Kompas.id Brief

Mengapa Kalangan Masyarakat Sipil dan Akademisi Menolak Keras Revisi Undang-Undang TNI?

Setelah lebih dari 20 tahun diundangkan, pemerintah dan DPR sepakat untuk merivisi UU No 34/2004 tentang TNI. Namun, hal itu menuai penolakan keras dari publik.

17 Mar 2025 08:46 WIB · Politik & Hukum

Oleh C. Wahyu Haryo P

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

1.     Sejak kapan wacana revisi Undang-Undang TNI bergulir?

2.    Bagaimana pemerintah dan DPR akhirnya menyepakati untuk merevisi Undang-Undang TNI?

3.     Apa saja substansi yang akan direvisi dalam UU TNI?

4.     Bagaimana penolakan terhadap revisi UU TNI

1. Sejak kapan wacana revisi Undang-Undang TNI bergulir?

copy title

Wacana revisi undang-undang TNI setidaknya bergulir sejak 2019 atau enam tahun silam. Saat itu mengemuka persoalan kelebihan jumlah perwira menengah dan tinggi TNI yang mengakibatkan ratusan perwira menengah dan tinggi tanpa jabatan. Restrukturisasi terhadap perwira menegah dan tinggi akan dilakukan, salah satunya dengan menempatkan sejumlah perwira tinggi TNI yang ”menganggur” ke sejumlah kementerian dan lembaga sipil.

Namun, penempatan perwira TNI di kementerian dan lembaga sipil terbentur Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 yang membatasi hanya 10 instansi.

Inspektur Jenderal TNI Letnan Jenderal Muhammad Herindra saat itu mengatakan sedang menyusun revisi UU TNI guna menambahkan beberapa lembaga yang jabatannya dapat dipegang perwira aktif. Sejumlah lembaga yang saat itu dikaji adalah Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kantor Staf Presiden, dan Badan Keamanan Laut.

Sejak awal bergulir di era pemerintahan Presiden Joko Widodo itu, wacana revisi UU TNI menuai penolakan dari kalangan masyarakat sipil. Mereka menilai, revisi UU TNI berpotensi mengembalikan dwifungsi ABRI semasa Orde Baru.

Penerbang pesawat F-16 bersiap dalam gladi kotor Hari Ulang Tahun ke-77 TNI Angkatan Udara di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (5/4/2023). Berbagai kegiatan, mulai parade, defile, demo udara dan demo darat oleh Kopasgat dengan melibatkan alutsista TNI AU memeriahkan upacara kemiliteran yang puncaknya akan dilaksanakan pada 9 April mendatang. Sebanyak 82 pesawat TNI AU dari berbagai tipe mulai unsur tempur, transportasi, dan helikopter dengan melibatkan 271 penerbang dan navigator ikut serta. Adapun peserta upacara, parade, defile, dan demo darat melibatkan sebanyak 1.346 personel yang terdiri dari prajurit, PNS TNI AU, dan Karbol Akademi Angkatan Udara. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 5-4-2023

2. Bagaimana pemerintah dan DPR akhirnya menyepakati untuk merevisi Undang-Undang TNI?

copy title

Pemerintah yang diwakili, antara lain, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, serta Komisi I DPR, Selasa (11/3/2025), sepakat merevisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Selanjutnya, mereka membentuk panitia kerja pembahasan Revisi UU TNI yang yang terdiri dari 18 anggota DPR dan 4 perwakilan pemerintah.

Ada tiga usulan pemerintah terkait dengan revisi UU TNI. Usulan revisi mulai dari Pasal 3 terkait kedudukan TNI, Pasal 47 terkait penempatan TNI di kementerian dan lembaga, dan Pasal 53 terkait dengan batas usia pensiun.

Sebelum kesepakatan itu, Komisi I DPR mengundang sejumlah pihak, seperti para ahli dan masyarakat sipil, untuk mendengar masukan terkait RUU TNI.

Parade kapal perang dan pesawat TNI Angkatan Laut usai Presiden Joko Widodo menerima brevet kehormatan Hiu Kencana dan penganugerahan tanda kehormatan Samkaryanugraha di atas KRI dr Radjiman Wedyodiningrat, yang berlayar di Teluk Jakarta, Sabtu (28/9/2024). Ini menjadikan Presiden Jokowi sebagai warga kehormatan Kapal Selam TNI Angkatan Laut. Brevet Hiu Kencana ini menjadi salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan dari TNI AL kepada mereka yang dinilai memajukan pengembangan kapal selam. Brevet Hiu Kencana juga menjadi simbol pengakuan terhadap profesionalisme prajurit kapal selam dalam taktik dan teknik peperangan bawah permukaan laut. Kompas/Hendra A Setyawan

3. Apa saja substansi yang akan direvisi dalam UU TNI?

copy title

Ketua Komisi I DPR Utut Adianto seusai rapat panitia kerja revisi UU TNI, Sabtu (15/3/2025), menyebutkan ada tiga hal mendasar yang dibahas, yakni soal kedudukan Kementerian Pertahanan dan TNI, lingkup baru yang TNI boleh tetap aktif, dan terakhir soal usia pensiun prajurit.

Ada penambahan enam instansi dari yang sebelumnya hanya 10 kementerian/lembaga yang bisa ditempati TNI aktif. Enam instansi tambahan yang dimasukkan dalam revisi UU TNI adalah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Keamanan Laut (Bakamla), Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Terkait dengan usulan perubahan usia pensiun prajurit, menurut dia, hal itu adalah bagian dari keadilan. Selama ini, prajurit tamtama dan bintara pensiun di usia 53 tahun. Di revisi UU TNI, usia pensiun prajurit diperpanjang secara berjenjang.

Sementara terkait operasi militer selain perang (OMSP), dalam revisi UU TNI akan diatur untuk 17 urusan dari semula 14 urusan. Penambahan tiga tugas dimaksud adalah membantu pemerintah dalam upaya menanggulangi ancaman siber, membantu pemerintah dalam melindungi dan menyelamatkan WNI serta kepentingan nasional di luar negeri, serta membantu pemerintah dalam penanggulangan penyalahgunaan narkotika, prekursor, dan zat adiktif lainnya.

Pasukan TNI mengaikuti parade saat geladi bersih puncak perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-79 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (3/10/2024). Geladi bersih tersebut mencakup berbagai kegiatan, mulai dari upacara parade, demonstrasi, hingga defile pasukan dan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI. Sebanyak 100.000 personel akan terlibat untuk memeriahkan HUT ke-79 TNI. Alutsista yang mengikuti upacara defile sebanyak 1.059 rantis (kendaraan taktis) dan mobil antik. KOMPAS/RIZA FATHONI (RZF) 03-10-2024

4. Bagaimana penolakan terhadap revisi UU TNI?

copy title

Penolakan terhadap revisi UU TNI tidak hanya terkait substansi perubahan, tetapi juga proses pembahasan tertutup di hotel mewah pada Jumat-Sabtu (14-15/3/2025), alih-alih mengikuti instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi anggaran pemerintah.

Secara substansi, kalangan masyarakat sipil dan akademisi menilai, revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI dinilai bertentangan dengan agenda reformasi TNI, yakni mendukung TNI menjadi tentara profesional sebagai alat pertahanan negara, sebagaimana amanat konstitusi dan demokrasi. Sementara secara proses, pembahasan revisi UU TNI dinilai kurang melibatkan masyarakat sipil, kampus, dan seluruh elemen masyarakat, serta terkesan buru-buru, elitis, dan sangat eksklusif.

Pernyataan sikap yang tegas dari kalangan masyarakat sipil dan akademisi disampaikan hari Minggu (16/3/2024) dengan menyerukan ”Menolak Kejahatan Legislasi dalam Pembahasan RUU TNI: Inkonstitusional, Melanggar HAM dan Kebebasan Akademik”.

Dalam latihan Angkasa Yudha 2007 yang digelar Senin (5/11) di Lumajang, Jawa Timur, TNI Angkatan Udara selain mengerahkan pesawat tempur F-16, F-5E dan Hawk MK 209, sebanyak delapan pesawat C-130 hercules juga diterbangkan untuk menerjunkan 400 pasukan dari Paskhas AU. *** Local Caption *** Latihan Perang -- Dalam latihan Angkasa Yudha 2007 yang digelar Senin (5/11) di Lumajang, Jawa Timur, TNI Angkatan Udara selain mengerahkan pesawat tempur F-16, F-5E dan Hawk MK 209, sebanyak delapan pesawat C-130 hercules juga diterbangkan untuk menerjunkan 400 pasukan dari Paskhas AU.

Kerabat Kerja

Penulis:

C. Wahyu Haryo P
 | 

Editor:

C. Wahyu Haryo P
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .