanjang Sabtu, hampir 400 rudal Iran dan setidaknya 200 pesawat nirawak diarahkan ke Israel dan pangkalan AS di kawasan. Dari seluruh rudal itu, setidaknya 150 diarahkan ke Israel.

Biaya menangkis pembalasan

copy title

Peneliti pertahanan pada Stimson Center di AS, Kelly A Grieco, menyebut Abu Dhabi mencegat hingga 92 persen perangkat pembalasan Iran di wilayah udara UEA. ”Efektif, tetapi tak berarti ekonomis,” ujarnya.

Ia merujuk taksiran harga perangkat Iran dan UEA. Harga rata-rata rudal balistik Iran maksimum 2 juta dolar AS per unit. Sementara pesawat nirawaknya paling mahal 50.000 dolar AS. Iran juga terdeteksi menembakkan sejumlah rudal jelajah yang harganya maksimum 1,5 juta dolar AS per unit.

Sebaliknya, setiap Patriot PAC-3 menghabiskan 5 juta dolar AS. Taksiran minimum Grieco, yang juga lazim dipakai peneliti lain, butuh paling sedikit dua pencegat untuk menjatuhkan perangkat serangan.

Dengan demikian, UEA menghabiskan sampai 10 juta dolar AS untuk mencegat setiap perangkat berharga 50.000 dolar AS sampai 2 juta dolar AS. Dengan demikian, kalau hanya menggunakan Patriot PAC-3, UEA menghabiskan total 10 miliar dolar AS untuk mencegat perangkat pembalasan Iran.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W