Kompas.id Brief

Mengapa Gempa Myanmar Menimbulkan Banyak Korban?

Hingga Sabtu malam, 1.664 orang dipastikan tewas di Myanmar akibat gempa yang berpusat di Sagaing. Tubrukan dua lempeng benua di Sesar Sagaing memicu gempa dahsyat.

30 Mar 2025 08:00 WIB · Internasional

Oleh Kris Mada

Apa yang dapat dipelajari dari artikel ini?

  1. Berapa korban gempa Myanmar sejauh ini?
  2. Apa penyebab gempa Myanmar?
  3. Apa itu sesar Sagaing?
  4. Bagaimana reaksi negara lain?
  5. Bagaimana nasib warga Indonesia di sekitar lokasi gempa

Korban gempa Myanmar

copy title

Dalam pernyataan pada Sabtu (29/3/2025) malam, junta menyebut 1.664 orang dipastikan tewas akibat gempa. Sementara korban cedera tercatat 3.048 orang. Karena pendataan masih berlangsung dan banyak orang belum diketahui nasibnya, dikhawatirkan jumlah korban terus bertambah.

In this photo released by Xinhua News Agency, locals past by a partially damaged building in the aftermath of an earthquake in Mandalay, Myanmar on Saturday, March 29, 2025. (Myo Kyaw Soe/Xinhua via AP)

Bukan cuma di Myanmar, korban tewas juga tercatat di Thailand. Guncangan gempa yang berpusat di Sagaing, Myanmar, itu terasa sampai Bangkok, Thailand. Pusat gempa berjarak 1.000 kilometer dari Bangkok. ”Jumlah korban cedera dan terjebak mungkin lebih tinggi,” kata salah seorang penyelamat di Bangkok, Pakkapol Metheepakdi,

Mengapa korban begitu banyak

copy title

Besarnya dampak gempa bumi di Myanmar ini disebabkan pula gempa yang dangkal, hanya sekitar 10 kilometer di bawah permukaan Bumi. Gempa tersebut terjadi di Sesar Sagaing yang membentang dari utara ke selatan sepanjang hampir 1.600 kilometer. Sesar ini melewati wilayah Myanmar menuju Laut Andaman.

Gempa bumi yang terjadi di sesar ini dikenal juga sebagai gempa geser. Hal itu disebabkan adanya sesar geser (strike-slip fault) antara lempeng India dan lempeng Eurasia. Dua lempeng tektonik ini bergesekan secara menyamping satu dengan lainnya.

Apakah Sesar Sagaing itu?

copy title

Episentrum gempa berada di kedalaman 10 kilometer, sekitar 16 kilometer barat laut kota Sagaing, Myanmar. Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan, gempa tersebut merupakan gempa dangkal.

Sesar Sagaing adalah struktur tektonik utama antara Lempeng India dan Lempeng Sunda. Sesar tersebut membentang sepanjang 1.200 kilometer dari utara ke selatan dan tepat memotong bagian tengah Myanmar. Banyak perkotaan di Myanmar terletak di sepanjang patahan tersebut.

Negeri itu, terletak di wilayah tektonik aktif dari lempeng India dan Sunda yang turut membentuk lempeng mikro Burma, serta Lempeng Eurasia. Dalam kajian berbasis sistem pemosisian global pada tahun 2011 hingga 2014 diketahui, sisi timur Sesar Sagaing bergerak ke tenggara dengan kecepatan rata-rata sekitar 32-40 milimeter per tahun. Merujuk sciencedirect.com, sisi barat sesar bergerak ke timur laut dengan kecepatan berkisar 31-35 milimeter per tahun.

Reaksi negara lain

copy title

Kantor berita Xinhua melaporkan, tim tanggap darurat dari Yunnan, China, tiba di Yangon, Myanmar, pada Sabtu (29/3/2025). Xinhua menyiarkan foto kedatangan itu. Selain tim tanggap darurat, China mengirimkan lima ton bantuan.

Sementara Menteri Luar Negeri India S Jaishankar mengumumkan pesawat Angkatan Udara telah menuju Myanmar pada Sabtu (29/3/2025). Pesawat mengangkut makanan siap saji dan selimut. Sejumlah anggota tanggap darurat India juga ikut dalam pesawat itu.

Warga melihat bangunan yang runtuh di Mandalay pada 28 Maret 2025, akibat gempa bumi di Myanmar.

China dan India menjadi negara pertama yang mengirim bantuan ke Myanmar. Adapun Kementerian Luar Negeri Malaysia, tim pendahulu dari Badan Penanggulangan Bencana, diberangkatkan pada Sabtu. Tim lanjutan dijadwalkan terbang pada Minggu.

Nasib warga Indonesia di lokasi gempa

copy title

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand, Rachmat Budiman, mengatakan, hotline selalu tersedia untuk WNI yang membutuhkan bantuan. Sebagaimana diberitakan, gempa bermagnitudo 7,7 yang mengempas Myanmar berdampak cukup signifikan di Thailand.

Hotline dimaksud terkait perlindungan tersedia di nomor +66929031103. Terkait wisata dan visa bisnis di +66855878529 dan layanan konsuler di +6622523135. KBRI Bangkok terletak di Jalan Petchaburi, di pusat kota.

Sebagian besar WNI di Thailand bermukim di Bangkok, Khon Kaen, Songkhla, dan Chiang Mai. Mayoritas WNI di Thailand sedang menempuh pendidikan tinggi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari